Magang Menjadi Jurnalis, Mahasiswa Untag: Ternyata Tidak Semudah Itu!

Tim Reporter Media DPD Jawa Timur
Tulisan dari alfianaffandi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

SIDOARJO - Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) prodi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag), Muhammad Alfian Affandi mempelajari aktivitas jurnalis di Harian Disway sebagai syarat pelaksanaan kegiatan magang reguler selama 30 hari, medio Agustus hingga Oktober 2022.
Alfian mengakatan jika menjadi seorang jurnalis tidaklah mudah, karena harus mengerti beberapa poin penting seperti kaidah jurnalistik, kemampuan observasi data yang tepat, kreatifitas dalam menulis, siap melakukan reportase di lapangan, hingga penyesuaian gaya penulisan yang ada di media. "Seperti gaya penulisan yang ada di Harian Disway," ujar Alfian.
Selama 30 hari, Alfian turut menjadi bagian dari tim divisi jurnalis di Harian Disway Surabaya, dengan mengikuti beberapa kegiatan reportase lapangan, maupun mencari berita secara online. Bukti tidak mudahnya menjadi seorang jurnalis ia sampaikan jika dari sekian banyak artikel yang ia buat, tidak semuanya lolos terbit.
Namun kegigihannya dalam mendalami peran jurnalis telah ia dapatkan dengan salah satu hasil karya artikel yang berhasil diterbitkan, berjudul 'Mengenal Overthinking yang Merambah Anak Muda'. Artikel ini masuk kedalam kategori opini dan telah diterbitkan di laman online Harian Disway pada Selasa, (11/10/2022) sore.
“Saya bersyukur ada artikel saya yang berhasil diterbitkan, walaupun tidak semuanya,” ucapnya.
Mahasiswa Untag Surabaya tersebut juga mengungkapkan kekagumannya pada dunia jurnalistik yang telah ia dapatkan selama magang yang dibimbing langsung oleh tim redaktur Harian Disway, Salman Muhiddin. Menurutnya, peran seorang jurnalis sangat penting karena merekalah yang menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat, juga menjadi penghubung antar masyarakat melalui tulisannya.
"Dibalik tulisan yang fenomenal, ada peran jurnalis yang patut untuk diberikan apresiasi besar," katanya.
Dosen pembimbingnya, Hajidah Fildzahun Nadhilah Kusnadi begitu memperhatikan perkembangan mahasiswanya selama periode magang berlangsung. Menurut Alfian, dosen pembimbingnya sangat berkontribusi dalam memberikan dorongan serta bimbingan pada saat pembuatan proposal hingga menyelesaikan laporan akhir. "Saya berterima kasih padanya," ungkap mahasiswa yang kini berusia 23 tahun tersebut. (alfian Affandi)
#KitaUntagSurabaya #UntukIndonesia #UntagSurabayaKeren #EcoCampus #KampusKompeten
