Konten dari Pengguna

Benarkah AI Pedang Bermata Dua?

albertus billy

albertus billy

Murid Sekolah Citraberkat Kelas 11 (2025-2026)

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari albertus billy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar merupakan hasil dari Prompt AI (AI baik vs AI jahat)
zoom-in-whitePerbesar
Gambar merupakan hasil dari Prompt AI (AI baik vs AI jahat)

Kemajuan teknologi semakin cepat, dan terbentuk lah banyak sekali AI baru yang memiliki fitur lebih canggih dari generasi sebelumnya. AI tersebut pada awalnya diperuntukan untuk membantu manusia di segala bidang dalam hal efisiensi. Efisiensi adalah kemampuan untuk membuat sesuatu dengan sumber daya dan waktu yang jauh lebih baik. Namun akhir akhir ini muncul pernyataan "AI pedang bermata dua" di media sosial, gak tersebut bukan tanpa alasan melainkan dari hal buruk yang bisa kita dapatkan jika menggunakan AI terus menerus. Lalu benarkah jika AI adalah Pedang bermata dua?

Semua orang pasti sudah tau kemudahan dan kecepatan AI dalam mengerjakan sesuatu, dengan kemudahan dan kecepatannya AI membawa efisiensi manusia dalam mengerjakan sesuatu seperti sejarah, dulu jika kita mau mengetahui suatu sejarah maka kita harus membaca terlebih dahulu satu persatu sumber, namun dengan adanya AI, dia bisa langsung membuatkan kita rangkuman isi yang mau kita ketahui berdasarkan banyaknya sumber, ini menghemat waktu kita mencari, menganalisis dan membandingkan mana yang benar dan mana yang salah. Namun dibalik kecepatannya AI menyembunyikan sesuatu yang manusia tumpuk dan lama kelamaan bisa menyebabkan manusia hancur.

Sekarang banyak pelajar yang menggunakan AI untuk mengerjakan tugas sekolah mereka. Itu membuat keterampiran mereka memecahkan masalah menurun bahkan meningkatkan rasa malas mereka untuk belajar dikarenakan mereka pikir ada AI yang bisa menjawab semua pertanyaan hingga tugas sekolah mereka bahkan itu menjadi ketergantungan yang sebagian pelajar bilang "Ngapain belajar kalo bisa pake chatgpt buat ngerjain tugas" dan ada juga yang bilang "Zaman udah canggih, ngapain masih belajar" jika lama kelamaan kebiasaan ini berkembang maka manusia bisa hancur karena rasa malas yang mereka miliki.

Kemudahan dan kecepatan dalam mengakses AI merupakan pencapaian umat manusia kita yang paling besar. Dengan AI manusia bisa melakukan banyak pekerjaan dengan lebih cepat, namun tak bisa dipungkiri bahwa AI menyimpan dampak negatifnya terutama bagi pelajar sekarang, yang dimana mereka mulai ketergantungan dengan AI untuk mengerjakan tugas bahkan hingga malas belajar. Dengan hal ini AI bisa dikatakan pedang bermata dua karena selain memberikan kemudahan dan mempercepat perkejaan manusia, tapi dia juga membuat manusia menjadi lebih malas karena bergantung kepadanya.