Konten dari Pengguna

KKN UNY 2026 Sulap Tutup Botol Bekas Menjadi Gantungan Kunci

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Alif Abrilian Muhammad tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto bersama peserta pelatihan. Dok. Pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama peserta pelatihan. Dok. Pribadi.

Sleman — Tumpukan tutup botol plastik yang kerap dianggap sebagai sampah ternyata dapat berubah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi. Gagasan inilah yang diwujudkan oleh mahasiswa KKN Mandiri kelompok 30487 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 2026 bersama warga Dusun Gandok Kadilobo, Kalurahan Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, melalui pelatihan pembuatan gantungan kunci dari tutup botol bekas pada Rabu, 19 Agustus 2026. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dalam mengolah sampah anorganik menjadi kerajinan sederhana yang memiliki potensi nilai jual. Selain mengurangi limbah plastik, kegiatan ini juga membuka peluang lahirnya produk suvenir berbasis daur ulang. Dalam pelaksanaannya, tutup botol dikumpulkan terlebih dahulu dari bank sampah setempat dengan dibantu oleh pemuda karang taruna, kemudian tutup botol dibersihkan terlebih dahulu agar higienis, selanjutnya tutup botol yang sudah dibersihkan dipotong kecil-kecil. Setelah itu peserta diajak untuk mengambil tutup botol yang sudah dipotong-potong tersebut untuk dipanaskan menggunakan setrika. Pemanasan menggunakan setrika memerlukan waktu beberapa saat sampai tutup botol tersebut mulai meleleh. Setelah meleleh sempurna, tutup botol tersebut dicetak menggunakan cetakan yang sudah disediakan. Proses mencetak harus segera dilakukan sebelum tutup botol tadi mulai memadat kembali. Hasilnya, setiap peserta membawa pulang karya unik dengan karakter dan desain yang berbeda sesuai dengan keinginan mereka.

Hasil gantungan kunci dari tutup botol. Dok. Pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Hasil gantungan kunci dari tutup botol. Dok. Pribadi.

"Program ini bagus untuk mengelola limbah plastik menjadi lebih bernilai karena biasanya hanya langsung dijual ke bank sampah," ujar salah satu warga Gandok Kadilobo yang mengikuti pelatihan ini. Mahasiswa KKN UNY menilai bahwa pengelolaan sampah tidak selalu dimulai dari teknologi yang rumit, melainkan dari kreativitas memanfaatkan barang yang tersedia di sekitar. Melalui pendekatan tersebut, sampah plastik dipandang bukan lagi sebagai akhir dari sebuah benda, melainkan awal dari sebuah produk baru yang memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat. Lewat program ini, Kelompok KKN UNY 2026 berharap budaya daur ulang dapat tumbuh di Dusun Gandok Kadilobo sekaligus mendorong masyarakat untuk mengembangkan kerajinan ramah lingkungan sebagai sumber nilai tambah bagi lingkungan dan perekonomian desa.