Konten dari Pengguna

Menjelajahi Konsep Kehendak Buta dalam Kehidupan di Jalan Raya

Aldo Rahmanto

Aldo Rahmanto

Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aldo Rahmanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi marah. ©Shutterstock/Alexey Demidov
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi marah. ©Shutterstock/Alexey Demidov

Apakah kalian tahu apa itu kehendak buta? Kehendak buta merupakan teori yang dikemukakan oleh filsuf Arthur Schopenhauer. Arthur Schopenhauer adalah seorang filsuf yang mengemukakan mengenai kehendak buta manusia. Kehendak buta digambarkan sebagai dorongan alami atau keinginan fundamental yang ada dalam diri kita yaitu semacam keinginan yang muncul tetapi tanpa berpikir panjang atau menggunakan nalar. Keinginan ini seringkali tidak sadar dan tidak terkendali. Sebagai contoh, jika anda menginginkan sesuatu tanpa alasan yang jelas, itu adalah kehendak buta. Karena alasan tersebut, Schopenhauer menganggap bahwa kehendak buta adalah sumber utama penderitaan dan kebingungan dalam kehidupan manusia.

Arthur Schopenhauer (Ilustrasi: Infonesia)
zoom-in-whitePerbesar
Arthur Schopenhauer (Ilustrasi: Infonesia)

Lantas, apa efek kehendak buta? Kehendak buta seringkali mendorong kita untuk mengejar sesuatu yang tidak membuat kita benar-benar bahagia. Kehendak buta menyebabkan orang sering kali merasa tidak puas dan selalu mencari lebih banyak tanpa henti, lama-kelamaan hal ini akan menyebabkan penderitaan fisik dan emosional. Ketika kita tidak dapat memuaskan keinginan kita, kita merasa frustasi, marah, atau sedih, dan ketika kita berhasil mencapai keinginan kita, yang didapatkan hanyalah kebahagiaan sesaat yang akan berujung kepada pencarian keinginan lainnya. Sehingga hal ini hanya akan menjadi lingkaran setan yang tidak pernah berhenti, maka dari itu schopenhauer mendefinisikan kehendak buta sebagai penderitaan manusia.

Lalu, bagaimana hubungan kehendak buta dengan perilaku marah di jalan raya? Rata-rata setiap orang pasti pernah melepaskan amarah di jalan raya, baik dengan cara membunyikan klakson dengan keras, mengeluarkan kata-kata kasar atau gerakan-gerakan yang penuh amarah. Reaksi-reaksi ini terjadi secara spontan dan bahkan tak terkendali. Sebenarnya apa yang terjadi di balik kemarahan tersebut?

Pertama-tama mari kita bedah apa saja berbagai reaksi marah yang terjadi saat sedang di jalan raya.

1. Klakson keras

Kalian pasti pernah kan, membunyikan klakson? Hal yang paling umum terjadi dalam situasi di jalan raya adalah mengklakson dengan keras sebagai bentuk respons dari situasi di jalan raya atau lalu lintas yang tidak menyenangkan. Seringkali pengemudi melakukannya dengan durasi yang panjang untuk mengekspresikan bentuk kejengkelan atau kemarahan. Perilaku ini merupakan ekspresi singkat dari kemarahan dan sering muncul secara spontan.

Ilustrasi orang membunyikan klakson (Foto: Ilustrasi)

2. Bahasa kasar

Pernah kah kalian secara tidak sadar langsung mengeluarkan bahasa yang kasar saat sedang kesal? Saat memberikan klakson keras, biasanya diikuti dengan bahasa yang kasar. Ini mencakup penggunaan kata-kata yang kurang sopan, makian, atau bahasa yang kasar ketika pengemudi merasa marah. Tindakan ini, digunakan sebagai bentuk ketidaksenangan dan mengkritik pengemudi lain yang melakukan kesalahan. Marah muncul secara spontan dan digunakan tanpa berpikir panjang sehingga justru akan memperburuk situasi. Oleh karena itu, jangan sampai menggunakan kata-kata kasar ya!

3. Gerakan-gerakan yang penuh emosi

Selain klakson dan bahasa kasar, pengemudi juga sering gerakan-gerakan yang melambangkan kemarahan dan kejengkelan seperti memberikan isyarat jari tengah atau gerakan tangan tertentu. Apakah kalian pernah melakukannya?

