Konten dari Pengguna

Dusun Gemulo,Desa Bulukerto Gelar Kirab Budaya ditengah masa Pandemi Covid-19.

alhamdanifian yunityo

alhamdanifian yunityo

Sedang Belajar Ilmu Komunikasi / A Learner / Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari alhamdanifian yunityo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Prosesi Kirab Budaya.
zoom-in-whitePerbesar
Prosesi Kirab Budaya.

Dusun Gemulo – Tim Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 23 Gelombang 10 Universitas Muhammadiyah Malang turut berpartisispasi dalam kegiatan kirab budaya yang dilaksanakan masyarakat Dusun Gemulo, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Pagelaran kirab budaya dalam rangka syukuran desa dilaksanakan pada bulan Suro. (20/09/2020).

Peringatan tahun baru Islam 1 Muharram atau 1 Suro merupakan salah satu bulan yang dianggap suci oleh penganut agama Islam. Hal tersebut juga menjaadi kepercayaan masyarakat Dusun Gemulo, Desa Bulukerto. Acara yang dilakukan setiap bulan Suro adalah selametan desa yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan kirab budaya yang menjadi warisan leluhur di Desa Bulukerto.

“Pelaksanaan kirab budaya dilakukan pada bulan Suro. Ini sudah menjadi tahun ke-3. Peringatan tahun ini tetap dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan,” ucap Suwantoro selaku kepala Desa Bulukerto.

Kirab budaya yang diikuti oleh warga Desa Bulukerto ini dilaksanakan selama 2 hari 2 malam dimulai dengan keberangkatan dari balai desa Bulukerto. Kirab budaya ini dilakukan sebagai wujud bahwa masyarakat di desa tersebut masih terus melestarikan kebudayaan leluhur mereka. Terdapat 3 macam kesenian yang ada dalam kirab budaya tersebut, diantaranya adalah Sanduk, Semboyo dan Reog.

Pardiin selaku ketua dari paguyuban sekar budaya mengatakan bahwa Sanduk memiliki arti mengayomi/diayomi. Sanduk dilakukan sebagai bentuk perayaan bagi seluruh warga setelah mereka bekerja keras memenuhi kebutuhan selama satu tahun tersebut. Sedangkan Reog dan Samboyo merupakan warisan budaya dari leluhur mereka dari Desa Bulukerto.

Kesenian Reog dalam kirab tersebut dibawakan oleh The Bolang Community (TBC) yang diketuai oleh Sudiono atau yang kerap dipanggil Pak Beno. Malam harinya acara tersebut dilanjutkkan dengan campur sari yang dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat desa.

Kendati masih dalam masa pandemi covid-19 seluruh kegiatan tersebut tetap dilaksanakan berdasarkan protokol kesehatan. Seluruh warga yang ingin melihat serangkaian acara tersebut diwajibkan untuk melakukan cuci tangan di tempat yang sudah disediakan dan dibantu oleh Mahasiswa PMM Kelompok 23 Gelombang 10 untuk sosialisasi penerapan bagaimana cuci tangan menggunakan sabun yang benar. Kemudian selama acara berlangsung mahasiswa PMM juga turut membantu Siswanto selaku kepala desa dalam mendokumentasikan kegiatan tersebut dan membagi masker bagi masyarakat yang menyaksikan kirab budaya tersebut.

Prosesi Sosialisasi Mencuci Tangan dengan Sabun.

Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa PMM Kelompok 23 Gelombang 10

Alhamdani Vian Y / 0822230008410