7 Fakta Juergen Klopp di Laga Liverpool vs Manchester United

Bapak-bapak biasa lulusan Universitas Indonesia yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara untuk mengurusi tata usaha
Tulisan dari Alexander Arie tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Juergen Klopp telah lebih dari 4 tahun membesut Liverpool. Mantan manajer Mainz dan Borussia Dortmund tersebut datang ke Anfield pada pertengahan musim 2015/2016 menggantikan Brendan Rodgers. Sejak saat itu, sampai dengan laga Manchester United versus Liverpool di Old Trafford 20 Oktober 2019 silam, Klopp sudah bersua Manchester United sebanyak 10 kali.
Nah, dari 10 laga tersebut, berikut beberapa data yang menarik untuk disimak.
Klopp Bersua Tiga Manajer Berbeda
Dari 10 laga yang terjadi sejak Klopp hadir di Liverpool baik di Premier League maupun Europa League, sang pelatih mengakhiri pertandingan dengan menyalami tiga orang yang berbeda yakni Louis van Gaal, Jose Mourinho, dan Ole Gunnar Solskjaer. Ya, ketika Liverpool begitu betah pada rezim Klopp yang baru memproduksi gelar pertengahan 2019 silam, maka dalam periode itu MU sudah beralih rezim 2 kali.
Liverpool Hanya Menang 2 Kali
Sesungguhnya Klopp patut waspada karena selama 10 laga yang telah berlangsung, dirinya hanya menang 2 kali, seluruhnya di kandang. Kemenangan itu diperoleh pada leg 1 16 besar Liga Europa 2015/2016 dan pada putaran pertama musim lalu. Kemenangan yang terakhir itu sekaligus menjadi laga pamungkas karir Jose Mourinho di Manchester.
Tim Berubah Drastis Dibanding Laga Pertama
Pertemuan pertama Klopp dengan MU bersama Liverpool digelar di Anfield awal 2016. Ketika itu gol Wayne Rooney di menit ke-78 berhasil membungkam Liverpool. Uniknya, dari 22 nama starting line up yang bermain saat itu, hanya tinggal sedikit nama yang masih eksis di klub masing-masing. Padahal, periodenya 'baru' 4 tahun alias belum terlalu lama.
Di Liverpool tersisa nama Roberto Firmino, James Milner, Jordan Henderson, dan Adam Lallana. Di MU bahkan hanya tersisa 3 nama yakni Anthony Martial, Jesse Lingard, dan David de Gea. Sisa 7 dari 22 nama alias hilang 2/3 dalam 4 tahun. Sebuah catatan turn over ratio yang sangat tinggi dari kedua tim.
Minim Gol
Dari 10 laga, hanya 16 gol yang tercipta oleh kedua tim. Liverpool dengan 9 untuk Liverpool dan 7 milik MU. Bahkan ada 3 laga yang berakhir dengan 0-0. Jumlah laga yang sama untuk skor 1-1.
MU Produktif di Babak Pertama
Dari 7 gol yang dicetak MU, hanya 2 yang dicetak pada babak kedua. Sisanya, termasuk gol Marcus Rashford di putaran pertama dicetak pada babak pertama. Sedangkan Liverpool terbilang imbang karena gol yang dicetak pada babak kedua ada 5 dari 9. Lebih banyak tapi tidak signifikan.
Penalti dan Bunuh Diri
Meski hanya 16 gol, tapi gol-gol yang tercipta mengandung banyak cerita. Antara lain adalah terciptanya gol-gol dari titik putih sebanyak 3 kali, 2 untuk Liverpool dan 1 untuk MU. Plus, adanya gol bunuh diri dari Eric Bailly. Pada saat gol bunuh diri itu dibuat, MU sendiri menang.
Marcus Rashford Pencetak Gol Terbanyak
Dari 16 gol, 3 diantaranya dicetak oleh Rashford dalam 2 laga. Jumlah itu adalah yang terbanyak dalam 10 laga terakhir. Maka, ketika Rashford dikhawatirkan tidak bermain, tentunya merupakan kehilangan besar bagi MU jika sang pemain kunci tidak turun di Anfield. Adapun 2 gol sebagai peringkat berikutnya dicetak oleh Xherdan Shaqiri hanya dalam beberapa menit pada kemenangan 3-1 di Anfield musim lalu.
Pertemuan ke-11 antara Klopp dengan MU tentu akan menarik karena sangat berkorelasi dengan pemenuhan cita-cita Liverpool meraih gelar juara Premier League yang belum pernah diperoleh plus menghentikan penantian gelar juara liga domestik yang sudah 30 tahun lamanya terjadi.
Jadi, hal menarik apa yang akan muncul pada laga di Anfield gameweek ini?
