Ternyata Beginilah Proses Jaringan Ranti Makanan Biotik dan Abiotik Padang Pasir

Alfina Ananda, mahasiswa Pendidikan Biologi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Tulisan dari ALFINA ANANDA 2021 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Saat kalian mendengar tentang padang pasir? Apa yang tersirat dipikiranmu jika mendengar kata padang pasir? Kira - kira ekosistem apa saja yang hidup di padang pasir? Apakah ular, elang atau mikroorganisme lainya? Untuk mengetahui lebih dalam mengenai ekosistem padang pasir, mari kita simak bersama materi tentang proses jaringan ranti makanan biotik dan abiotik padang pasir.

Ekosistem darat ini meliputi wilayah yang sangat luas dan seringkali disebut sebagai biota. Ekosistem darat merupakan sistem alam, yang di dalamnya terdapat interaksi antara makhluk hidup dan juga lingkungannya.
Contoh ekosistem daratan adalah hutan hujan tropis, sabana padang rumput, tundra, padang pasir dan sebagainya. Berdasarkan pengamatan, ekosistem padang pasir memiliki ciri yang khas yaitu hamparan tanah berupa pasir yang luas serta sangat panas karena suhu siang hari yang bisa mencapai hingga 120 derajat fahrenheit dan jarang sekali hujan.
Seakan-akan tidak ada kehidupan, hamparan pasir yang tandus, bahkan bisa kekurangan kelembapan, karena air lebih cepat menguap. Tetapi nyatanya padang pasir itu memiliki kehidupan layaknya ekosistem pada umumnya.
Terdapat dua komponen pembentuk ekosistem
Dua komponen tersebut yakni komponen biotik dan komponen abiotik :
Komponen biotik mengacu kepada organisme atau makhluk seperti jenis-jenis makhluk hidup atau organisme, komponen biotik terdiri atas beberapa strata, diantaranya produsen, konsumen, dan pengurai.
Komponen abiotik mengacu sebagai bahan tak hidup yang sangat menentukan produktivitas baik dari produsen maupun konsumen serta pengurai.
Ekosistem padang pasir biotik dan abiotik
Dalam ekosistem padang pasir komponen biotik dan abiotik meliputi :
Komponen abiotik meliputi cahaya matahari, udara, batu, pasir, dan air.
Komponen biotik seperti kaktus, rumput, kelinci, serangga, rubah, kadal, anjing hutan, ular, elang, dan pengurai.
Jaringan ranti makanan ekosistem padang pasir
Jaringan makanan dapat diartikan sebagai gabungan dari rantai -rantai makanan yang saling berhubungan, jika digabung akan tumpang tindih dalam suatu ekosistem.
Jika salah satu komponen ekosistem tidak mencukupi atau tersedia dalam jumlah yang terbatas maka akan terjadi ketidak seimbangan jumlahnya.
Misalnya jika ada satu komponen pada rantai makanan jumlahnya terbatas maka seiring waktu komponen ekosistem lainnya akan punah atau habis karena kekurangan makanan dalam rantai makanan ekosistem tersebut.
Proses jaringan rantai makanan
Padang pasir memiliki rantai makanan terpendek dan rantai makanan terpanjang.
Pada rantai makanan terpendek komponennya terdiri dari energi matahari – kaktus – pengurai. Cahaya matahari bersifat sebagai komponen abiotik yang membantu kaktus sebagai produsen untuk membuat makanan dalam proses fotosintesis, sedangkan pengurai akan konsumen karena memakan kaktus yang mati.
Sedangkan pada rantai makanan terpanjang komponennya terdiri dari Cahaya matahari – Rumput – Kelinci – Rubah – Anjing Hutan (Coyote) – Pengurai dan Cahaya matahari – Rumput – Serangga – Kadal – Ular – Elang – Pengurai. Cahaya matahari bersifat sebagai komponen abiotik yang membantu rumput sebagai produsen untuk membuat makanan dalam proses fotosintesis, sedangkan kelinci dan rubah serta serangga dan kadal berkedudukan sebagai konsumen primer. Sedangkan anjing hutan , ular, dan elang sebagai konsumen sekunder.
Pada jaringan makanan ekosistem padang pasir terdapat dua komponen ekosistem biotik dan abiotik. Komponen biotik dan abiotik saling berinteraksi satu sama lain dan membentuk suatu kesatuan yang utuh.
Setiap komponen dalam ekosistem memiliki kedudukannya masing-masing. Pada komponen abiotik kedudukannya dalam jaringan rantai makanan sebagai bahan tak hidup yang sangat menentukan produktivitas baik dari produsen maupun konsumen serta pengurai. Sedangkan pada komponen biotik kedudukannya dalam jaringan rantai makanan sebagai produsen, konsumen dan pengurai atau dekomposer.
Jadi salah satu komponen ekosistem tidak mencukupi atau tersedia dalam jumlah yang terbatas maka akan terjadi ketidak seimbangan jumlahnya.
