Konten dari Pengguna

Mengapa Pikirian Kita Sering Terjebak Dengan Masalah Yang Belum Selesai?

Ali

Ali

Mahasiswa psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ali tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kepikiran masalah yang belum selesai. Sumber: https://www.freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kepikiran masalah yang belum selesai. Sumber: https://www.freepik.com

Pernahkah kamu merasa sulit untuk fokus karena terus memikirkan tugas yang belum selesai? Atau mungkin kamu sulit tidur karena otakmu terus memikirikan masalah yang belum terselesaikan? Dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai Zeigarnik Effect. Apasih Zeigarnik Effect itu. Yuk, simak penjelasannya!

Zeigarnik Effect adalah istilah dalam psikologi yang ditemukan oleh Bluma Zeigarnik, seorang psikolog Rusia, pada tahun 1920-an. Dalam eksperimennya, ia menemukan bahwa manusia lebih mudah mengingat tugas-tugas yang belum selesai dibandingkan tugas yang sudah diselesaikan. Hal ini terjadi karena otak kita cenderung menyimpan informasi tentang tugas yang belum selesai sebagai "pengingat" untuk menyelesaikannya.

Efek ini berlaku juga dalam situasi emosional, seperti konflik yang belum tuntas atau keputusan yang belum diambil. Otak kita seolah "memutar ulang" situasi tersebut yang mengingatkan kita untuk menyelesaikannya.

Menurut teori kognitif, Zeigarnik Effect muncul karena otak kita lebih terfokus pada hal-hal yang belum selesai sebagai cara untuk mengelola perhatian dan memotivasi tindakan. Saat kita meninggalkan sesuatu dalam keadaan setengah jadi, otak menganggapnya sebagai PR yang belum selesai. Hal ini menciptakan ketegangan mental yang timbul secara terus-menerus dan akan mereda hanya jika tugas tersebut diselesaikan.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa Zeigarnik Effect terjadi:

1. Insting Alami untuk Menyelesaikan: Otak kita dirancang untuk mencari pola dan menyelesaikan ketidakpastian. Tugas yang belum selesai menciptakan ketidakseimbangan yang perlu diatasi.

2. Pentingnya Tugas: Semakin penting tugas tersebut, semakin kuat pengaruhnya terhadap pikiran kita.

3. Kurangnya Penutupan Emosional: Dalam konteks hubungan sosial, percakapan atau konflik yang belum selesai bisa memicu efek ini karena kita mencari resolusi emosional.

Meskipun Zeigarnik Effect dapat menjadi motivator yang baik, efek ini dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mental dan produktivitas jika tidak dikelola dengan baik. Beberapa dampaknya seperti:

1. Stres dan Kecemasan: Otak kita jadi memikirkan secara terus-menerus tentang tugas yang belum selesai sehingga dapat menyebabkan stres kronis dan meningkatkan kecemasan.

2. Overthinking: Pikiran kita dapat terjebak dalam lingkaran overthinking, di mana kita terus memikirkan masalah tanpa mengambil langkah konkret untuk menyelesaikannya.

3. Tidak Fokus: Pikiran tentang tugas yang belum selesai bisa mengganggu konsentrasi pada pekerjaan lain sehingga menyebabkan produktivitas menurun.

4. Kualitas Tidur yang Buruk: Banyak orang sulit tidur karena terus memikirkan hal-hal yang belum tuntas.

Agar Zeigarnik Effect tidak menjadi beban mental, ada beberapa strategi yang dapat digunakan untuk mengelolanya:

1. Buat Catatan Tugas

Menulis tugas atau masalah yang belum selesai dapat membantu otak untuk "melepaskan" sementara beban tersebut. Hal ini dapat membuat diri kita menjadi terkontrol karena kamu tahu apa yang harus diselesaikan.

2. Mulai dengan Tugas Kecil

Dengan memulai pekerjaan, diri kita akan mendapat motivasi. Misalnya, jika tugasmu menulis laporan, mulailah dengan menulis judul atau garis besar. Hal ini akan memanfaatkan Zeigarnik Effect untuk mendorong dirimu menyelesaikan sisanya.

3. Tetapkan Prioritas

Tidak semua tugas atau masalah memiliki urgensi yang sama. Buat daftar prioritas dari semua tugas atau masalah yang kamu miliki supaya kamu dapat menentukan apa yang harus diselesaikan terlebih dahulu, sehingga beban mental dapat berkurang.

4. Berikan Penutupan Sementara

Jika kamu tidak bisa menyelesaikan tugas secara langsung, coba berikan "penutupan sementara." Misalnya, jika kamu memiliki konflik dengan teman, buat janji untuk mendiskusikannya di waktu yang tepat. Ini dapat membantu otakmu untuk memikirkan resolusi yang tepat.

5. Gunakan Teknik Pomodoro

Teknik Pomodoro adalah teknik manajemen waktu yang bertujuan untuk meningkatkan fokus dan produktivitas. Teknik ini menggunakan interval waktu tertentu untuk bekerja dan istirahat. Contohnya kamu memiliki waktu belajar selama 60 menit, kamu belajar selama 20 menit kemudian istirahat 10 menit dan diulang-ulang sampai waktu belajarmu habis.

6. Latihan Mindfulness

Mindfulness dapat membantu melatih otak untuk fokus pada keadaan saat ini daripada terus-menerus memikirkan hal yang belum selesai. Ini juga efektif untuk meredakan kecemasan dan meningkatkan kestabilan emosi.

Jadi, Zeigarnik Effect adalah fenomena psikologis yang menunjukkan bagaimana pikiran kita dapat terikat pada tugas atau masalah yang belum selesai. Meskipun efek ini bisa menjadi motivator untuk menyelesaikan pekerjaan, ia juga dapat menjadi sumber stres jika tidak dikelola dengan baik. Dengan memahami cara kerjanya dan menerapkan strategi untuk mengatasinya, kita bisa lebih produktif, fokus, dan tenang dalam menghadapi tantangan sehari-hari. Yuk manfaatkan Zeigarnik Effect dan hadapi semua masalah dengan tenang!

DAFTAR PUSTAKA

Ketahui Cara Memanfaatkan Zeigarnik Effect untuk Tingkatkan Produktivitas. (2021). Retrieved 5 Desember 2024, from https://glints.com/id/lowongan/zeigarnik-effect/#.YY5rnmBBzb3

Mengenal Fenomena Zeigarnik Effect. Retrieved 5 Desember 2024, from https://www.alodokter.com/mengenal-fenomena-zeigarnik-effect

Mengenal Zeigarnik Effect, Kebiasaan Mengingat Pekerjaan yang Belum Usai. Retrieved 5 Desember 2024, from https://satupersen.net/blog/mengenal-zeigarnik-effect