Oversharing, Mengapa Tidak Semua Hal Perlu Dibagikan?

mahasiswa ilmu komunikasi
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari firda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Belakangan ini, istilah oversharing semakin sering muncul di media sosial. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kebiasaan seseorang yang membagikan terlalu banyak informasi pribadi, baik kepada orang terdekat maupun kepada publik. Meski sering dianggap sebagai bentuk keterbukaan, oversharing memiliki makna yang berbeda. Secara umum, oversharing adalah kebiasaan menceritakan informasi pribadi secara berlebihan hingga melampaui batas yang dirasa nyaman atau diperlukan. Informasi tersebut dapat berupa masalah hubungan, konflik keluarga, kondisi keuangan, hingga pengalaman pribadi yang bersifat sensitif. Sekilas, oversharing mungkin terlihat sama dengan sikap terbuka atau jujur. Namun, keduanya memiliki perbedaan. Bersikap terbuka berarti membagikan cerita dengan mempertimbangkan situasi, tujuan, dan orang yang diajak berbicara. Sementara itu, oversharing cenderung dilakukan tanpa memikirkan batasan atau dampak dari informasi yang dibagikan. Dalam beberapa situasi, seseorang dapat melakukan oversharing karena ingin mencari dukungan, merasa lega setelah bercerita, atau ingin dipahami oleh orang lain. Meski demikian, membagikan terlalu banyak informasi pribadi kepada orang yang belum dikenal atau di ruang publik dapat menimbulkan risiko, seperti penyalahgunaan informasi, hilangnya privasi, hingga penyesalan di kemudian hari. Di media sosial, oversharing sering dikaitkan dengan kebiasaan membagikan hampir setiap aspek kehidupan. Namun, tidak semua orang yang aktif bercerita dapat langsung disebut melakukan oversharing. Batas antara keterbukaan dan oversharing dapat berbeda bagi setiap orang, tergantung pada konteks, tujuan, dan jenis informasi yang dibagikan. Pada akhirnya, membagikan pengalaman pribadi bukanlah hal yang salah. Namun, memahami makna oversharing dapat membantu seseorang lebih bijak dalam menentukan informasi yang ingin dibagikan, sehingga tetap dapat menjaga privasi diri sekaligus membangun komunikasi yang sehat.
