Konten dari Pengguna

Penanganan Stunting melalui Program Bina Keluarga Balita bersama PKK dan KKN UIN

KKN MB POSKO 29

KKN MB POSKO 29

Pengabdian terhadap masyarakat

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKN MB POSKO 29 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penanganan Stunting melalui Program Bina Keluarga Balita bersama PKK dan KKN UIN Walisongo. 29 Juli 2025 (Sumber: Dokumentasi pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Penanganan Stunting melalui Program Bina Keluarga Balita bersama PKK dan KKN UIN Walisongo. 29 Juli 2025 (Sumber: Dokumentasi pribadi)

Kendal – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan keterlibatan orang tua dalam pengasuhan anak usia dini, khususnya dalam upaya penanganan stunting, Pemerintah Desa Kebonharjo bersama TP PKK dan KKN UIN Walisongo menggelar kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) pada 29 Juli 2025. Acara ini diseleggarakan di PAUD An-Naja Desa Kebonharjo. Kegiatan ini menjadi ruang edukatif yang diikuti puluhan ibu-ibu balita, serta menghadirkan narasumber dari PLKB dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bu Hesti selaku tokoh PKK menyampaikan pentingnya program BKB sebagai forum aspiratif dan edukatif bagi para ibu balita. Ia menekankan bahwa kegiatan ini tak hanya membekali pengetahuan gizi dan pengasuhan, tetapi juga menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi, baik fisik seperti usulan gedung PAUD baru, maupun nonfisik seperti peningkatan kualitas parenting.

Bu Tuti, perwakilan dari Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), turut menyoroti pentingnya peran guru PAUD yang selama ini mengajar dengan sukarela. Ia menambahkan bahwa pengasuhan anak sejak dini sangat menentukan kualitas masa depan mereka.

"Anak yang cerdas dimulai dari asupan bergizi dan kasih sayang orang tua. Lemak, ASI, serta makanan seimbang harus jadi perhatian utama," ujarnya.

Tak hanya itu, Bu Tuti juga berharap adanya dukungan anggaran dari DPD untuk mewujudkan PAUD Annaja yang layak dan representatif. Ia mengingatkan bahwa pola makan anak harus menjadi perhatian serius setiap ibu.

Hani, salah satu peserta, turut menyuarakan pentingnya menyekolahkan anak ke PAUD meskipun hanya setahun. Hal ini menjadi penekanan akan pentingnya ruang interaksi dan stimulasi sejak usia dini untuk kesiapan masuk sekolah dasar.

Melalui program BKB, Desa Kebonharjo menunjukkan komitmen dalam membentuk generasi sehat, cerdas, dan berkarakter melalui pemberdayaan para ibu sebagai garda terdepan pengasuhan anak. Kegiatan ini diharapkan bisa terus berlanjut dan menginspirasi desa-desa lainnya.