Konten dari Pengguna

Apa Itu Social Battery? Mengapa Interaksi Sosial Bisa Menguras Energi?

firda

firda

mahasiswa ilmu komunikasi

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari firda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Source: shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Source: shutterstock

Pernah merasa lelah setelah seharian bertemu banyak orang, meskipun sebenarnya tidak melakukan aktivitas fisik yang berat? Setelahnya, mungkin muncul keinginan untuk menyendiri, beristirahat, atau sekadar menghabiskan waktu tanpa berbicara dengan siapa pun. Kondisi seperti ini sering disebut sebagai social battery. Social battery merupakan istilah populer yang digunakan untuk menggambarkan kapasitas seseorang dalam menjalani interaksi sosial sebelum merasa lelah secara emosional atau mental. Ketika social battery terasa habis, seseorang mungkin membutuhkan waktu sendiri untuk kembali merasa nyaman dan siap bersosialisasi. Kelelahan setelah bersosialisasi dapat terjadi karena interaksi sosial membutuhkan perhatian dan energi mental. Seseorang perlu mendengarkan percakapan, merespons orang lain, membaca ekspresi, serta menyesuaikan perilaku dengan situasi yang sedang dihadapi. Semakin banyak interaksi yang dilakukan, semakin besar pula energi yang mungkin dibutuhkan. Penelitian mengenai kelelahan sosial menunjukkan bahwa interaksi dengan orang lain dapat berkaitan dengan meningkatnya beban kognitif dan emosional. Kondisi tersebut dapat terasa lebih kuat ketika seseorang berada dalam lingkungan yang ramai, menghadapi banyak percakapan sekaligus, atau harus terus mempertahankan perhatian dalam waktu lama. Namun, memiliki social battery yang cepat habis tidak selalu berarti seseorang tidak suka bersosialisasi. Seseorang bisa saja menikmati bertemu teman dan tetap merasa lelah setelahnya. Karena itu, kebutuhan untuk menghabiskan waktu sendirian tidak selalu menunjukkan bahwa seseorang tidak nyaman dengan lingkungan sosial. Setiap orang juga memiliki kapasitas sosial yang berbeda. Ada orang yang merasa bersemangat setelah bertemu banyak orang, sementara yang lain membutuhkan waktu untuk memulihkan energi setelah berinteraksi. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh kepribadian, situasi sosial, tingkat stres, hingga kondisi seseorang pada saat itu. Memberikan waktu untuk beristirahat setelah banyak bersosialisasi dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga keseimbangan. Menghabiskan waktu sendirian, melakukan aktivitas yang disukai, atau sekadar menikmati suasana yang tenang dapat membantu seseorang merasa lebih siap kembali berinteraksi. Pada akhirnya, social battery merupakan istilah yang menggambarkan pengalaman umum dalam kehidupan sosial. Merasa lelah setelah bersosialisasi bukan berarti seseorang membenci orang lain. Terkadang, mengambil waktu untuk diri sendiri justru menjadi cara untuk menjaga energi dan kembali menjalani interaksi sosial dengan lebih nyaman.