Konten dari Pengguna

Magang di KPPU Kanwil VII Yogyakarta, Ternyata Gak Cuma Urusan Hukum Saja!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhamad Haidar Ali Murtado tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pagi itu, 10 Agustus 2026, menjadi hari yang saya tunggu-tunggu. Setelah menempuh perjalanan selama 40 menit akhirnya saya sampai di gerbang depan KPPU, saya melangkahkan kaki ke kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil VII Yogyakarta untuk pertama kalinya. Saya adalah mahasiswa Manajemen semester 5 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang sedang mengikuti program magang dari Prodi Manajemen UMY, yaitu program "Magang Berdampak." Bedanya dengan magang biasa, program ini dirancang khusus untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman kerja nyata yang setara dengan 20 SKS! Bayangkan, selama 4 bulan ke depan, aktivitas saya di KPPU akan menggantikan sejumlah mata kuliah pilihan di kampus. Tentu ini bukan sekadar formalitas, tapi benar-benar ajang pembuktian apakah ilmu manajemen yang saya pelajari selama 2 tahun terakhir bisa diaplikasikan di dunia nyata.

Dokumentasi Hari Pertama Magang di KPPU Kanwil VII Yogyakarta (Dokumen Pribadi).
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Hari Pertama Magang di KPPU Kanwil VII Yogyakarta (Dokumen Pribadi).

KPPU merupakan sebuah institusi independen yang didirikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999, dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan DPR. Institusi ini memiliki tiga tanggung jawab utama: menegakkan aturan persaingan usaha, memberikan rekomendasi dan pertimbangan kebijakan kepada pemerintah mengenai persaingan, serta mengawasi proses merger dan akuisisi. Sejak tahun 2008, KPPU juga diberikan tanggung jawab tambahan untuk mengawasi kolaborasi antara perusahaan besar dan UMKM. Dengan hak untuk menyelidiki, memeriksa, dan memutuskan dugaan pelanggaran terhadap persaingan usaha yang tidak sehat, KPPU berfungsi seperti "wasit" dalam arena bisnis di Indonesia.

Hari-hari pertama saya dihabiskan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Di KPPU Kanwil VII Yogyakarta, program magang menerapkan sistem rolling berkelompok. Selama 4 bulan penuh (hingga pertengahan Desember nanti), setiap peserta magang akan merotasi dan mengenal berbagai divisi mulai dari Penegakan Hukum, Kajian dan Advokasi, hingga Administrasi. Saya bersama rekan saya ditempatkan di salah satu divisi yaitu divisi Penegakan Hukum.

Selama menjalani program Magang Berdampak yang hampir satu bulan ini, saya terlibat dalam beragam aktivitas seperti membantu pembuatan konten media sosial KPPU, mengikuti diskusi internal bersama ketua kanwil vii, hingga mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh divisi Penegakan Hukum. Saya juga menyaksikan langsung bagaimana KPPU melakukan pengawasan ketat terhadap persaingan usaha khususnya harga semen di Jawa Tengah Yogyakarta.

Dari pengalaman yang telah saya lalui dalam beberapa minggu terakhir (dan akan terus berlanjut selama 4 bulan ke depan), terdapat beberapa pelajaran berharga yang tidak akan saya temukan di lingkungan akademis:

Pertama, perhatian terhadap detail adalah segalanya. Dalam lingkungan akademis, kesalahan kecil mungkin hanya berdampak pada pengurangan nilai. Namun, di KPPU, kesalahan kecil dapat memengaruhi proses penegakan hukum dan kebijakan publik. Sebagai seorang mahasiswa manajemen, saya menyadari bahwa ketelitian bukan hanya sebuah soft skill, tetapi merupakan suatu keharusan.

Kedua, integritas adalah hal yang tidak bisa dinegosiasikan. Data perusahaan dan hasil penelitian yang kami akses selama magang ini bersifat rahasia. Mempertahankan kepercayaan tersebut memberikan saya pemahaman tentang apa itu profesionalisme yang sejati. KPPU sebagai lembaga semi-yudisial memiliki wewenang untuk menyelidiki, memeriksa, dan memutuskan perkara terkait persaingan usaha dan semua itu hanya dapat terlaksana jika setiap individu di dalamnya menjaga integritas.

Ketiga, kolaborasi memberikan pandangan yang lebih luas. Bekerja sama dengan mahasiswa dari berbagai universitas dan latar belakang mengajarkan saya bahwa ragam perspektif justru meningkatkan kualitas kerja. Setiap keputusan yang dibuat di tingkat pusat perlu dapat diimplementasikan dengan baik di daerah, dan begitu pula sebaliknya temuan di lapangan menjadi informasi penting untuk perbaikan kebijakan di tingkat nasional.

Program "Magang Berdampak" yang mengkonversi 20 SKS ini benar-benar menunjukkan bahwa pengalaman praktis di lembaga pemerintahan sama berharganya dengan pembelajaran dalam kelas. Kini, setiap kali saya melihat berita mengenai harga pangan atau kebijakan ekonomi, sudut pandang saya telah berubah. Saya tidak lagi membaca sebagai konsumen biasa, tetapi dari perspektif seorang mahasiswa magang yang telah menyaksikan langsung bagaimana KPPU berusaha keras menjaga keadilan pasar bagi setiap orang di Indonesia.

Magang di KPPU Kanwil VII Yogyakarta yang dimulai pada 10 Agustus 2026 ini mungkin masih dalam tahap awal, tetapi pelajaran mengenai ketelitian, integritas, dan profesionalisme akan saya bawa jauh setelah program magang 4 bulan ini berakhir. Bagi siapa saja yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program Magang Berdampak di lembaga ini, hargai setiap momen yang ada karena di balik tumpukan dokumen dan risalah yang tampak membosankan, terdapat pelajaran berharga yang tidak ternilai.