4. Ketegangan dalam komunikasi

Reaksi marah di jalan raya juga dapat tercermin dalam ketegangan dalam komunikasi antar pengemudi. Seringkali, pengemudi yang merasa marah akan berusaha mengungkapkan ketidakpuasannya kepada pengemudi lain, dan ini bisa menghasilkan konflik verbal yang memperburuk situasi. Jika anda merasa sering melakukan tindakan-tindakan yang sudah dijelaskan tadi, harap bisa dikurangi atau dihentikan ya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat berada di jalan raya!

Nah, kita sudah membahas apa saja bentuk-bentuk kemarahan dalam situasi di jalan raya. Kalian sering melakukanya tidak? Jika iya, kurang-kurangi mulai dari sekarang ya! Ngomong-ngomong, masih ingatkah, apa itu kehendak buta? Jika sudah lupa, mengingatkan kembali, kehendak buta oleh Schopenhauer adalah dorongan alami yang ada dalam diri seseorang dan muncul secara spontan tanpa pemikiran yang dalam. Ini adalah keinginan yang tiba-tiba, impulsif, dan cenderung tidak selalu didasari oleh kebutuhan yang mendesak. Selanjutnya, akan dibahas lebih rinci mengenai hubungannya dengan kehendak buta oleh Schopenhauer.

1. Kehendak buta sebagai dorongan yang tidak bisa dikendalikan.

Kehendak buta yang muncul dalam konteks lalu lintas adalah dorongan untuk mencapai lokasi tujuan dengan cepat, merasa aman di jalan raya dan untuk menghindari situasi yang tidak menyenangkan. Sehingga jika hal-hal tersebut tidak terpenuhi seperti terjadi kemacetan dan pengemudi lain yang tidak tahu aturan, kehendak buta kita akan terganggu dan berbagai reaksi seperti reaksi marah akan muncul.

2. Reaksi Marah sebagai Ekspresi Kehendak Buta

Sering marah di jalan raya saat kondisinya tidak menyenangkan? Nah, Reaksi marah merupakan ekspresi dari kehendak buta yang tidak terkendali karena reaksi ini merupakan respons emosional yang muncul secara spontan dan muncul tanpa pemikiran panjang terlebih dahulu. Reaksi marah merupakan muncul karena kehendak buta terganggu.

Ilustrasi reaksi marah Foto/Volodymyr Ivash, Veectezy

3. Penderitaan Akibat Kehendak Buta

Seperti yang sudah dijelaskan diawal, kehendak buta adalah penderitaan manusia. Menurut Schopenhauer, kehendak buta merupakan penderitaan karena kehendak buta manusia tidak akan pernah puas. Dalam hal lalu lintas yang tidak menyenangkan seperti macet sehingga tidak dapat sampai ke tujuan lebih cepat, seseorang akan merasa menderita karena kehendak butanya tidak terpenuhi dan dengan cara marah penderitaan tersebut diungkapkan. Jadi penting bagi anda untuk mengontrol kehendak buta.

Nah, kita sudah membahas mengenai hubungan kehendak buta dengan situasi tidak menyenangkan di jalan raya. Agar lebih jelas, saya akan memberikan kesimpulan singkat. Kehendak buta dalam konteks lalu lintas di jalan raya merupakan kehendak kita atau dorongan untuk sampai di tujuan dengan cepat dan selamat, untuk merasa aman di jalan raya dan untuk menghindari situasi yang tidak menyenangkan seperti kemacetan. Ketika kehendak tersebut tidak terpenuhi, berbagai macam reaksi negatif akan muncul sebagai bentuk ekspresi akan terganggunya kehendak buta kita. Oleh karena itu kehendak buta disebut sebagai penderitaan manusia karena jika kehendak buta tidak terpenuhi, diri kita akan memunculkan respons negatif yang juga akan berdampak buruk bagi diri kita sendiri. Lalu, apa sih dampak buruk tersebut? Pembahasan selanjutnya akan membahas mengenai dampak pelampiasan kehendak buta dalam konteks ketegangan lalu lintas.

1. Penderitaan secara psikologis

Pernah merasa sedih atau cemas setelah anda marah? Itu disebabkan oleh reaksi negatif dari marah dan berkata kasar yang berdampak pada kesehatan mental anda. Frustrasi, kecemasan, dan ketegangan emosional merupakan dampak dari pelampiasan kehendak buta dalam berlalu lintas. Adapun dampaknya bukan untuk diri kita saja namun untuk orang lain juga, seperti orang yang menerima perkataan kasar atau orang yang mendengarnya dapat menimbulkan lingkungan yang tidak sehat dan menyulitkan kita untuk merasa bahagia. Wah, ternyata reaksi marah dapat membuat mental kita dan bahkan mental orang lain terganggu ya!

