kumparan
30 Agu 2019 15:57 WIB

3 Rekomendasi Pemain Pilihan di Fantasy Premier League Gameweek 4

Logo Premier League. Foto: Premier League
Fantasy Premier League (FPL) adalah sebuah game fantasi berbasis data asli yang digulirkan oleh ofisial Premier League dan telah menjelma menjadi sebuah permainan mendunia. Bahkan, para pesepak bola Premier League juga membikin tim fantasinya sendiri. Kadang-kadang, bahkan tidak melibatkan dirinya sendiri. Sungguh realistis.
ADVERTISEMENT
Setiap pekannya, selalu ada pemain yang gemilang. Raheem Sterling mendulang 20 poin di gameweek 1, dilanjutkan Teemu Pukki dengan 17 poin di gameweek 2, serta Mo Salah dengan 15 poin di gameweek ketiga.
Lantas, siapa calon bintang pada gameweek keempat? Para manajer FPL pasti bertanya-tanya. Gameweek ini penting karena merupakan laga terakhir sebelum jeda kompetisi internasional. Penting juga karena bisa jadi akan ada beberapa pemain yang keluar dari FPL karena dijual klubnya ke luar Inggris.
Banyak sumber yang bisa digunakan untuk memprediksi. Akan tetapi pada tulisan ini, saya mengacu kepada para manajer di kompetisi FPL "Ngalor Ngidul", salah satu liga yang sudah berlangsung 8 musim dengan para pemain seluruhnya dari Indonesia. Berikut ulasannya.
ADVERTISEMENT
Mason Mount (Chelsea)
Mason Mount, harapan baru Chelsea. Foto: REUTERS/Eddie Keogh
Pemain binaan Chelsea yang berkembang pesat bersama Frank Lampard di Derby County musim lalu ini langsung mendapat tempat istimewa di Chelsea asuhan Lampard musim 2019/2020. Mengambil posisi di belakang striker tunggal, Mount membuktikan kebolehannya dengan raihan 18 poin hanya dalam dua gameweek terakhir. Mount juga main saat Chelsea ditekuk Manchester United 4-0, tapi kegagalan itu bisa kita abaikan dulu.
Poin yang cukup banyak itu dikumpulkan Mount melalui masing-masing satu gol di laga kontra Leicester City dan Norwich City. Gol Mount juga penting dalam kemenangan pertama pasukan Lampard di Premier League musim ini. Posisinya di belakang Tammy Abraham menjadikan Mount punya peluang untuk menambah pundi-pundi poinnya.
Harga Mount sendiri sudah naik 0,2 dibandingkan harga di awal musim, plus dirinya sudah mengumpulkan 4 bonus poin dari 2 laga terakhir. Dengan harga 6,2, Mount mulai menjadi pilihan banyak manajer. Pada saat tulisan ini disusun, Mount dimiliki oleh 12,4% tim di FPL dan ia ada di lima besar top transfers in, di bawah Pukki yang lagi digandrungi banyak manajer.
ADVERTISEMENT
Terlebih lagi, lawan Chelsea di gameweek 4 ini adalah Sheffield United, di kandang sendiri pula. Lawan ini tidaklah mudah, namun tentu tidak menutup peluang Chelsea akan meraih kemenangan, entah melalui gol atau juga asis dari Mount.
Persoalannya, per tulisan ini dibuat, ada tanda segitiga kuning pada status Mount di FPL, alias peluang bermainnya 75% karena cedera. Namun, sebagian manajer FPL kerap berjudi dengan status ini, soalnya memang biasanya akan main pada saat gameday.
James Maddison (Leicester City)
Pemain Leicester City, James Maddison. Foto: REUTERS / David Klein
Talenta asli Inggris lainnya, James Maddison, jadi andalan lini tengah Leicester City. Mantan pemain Norwich City ini musim lalu membuat 7 gol dan 7 asis. Musim ini, Maddison sudah bikin 2 asis. Statusnya sebagai penembak bola mati utama 'The Foxes' memang sangat krusial dalam konteks menjadi penyumbang poin.
ADVERTISEMENT
Leicester City akan berhadapan dengan Bournemouth, tim yang belum pernah clean sheet dalam tiga laga awal. Jadi, kemungkinan ada gol dari Leicester City cukup besar, bisa oleh Maddison langsung atau juga melalui umpannya.
Kepemilikan per tulisan ini ditulis adalah 11,8% alias tidak jauh berbeda dari Mount. Dalam konteks pemain pembeda, persentase belasan persen masih bisa menjadi pengungkit tim dalam sebuah liga.
Berbeda dengan kepemilikan pemain seperti Virgil van Dijk yang lebih dari 50%. Setiap dapat enam poin, itu berarti sebagian manajer FPL juga mendapatkan nilai yang sama. Jadi, enam poin itu nyaris tidak berguna.
Terlebih, Ayoze Perez yang digadang-gadang jadi andalan Leicester City musim ini usai dibeli dari Newcastle United belum padu benar, ditandai dengan penampilan lempengnya pada tiga laga awal. Sehingga, beban Maddison masih cukup besar. Dalam konteks manajemen risiko, beban itu bisa juga dipandang sebagai sebuah kesempatan. Ya, kesempatan mendulang angka.
ADVERTISEMENT
Mark Noble
Mark Noble. Foto: Reuters Africa
Nama ini agak mengejutkan bisa masuk rekomendasi. Namun setelah kembali melihat data-data, memilih Noble mendadak jadi masuk akal.
Pemain senior West Ham United ini baru main sekali dan langsung menyumbang kemenangan untuk tim London itu atas Watford. Memang, bintangnya adalah pemain baru, Sebastian Haller dengan dua golnya, namun ada 1 gol tambahan dari Noble. Dengan demikian, Noble punya 9 poin.
Noble pada musim lalu membukukan 5 gol dan 5 asis, jumlah yang tidak sedikit-sedikit amat untuk pemain berharga hanya 5,0. Terlebih, West Ham sedang bangkit usai dibabat juara bertahan Manchester City di pekan perdana. Plus, lawan West Ham berikutnya adalah Norwich City, tim yang juga belum bersih gawangnya sejak laga perdana.
ADVERTISEMENT
Keterpilihan Noble juga baru 0,5%. Sehingga sangat pantas menjadi pemain pembeda dalam sebuah skema tim yang finansialnya sudah tersedot dengan pemain-pemain mahal seperti Mo Salah maupun Sterling.
Itulah ulasan dari saya. Kira-kira, siapa yang akan benar-benar moncer akhir pekan ini? Sungguh menarik untuk disimak.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan