Jelajah Ruang Menoreh 2026: Merayakan Alam, Ekonomi Kreatif, dan Budaya

Mahasiswa Universitas AMIKOM Yogyakarta jurusan ekonomi
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Alfia rahmawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Jelajah Ruang Menoreh 2026 kali ini mengajak masyarakat untuk menikmati keindahan alam, budaya, dan UMKM Bertemu di Satu Panggung

Sabtu, 8 Agustus 2026. Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta kembali mengadakan acara tahunan di Lapangan Boro, Desa Banjarasri, Kalibawang, Kulonprogo. Acara tersebut bernama Jelajah Ruang Menoreh 2026. Awalnya saya kira cuma acara jalan sehat biasa, ternyata seharian penuh dari subuh sampai malam.
Pukul 06.00, saya bergabung dengan rombongan lari dan jalan santai (run & walk) menyusuri rute perbukitan Menoreh. Udara masih dingin, kabut tipis masih tersisa di lereng bukit, dan pemandangannya sangat indah, sampai saya berhenti dua kali hanya untuk mengambil foto. Rasanya lucu juga, niatnya olahraga pagi, tetapi suasananya justru seperti sedang berlibur.
Selesai lari, saya berkeliling ke area pameran sembari menunggu atrean soto yang lumayan panjang. Di sini juga banyak ibu-ibu UMKM yang sedang berjualan camilan khas Kulonprogo dan bercerita bahwa ia sudah berjualan bertahun-tahun, tetapi baru kali ini mendapat "panggung" untuk bertemu pembeli dari luar daerah.
Seni tradisional yang masih kental
Menjelang siang, giliran Jathilan Rara Sawitri tampil berkolaborasi dengan Bathoro Suro Mongso Gedruk. Saya yang biasanya hanya menyaksikan kesenian tradisional lewat video di salah satu aplikasi, kali ini bisa merasakan langsung getaran gamelan dari jarak dekat. Ada rasa merinding saat melihat penari yang kesurupan, atau dalam istilah setempat disebut "ndadi" momen itu yang paling membekas di ingatan saya hingga sekarang.
Sore harinya, terdapat sesi talkshow bersama narasumber dari akademisi, praktisi, dan pemateri geopark dengan tema Pemanfaatan Perbukitan Menoreh "Merawat Warisan Bumi untuk Masa Depan : Geopark sebagai Motor Pariwisata Berkelanjutan" sambil di iringi musik keroncong dari Mangerstoni.
Malam harinya, suasana semakin meriah. Tari Angguk Modern menjadi pembuka resmi, kemudian panggung utama dimeriahkan oleh Lookita Band, Karena Mereka Band, dan di akhiri dengan Pendhoza Band.
Nilai Strategis
Nilai strategis dari penyelenggaraan Jelajah Ruang Menoreh 2026 terletak pada kontribusinya yang multidimensi. Dari sisi kesehatan, kegiatan lari dan jalan santai mendorong masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup aktif dan lebih peduli pada kebugaran fisik. Dari aspek ekonomi, acara ini membuka peluang pasar baru bagi UMKM lokal serta memberi ruang bagi komunitas kreatif untuk memperluas jejaring dan memperkenalkan produk mereka kepada khalayak yang lebih luas. Dari dimensi budaya, pertunjukan seni tradisional seperti Jathilan dan Tari Angguk Modern berperan penting dalam menjaga tradisi tetap hidup sekaligus menunjukkan bahwa warisan budaya dapat beradaptasi dengan sentuhan kontemporer. Sementara dari perspektif pariwisata, keseluruhan rangkaian acara menjadi sarana promosi yang efektif untuk memperkenalkan Menoreh sebagai destinasi terpadu yang menawarkan keindahan alam, kekayaan budaya, serta pengalaman wisata yang berkesan bagi pengunjung dari berbagai kalangan.
Kalau kamu belum pernah ke Menoreh, coba deh sekali aja ikut di acara Jelajah Ruang Menoreh tahun depan. Bukan cuma soal alamnya, tapi soal orang-orang di baliknya yang bikin tempat itu terasa berbeda.
