Konten dari Pengguna

Lulusan Hubungan Internasional Sulit dalam Mencari Kerja, Benarkah Demikian?

Aldho Faruqi Tutukansa

Aldho Faruqi Tutukansa

Penulis dan Peneliti Lepas asal Yogyakarta, Indonesia Alumni Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aldho Faruqi Tutukansa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aldho Faruqi Tutukansa, Alumni Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia (Gambar Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Aldho Faruqi Tutukansa, Alumni Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia (Gambar Pribadi)

Hubungan Internasional (HI) di masa kini menjadi salah satu jurusan yang bersifat primadona. Primadona tersebut dapat dikatakan bahwa setiap orang sangat mengincar jurusan tersebut dengan ciri khas keistimewaan yang dimiliki. Artinya, banyak sekali siswa-siswi SMA maupun SMK mulai mempersiapkan diri untuk bersaing dan meningkatkan daya kompetitif demi menempuh studi perkuliahan jenjang sarjana di jurusan apapun, khususnya jurusan Hubungan Internasional. Jurusan tersebut diduga memiliki banyak sekali peminat untuk memperdalam ilmu pengetahuan dan keterampilan yang memiliki cakupan yang sangat luas dan meliputi berbagai sektor. Akan tetapi, terkadang lulusan Hubungan Internasional dihadapi banyak tantangan, salah satunya yaitu kesulitan dalam mencari kerja, bahkan sebagian besar lulusan HI, baik fresh-graduate maupun berpengalaman kerja untuk melamar kerja, baik di instansi pemerintahan maupun perusahaan hanya berekspetasi pada kualifikasi strata satu (S1) untuk semua jurusan. Permasalahan tersebut tentu melahirkan sebuah tanda tanya, benarkah lulusan HI begitu sulit untuk mencari atau melamar sebuah pekerjaan?

Kegemilangan Lulusan Hubungan Internasional dan Realita di Lapangan

Padahal, seperti yang diketahui bahwa lulusan HI memang menjadi salah satu lulusan perkuliahan yang sangat diidamkan oleh setiap instansi, institusi, organisasi, pemerintahan, hingga badan usaha. Mahasiswa HI telah dididik oleh kampus untuk mempelajari bagaimana tata cara dalam berdiplomasi yang menjadi cikal bakal terasahnya kemampuan berkomunikasi, public speaking, bernegosiasi, berkolaborasi, melobi, dan berpemikiran kritis. Bukan hanya diajari dalam berdiplomasi saja, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan daya kemampuan dalam menulis, menganalisis, dan mengemukakan berbagai solusi yang menjadikan sebagai tawaran dalam menemukan hasil pada suatu permasalahan yang dihadapi. Bahkan, tidak lupa juga bahwa lulusan HI memiliki jaminan dalam berkemampuan bahasa Inggris yang fasih. Meskipun banyaknya tuduhan bahwa hal tersebut tidak terjamin, namun apa salahnya setiap lulusan HI pasti mampu berbahasa Inggris karena sudah menjadi makanan sehari-hari selama perkuliahan.

Contohnya saja, dalam perkuliahan HI terdapat beberapa matakuliah, seperti diplomasi, politik luar negeri, hukum internasional, identitas sosial dan budaya, implementasi nilai-nilai keagamaan, statistika, ekonomi politik inovasi, global, dan perdagangan internasional, studi kawasan, energi dan kesehatan global, kemampuan IT dan Global Governance, pertahanan dan keamanan, hingga dunia media dan jurnalisme. Hal tersebut tentu menjadi keunikan dan ciri khas bagi mahasiswa HI, di mana mereka tanpa disadari telah mempelajari berbagai sektor dan fokus ilmu yang bersifat menyeluruh hingga ke skala internasional. Spesifiknya saja, pada pembelajaran ekonomi politik dan perdagangan internasional, mahasiswa HI tentu saja mempelajari bagaimana memahami dan mengimplementasi manajemen dan strategi pemasaran dalam planning act, B2B, Relations Affairs, hingga Brand Exposure untuk mencapai target dan perkembangan suatu perusahaan. Lalu, dalam segi IT, tentunya mahasiswa HI telah memiliki kemampuan dalam mengembangkan big data secara masif pada dunia e-commerce dan media sosial yang mampu mengemukakan berbagai rekomendasi melalui digitalisasi perangkat hardware dan software. Pembelajaran tersebut juga mendorong mahasiswa HI dalam menggunakan tools Hadoop sebagai perangkat lunak untuk mempermudah akses open source berbasis java dalam melaksanakan pekerjaan dalam bentuk analisis jaringan manajemen utilitas data yang sangat besar.

Dari dua gambaran spesifik tersebut tentu saja mengindikasikan bahwa mahasiswa HI tidak terlalu memporsirkan diri untuk fokus pada bidang politik dan negara saja, melainkan mampu mempelajari berbagai sektor keahlian yang mendukung dan merancang sistem dari bidang yang dituju tersebut. Hal ini juga menjadikan bahwa lulusan HI itu sangat dibutuhkan dalam dunia kerja, baik di dunia pemasaran hingga pemerintahan! Hanya saja, kendala yang dihadapi yaitu pada realita di lapangan keterbatasan rekrutmen yang membutuhkan lulusan HI, di mana berbagai industri dan birokrasi hanya memberikan formasi bagi lulusan HI yang sangat terbatas dan sedikit dibutuhkan sehingga terkadang menimbulkan indikasi akan adanya rasa diskriminatif. Meskipun menurut survey di twitter bahwa jurusan ini tidak terkategori sebagai jurusan yang disesali setelah lulus, namun realitanya ruang kerja yang dibutuhkan bagi lulusan HI begitu sempit.

