Konten dari Pengguna

Apakah AI Bisa Menggantikan Buku Pelajaran?

albertus billy

albertus billy

Murid Sekolah Citraberkat Kelas 11 (2025-2026)

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari albertus billy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dari prompt Chat Gpt
zoom-in-whitePerbesar
Dari prompt Chat Gpt

Jika ditanya AI apa yang paling canggih untuk saat ini, banyak yang bilang chatgpt, Gemini, Deepseek, dll, hal tersebut dikarenakan fitur yang diberikan. Misalnya Deepseek, AI dari negeri Tiongkok ini dikatakan mempunyai hampir semua fitur Chatgpt yang gak bisa di akses free. Penggunaan AI atau Artificial Intelegence sering digunakan dalam kehidupan sehari hari bahkan sekedar bertanya simple "Makanan apa yang enak hari ini?" masih menggunakan chatgpt. Dalam penyebaranya AI menyebar ke banyak bidang salah satunya ke pendidikan.

Berdasarkan Menkominfo dalam artikel TVRI NEWS menyebutkan bahwa 87% pelajar menggunakan AI untuk kerjakan tugas. Kemudahan dalam mengaksesnya dan kecepatannya menjadi faktor utama mengapa AI digunakan. Bayangkan tugas sekolah yang bisa memakan waktu 1 jam tapi hanya dengan memfoto dan memberikan prompt ke AI untuk dikerjakan maka dalam hitungan detik tugas tersebut dapat selesai bahkan tingkat akurasinya bisa dipercaya karena mereka biasanya menyediakan sumber yang bisa dicek ulang.

Kemudahannya itu memunculkan satu pertanyaan besar, jika AI bisa memberikan segala informasi bukankah buku paket yang dibeli oleh para siswa setiap tahunnya menjadi tidak berguna?, bahkan ada yang mempunyai harga sampai ratusan ribu untuk satu buku. Jadi apakah AI bisa menggantikan buku pelajar dan membantu meringankan beban ekonomi yang orang tua rasakan?

Buku paket merupakan buku pedoman yang digunakan siswa dan guru untuk belajar. Setiap tahunnya berbeda buku karena berbeda tingkatan bahkan jika ada pergantian menteri maka buku tersebut juga berbeda dari generasi sebelumnya karena berbeda kurikulum maka bukunya juga berbeda.

Bayangkan jika setiap mata pelajaran berbeda bukunya maka anggap saja 1 buku 1 pelajaran maka rata rata bisa ada lebih dari 5 buku yang harus dibeli oleh orang tua dan jika dikalkulasikan dalam 12 tahun(kalkulasi dari kelas 1-12) maka banyaknya buku yang harus dibeli ialah 60 buku hingga ia lulus SMA/SMK jumlah tersebut bisa bertambah ataupun berkurang tergantung kebijakan sekolah.

Maka apakah buku bisa digantikan oleh AI? Jawabannya bisa.. Buku paket yang harus dibeli oleh setiap tahunnya bisa digantikan oleh AI lalu apa dampak negatifnya? Cakupan materi yang terlalu luas menjadi tantangan karena jika tidak spesifik dari 1 buku maka kita akan melihat dari sudut pandang yang lain, tapi dampak ini bisa dicegah dengan gurunya saja yang menggunakan buku paket, dengan guru menggunakan buku paket tertentu maka kita bisa mengikuti sekaligus teratur sistem pengajarannya.

Jadi dengan hanya 1 buku yaitu gurunya sendiri yang memakai maka kita bisa belajar terarah dan mengikuti perkembangan karena kita menggunakan AI, maka jika ada sesuatu yang tidak sama bisa segera dicari tau mana yang salah, dan dampak positifnya sangat banyak yaitu menggurangi pembelian buku paket yang bisa menghabiskan ratusan buku untuk setiap buku, lebih rama lingkungan karena buku sendiri terbuat dari pohon, dengan tidak menggunakannya lagi maka populasi pohon bisa bertambah, selain itu pengetahuan yang didapat oleh siswa tidak terbatas oleh 1 buku melainkan dari berbagai sumber yang ada di internet.