6 Tahun Terbengkalai, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Hidupkan kembali Lapangan Voli

Pengabdian terhadap masyarakat
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari KKN MB POSKO 29 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Setelah enam tahun hanya menjadi lapangan kosong penuh limbah masyarakat, kini suara bola memantul dan sorak tawa anak-anak kembali terdengar di Lapangan Voli Babadan, Desa Kebonharjo Kec. Patebon, Kendal. Semua berkat inisiatif mahasiswa KKN UIN Walisongo yang menggandeng warga setempat khususnya pemuda desa untuk menghidupkan kembali fasilitas olahraga tersebut.
Kondisi lapangan
Lapangan tersebut sudah tidak digunakan sejak wabah Covid-19 di akhir tahun 2019. Ditambah musibah banjir diawal tahun 2025 menyebabkan lapangan sudah tidak bisa digunakan lagi karena kurangnya perawatan dan aktivitas warga.
Baca juga: Bersama TP PKK, KKN UIN Walisongo Gelar Pelatihan Pembuatan Mochi Pewarna Alami di Desa Kebonharjo
Peran Mahasiswa KKN
Mahasiswa Posko 29 KKN UIN Walisongo bekerjasama dengan mengajak pemuda melakukan revitalisasi desa. Revitalisasi dilakukan melalui; membersihkan lapangan, memperbaiki net, memangkas rumput, dan membuat garis lapangan.
Tujuan revitalisasi
Tidak hanya untuk olahraga rutin, lapangan ini akan digunakan dalam lomba voli antar RT dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-80. Selain itu, lapangan ini juga menjadi simbol aktifnya kegiatan olahraga di Dusun Babadan
Respons masyarakat
Dukungan dan antusiasme warga meningkat, terutama dari pemuda dan anak-anak yang kini rutin berlatih. Hal tersebut disampaikan oleh Vivi salah satu penggerak pemuda Dusun Babadan Kebonharjo:
Sebenarnya dulu lapangan ini cukup aktif digunakan untuk kegiatan voli, dan olahraga lainnya. Lapangan ini juga penting dalam menghidupkan kegiatan olahraga di Babadan sini. Namun semenjak munculnya Covid-19 kegiatan olahraga menjadi tidak aktif lagi. Ditambah musibah banjir di awal tahun 2025 menjadikan lapangan ini tidak terawat dan menjadi tempat pembuangan limbah warga seperti pakaian bahkan kasur.
Revitalisasi lapangan voli ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara mahasiswa dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan positif. Selain menciptakan ruang olahraga, ini juga menjadi simbol kebangkitan semangat kebersamaan warga Desa Babadan.