Seperti contoh terdapat sebuah perusahaan X yang hanya menawarkan rekrutmen dari lulusan HI dari Perguruan Tinggi tertentu saja, seperti PTN yang meskipun tidak semua yang diberikan akses untuk mendaftar rekrutmen, bahkan hanya menerima lulusan jurusan lain yang di mana pada bidang yang dibutuhkan tentu lulusan HI memiliki spesifikasi dan kapabilitas pada bidang tersebut. Bahkan, banyaknya jurusan HI di Indonesia tentunya sebagian besar perusahaan maupun instansi hanya menginginkan lulusan HI dari Perguruan Tinggi tertentu dan tidak membuka secara menyeluruh. Fenomena tersebut tentu menjadi tantangan bagi setiap lulusan HI untuk mencari upaya agar dapat menjadi insan yang layak dan sangat dibutuhkan oleh berbagai pekerjaan.

Susunan bendera negara-negara di dunia (SUN Education

Upaya yang Perlu dihadapi dari Tantangan Lulusan HI dalam Mencari Kerja

Sebenenarnya, tantangan ini kerap terjadi kapanpun, dimanapun, dan siapapun. Namun, sebagai lulusan HI tentunya harus bersikukuh dengan pendirian yang aktif, profesional, rasional, berperasaan, dan calak. Bersikukuh tersebut dalam artian bahwa ketika setelah lulus dari perkuliahan tentunya memerlukan persiapan diri dengan karakter yang lebih sempurna, berintegritas, dan dapat dipercaya. Dari persiapan awal tersebut tentu akan melahirkan sebuah mental pejuang dan mandiri tanpa mengenal rasa lelah dan menyerah. Hal tersebut tentu didukung dengan berbagai upaya yang perlu dihadapi untuk mendapatkan karir yang gemilang bagi lulusan HI, di antaranya:

  1. Memperbanyak pengalaman dan meningkatkan keahlian. Seandainya jika terdapat seseorang yang kurang akan pengalaman maupun keahlian, segeralah mengasah diri secara berlanjut dan prioritaskan dalam pengembangan diri masing-masing tanpa mempedulikan intervensi dari siapapun yang bersifat negatif. Keahlian dari lulusan HI tentunya banyak sekali yang dapat diimplementasikan.

  2. Memperbanyak berbagai kegiatan berdasarkan pada hobi, pengetahuan, dan bertemu dengan siapapun agar adanya upaya dalam bertukar pikiran dengan berdiskusi dan berkolaborasi agar mampu memberikan suatu solusi yang siap diimplementasikan. Hal ini juga dapat dikatakan sebagai arahan dan pandangan yang perlu dilakukan untuk kedepan. Memperbanyak kegiatan tentu sudah menjadi rutinitas bagi lulusan HI yang bernotabene jiwa sosial kultural yang tinggi.

  3. Terus-menerus untuk belajar. Artinya, ketika kita telah lulus dari ranah pendidikan tentunya kita tetap harus belajar dalam segi apapun. Statement seperti ini sangat erat dengan definisi belajar tanpa mengenal umur. Hal ini memang menjadi pedoman diri bagi lulusan HI, di mana mampu belajar dalam menghadapi situasi dan kondisi agar menciptakan sebuah kehidupan yang adaptatif.

  4. Memperbanyak evaluasi diri. Hal ini sangat diperlukan di masa kini, di mana rasa kesulitan dan kegagalan tentu menjadi ajang bagi diri kita untuk mengevaluasi sejauh mana yang telah kita upayakan dan capai. Tujuannya agar mampu meningkatkan kualitas pada diri kita untuk lebih siap dan berdaya saing dalam dunia kerja untuk masa depan. Memang manusia pada dasarnya ada batasan, namun tidak salah juga untuk terus meningkatkan kualitas diri untuk mencapai pada titik tertinggi.

Upaya tersebut tentu menjadi tolak ukur dasar bagi setiap lulusan HI agar lebih siap dalam menghadapi dan mendaftar di dunia kerja. Namun, lebih spesifiknya di realitas kehidupan ini yaitu kembali pada diri kita masing-masing untuk mengetahui sejauh mana yang telah kita capai dan se-ahli apa yang sudah kita asah lebih lanjut. Oleh karena itu, pada intinya lulusan HI itu tidaklah sulit dalam mencari kerja, akan tetapi memerlukan kesiapan pada diri yang lebih gemilang, kompeten, dan perfeksionis. Serta, memiliki aspirasi dan informasi yang dapat dijadikan sebagai peluang bagi lulusan HI untuk mendapatkan peraihan yang sukses. Tulisan ini memang mengandung sebuah motivasi bagi para sarjana Hubungan Internasional dan siapapun disertai dengan data dan fakta yang ada.

Aldho Faruqi Tutukansa, S.Hub.Int.

Penulis dan Riset Lepas, Alumni Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia