Konten dari Pengguna

Pasar Malam Sekaten Surakarta Tahun 2024

Gibral Muhammad Albab

Gibral Muhammad Albab

Alumni Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta Freelance Writer

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Gibral Muhammad Albab tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pasar Malam Sekaten Surakarta hadir kembali, nampak antusias warga Solo dan sekitarnya memadati lokasi di tersebut. (Sumber foto : Dokumentasi Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Pasar Malam Sekaten Surakarta hadir kembali, nampak antusias warga Solo dan sekitarnya memadati lokasi di tersebut. (Sumber foto : Dokumentasi Pribadi)

Surakarta - Sekaten tahun 2024 di Kota Solo dibuka pada hari Sabtu (24/8/2024). Gelaran acara pasar malam yang menyajikan banyak wahana permainan dan berbagai stand UMKM tersebut merupakan event tahunan yang diinisiasi oleh Kraton Kasunanan Surakarta.

Pada tahun ini sekaten digelar di halaman pagelaran, halaman parkir selatan Masjid Agung, dan pelataran Pasar Klewer sisi timur. Selama satu bulan penuh acara ini diadakan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat Kota Solo dan sekitarnya.

https://www.instagram.com/p/C_KtDSFS2PC/?igsh=anpuNGd0anBlYmIx

Sejarah Sekaten

Salah satu wahana permainan yang berada di Pasar Malam Sekaten Surakarta (Sumber foto: Dokumentasi Pribadi)

Sekaten bukanlah sebuah peristiwa yang biasa di Solo. Sebuah tradisi tahunan yang telah dilangsungkan sejak abad ke-15.

Perayaan ini bermula dari tekad untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dengan Sekaten, kita dapat melihat eratnya kaitan antara peristiwa ini dengan sejarah penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.

Wali Sanga, para tokoh agama yang sangat dihormati, merupakan pionir di balik kelahiran tradisi Sekaten. Mereka menggunakan Sekaten sebagai alat menyebarkan ajaran Islam di Pulau Jawa. Pada mulanya, Sekaten merupakan kelanjutan dari upacara tradisional yang dilaksanakan oleh para raja Jawa sejak zaman Majapahit, disebut juga sebuah ritual untuk menjaga keselamatan kerajaan.

Namun, seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, tradisi Sekaten mengalami perubahan signifikan. Acara ini mulai digunakan sebagai sarana untuk menyebarkan agama Islam, terutama di wilayah Jawa Tengah.

Media utama untuk penyebaran ajaran agama Islam adalah gamelan. Inilah yang menjadi kunci keberhasilan penyebaran agama.

Pada akhirnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad pada acara Sekaten tidak lagi ditemani oleh rebana, melainkan dengan irama gamelan yang memukau saat melantunkan shalawat.

https://www.instagram.com/reel/C_KsNj9SMxX/?igsh=MTNycXFhcTA0NzNkNw==

Pasar Malam Sekaten Acara Untuk Masyarakat

Kerlap kerlip lampu di Pasar Malam Sekaten Surakarta yang menambah keunikan tersendiri (Sumber foto: Dokumentasi Pribadi)

Pasar Malam Sekaten Solo ialah bukti hidup dari perpaduan antara tradisi agama dan acara hiburan yang menyenangkan.

Masyarakat Solo khususnya dapat menikmati keindahan perayaan ini, namun tetap menjaga nilai-nilai dan makna yang terkandung di dalamnya. Semoga Sekaten tetap lestari dan menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Nusantara.

https://www.instagram.com/reel/C-emiljyEzL/?igsh=d2N6MDBrOWl1b2Rq

Selamat membaca!

Gibral Muhammad Albab, S.S

Alumni Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta

Ketua Komunitas Wonogiri Berdampak