Ilustrasi Stres (freepik)

2. Penderitaan secara fisik

Kesehatan mental yang terdampak juga akan berpengaruh negatif kepada fisik . Reaksi marah yang kuat di jalan raya seringkali dapat mengakibatkan dampak fisik yang merugikan. Dalam situasi ketegangan, detak jantung kita meningkat, tekanan darah naik, dan otot-otot kita tegang, itu semua adalah respons alami terhadap stres. Dalam jangka panjang, akan terjadi gejala seperti sakit kepala, tekanan darah tinggi, atau masalah tidur. Jadi, anda sudah mengetahui bahwa mental dan fisik itu berhubungan erat, maka diharapkan anda bisa selalu menjaga emosi anda untuk tubuh yang lebih sehat!

Ilustrasi sakit kepala. (the healthsite)

Secara keseluruhan, reaksi-reaksi negatif yang muncul di jalan raya akibat kehendak buta hanya akan menimbulkan dampak buruk dan berdampak pada kesejahteraan. Penderitaan secara fisik dan mental akan mengganggu kualitas hidup karena stres, perasaan tidak bahagia dan tidak puas serta kondisi fisik yang melemah akibat mental yang terganggu, Dampaknya juga kepada produktivitas kita seperti di kantor, dan lingkungan kita. Kira-kira apa yang bisa dilakukan untuk mengendalikan kehendak buta?

Ada beberapa cara, strategi dan saran yang dapat dilakukan untuk mengendalikan kehendak buta:

1. Latihan relaksasi

Ketika sulit untuk mengendalikan emosi, maka latihan relaksasi sangat cocok untuk dilakukan. Teknik relaksasi seperti pernapasan dalam dan meditasi dapat membantu mengurangi ketegangan dan reaksi marah yang cepat. Ketika kita merasa marah, cobalah untuk bernapas dalam-dalam dan fokus pada napas kita.

(Freepik/interstid)

2. Mengembangkan rasa sabar

Setelah melakukan latihan relaksasi untuk mengendalikan emosi, tentunya penting untuk mengembangkan kesabaran untuk mengurangi kemarahan di jalan raya. Kita harus tahu bahwa berbagai kejadian di jalan raya tidak semuanya sesuai ekspektasi kita dan tidak semuanya bisa kita kendalikan. Menerima kondisi yang tidak menyenangkan dan kondisi yang sulit adalah kunci dari kesabaran. Dari rasa sabar, kehendak buta dapat dikontrol.

3. Berpikir Panjang

Pastinya ada situasi di mana anda tidak akan bisa bersabar. Ketika diri anda sangat ingin melepaskan amarah, cobalah untuk berpikir kembali. Renungkan apakah nantinya tindakan anda akan menimbulkan efek positif atau negatif. Dari situ kita dapat lebih terbiasa untuk membuat keputusan yang lebih bijaksana sekaligus dapat lebih merefleksikan dan mempertimbangkan kejadian.

Ilustrasi perempuan yang sedang berfikir /Pixabay/ RobinHiggins

4. Menghindari konfrontasi

Ketika anda sudah berhasil menguasai emosi anda, mengembangkan rasa sabar dan sudah mampu berpikir rasional maka seharusnya anda dapat menghindari konfrontasi yang dapat memicu marah. Ini bisa berarti memberi jalan kepada pengemudi lain yang tidak sabaran atau menjaga jarak dengan pengemudi yang terlihat mengganggu, anda juga bisa berkomunikasi secara positif dengan pengemudi lain, semuanya tidak harus diselesaikan secara kekerasan.

5. Fokus pada keselamatan

Terakhir, pahamilah bahwa keselamatan adalah prioritas pertama. Fokus pada keselamatan dapat melepaskan ketegangan dari kehendak buta yang tidak perlu. Menjaga diri dan orang lain tetap aman adalah tujuan yang jauh lebih penting daripada merespon dengan marah.

Di dalam artikel ini, kita telah menjelajahi hubungan antara konsep kehendak buta oleh Schopenhauer dan reaksi marah di jalan raya. Kehendak buta adalah dorongan alami yang muncul secara spontan dan biasanya tanpa berpikir panjang. Pada hubungannya pada kehidupan lalu lintas, kehendak buta dapat menyebabkan reaksi marah yang tidak perlu yang kemudian akan berdampak negatif pada mental dan fisik serta konflik di jalan raya. Pemahaman tentang kehendak buta dapat membuat kita mengendalikannya sehingga reaksi marah dapat dikendalikan dan menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih harmonis