Konten dari Pengguna

Parasit Ekonomi Berwujud Crypto Currency

Aldi Munandar

Aldi Munandar

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Program Studi S1 Ekonomi Syariah

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aldi Munandar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saya adalah seorang mahasiswa semester 3 jurusan Ekonomi Syari’ah di salah satu perguruan tinggi Islam ternama di daerah Tanggerang, dan saya juga seorang day trader. Bermodalkan latar belakang tersebut saya mempunyai kapasitas untuk beropini mengenai Crypto Currency. Semua yang saya tulis adalah opini dan murni mengenai pengalamn saya tentang Crypto Currency. Masyarakat Indonesia mengetahui istilah Crypto Currency sebagai koin digital. Namun, mereka kurang mengetahui mengenai kerasnya dunia Crypto Currency. Mulai dari pergerakan harga yang tidak wajar, permintaan dan penawaran yang palsu, hingga ‘scam’ atau penipuan. Memang sekeras itu ? Mari kita bedah Parasit Ekonomi yang satu ini !.

Salah satu pergerakan harga yang tidak wajar pada pasar Bitcoin ( Sumber : Tradingview.id/AldiMunandar )
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu pergerakan harga yang tidak wajar pada pasar Bitcoin ( Sumber : Tradingview.id/AldiMunandar )

Pergerakan harga yang tidak wajar mudah saja kita temui di market Crypto Currency. Belum lama ini, China telah melarang penggunaan koin digital dalam bisnis di negaranya. Dari regulasi tersebut membuat beberapa koin menurun harganya di market. Namun, menurut saya penurunan tersebut masih tergolong wajar, karena mempunyai dasar hukum dari negara China. Lalu apa yang menyebabkan pergerakan harga yang tidak wajar? Tiada lain tiada bukan, cuitan Twitter dari orang terkaya di dunia saat ini, Elon Musk.

Sebelumnya Elon Musk sempat menyebutkan di postingan Twitternya yang mengindisikan perusahaan Tesla akan menerima pembayaran melalui transaksi Crypto Currency, terutama Bitcoin. Seperti roket yang sedang terbang ke bulan, harga dari Crypto Currency mulai naik hingga terjadi rentang harga berkisar Rp 140 juta dalam satu jam. Dari sebelumnya Bitcoin bernilai Rp 480 juta dalam sekejap meroket menjadi Rp 620 juta. Namun, tidak berselang lama Elon Musk mengabarkan kembali di Twitternya, bahwa perusahaan Tesla tidak jadi menerima pembayaran lewat Bitcoin. Lalu apa yang terjadi? Semua Crypto Currency turun jauh yang diistilahkan crash !.

Dari salah satu kasus Twitter Elon Musk bisa kita lihat kecacatan dari pergerakan harga Crypto Currency. Cuitan Twitter dari Elon Musk saja bisa menggerakan market sebegitu besarnya. Kecacatan ini masih terbilang biasa, karena perubahan harga di pasar Crypto Currency berdasarkan pada permintaan dan penawaran dari koin digital itu sendiri. Namun permintaan dan penawaran palsu ini sering terjadi di market tersebut. Tidak adanya pihak yang dapat mengatur Crypto, menyebabkan para bandar cerdas sangat mudah untuk mempermainkan harga dari koin digital dengan membuat permintaan dan penawaran palsu. Hanya satu tujuannya yakni menggerakan harga untuk memperoleh keuntungan. Taktik permintaan dan penawaran palsu dapat menyebabkan retail trader atau trader eceran tergerus oleh harga yang dimanipulasi oleh bandar tersebut.

Mulai dari Tweet Elon Musk, permintaan dan penawaran palsu, kecacatan Crypto Currency yang sangat parah adalah scam atau penipuan. Penipuan yang belum lama ini adalah mengenai koin Save The Kids, total penipuannya bernilai hingga mencapai lebih dari $4 juta dollar. Selain itu, yang paling hangat yakni mengenai penipuan dari Squid Game Crypto. Film serial Netflix yang berjudul Squid Game menjadi trending topic di jagat dunia maya seluruh dunia. Rupanya hal tersebut dimanfaatkan oleh para penipu, dengan membuat Squid Game Crypto yang nantinya akan dirilis di pasar Crypto Currency. Singkatnya, setelah rilis harga dari koin ini melesat jauh hingga total dana dari investor menyentuh angka $3.36 juta dollar. Lalu, pengembang dari Squid Game Crypto menurunkan harga hingga menyentuh nol yang membuat pengembang mendapatkan semua dana dari Investor. Setelah itu apa yang terjadi ? Seluruh dana investor yang sudah terkumpul dibawa lari oleh pengembang Squid Game Crypto.

Sangat jelas dari tiga peristiwa saja, kita sudah dapat mengindikasikan bahwa Crypto Currency adalah parasit ekonomi. Selain itu juga keharaman koin digital ini sudah jelas dalam fatwa MUI. Jadi, untuk teman – teman yang baru saja tertarik untuk melakukan investasi di pasar Crypto Currency silahkan dipikir dan dipertimbangkan ulang.

Sejatinya Crypto Currency tidak mempunyai dasar dalam regulasinya yang membuat marketnya mempunyai hukum rimba, siapa yang lebih kuat dia yang bertahan. Banyak Influencer yang sengaja mempromosikan koin tertentu untuk memperoleh keuntungan bagi dirinya sendiri. Sudah sebaiknya kita menjauhi market ini karena masih banyak lagi tipu muslihat lainnya. Untuk investor pemula bisa mulai dengan pasar reksadana atau mungkin juga saham. Ingat pesan saya, “ Berinvestasilah berdasarkan data-nya, bukan kata-nya”.