Upaya Indonesia dalam Industri Manufaktur Internasional pada ITAP 2022

Mahasiswa Semester 5 Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Jurusan Hubungan Internasional
Konten dari Pengguna
1 Desember 2022 17:32
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Alif Rizky Maulana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pintu Masuk Singapore Expo dengan plang ITAP 2022 (sumber foto: pribadi/penulis)
zoom-in-whitePerbesar
Pintu Masuk Singapore Expo dengan plang ITAP 2022 (sumber foto: pribadi/penulis)
ADVERTISEMENT
ITAP 2022 adalah acara pameran yang diadakan oleh Hannover Messe event. ITAP adalah singkatan dari Industrial Transformation Asia Pacific. Acara ini diadakan pada tanggal 18 sampai 20 Oktober 2022 di Singapore Expo, Singapura. Pada tahun ini, ITAP telah memasuki edisi kelima. ITAP menghadirkan berbagai macam teknologi terkini perusahaan-perusahaan luar negeri di sektor industri. Tak hanya itu, ada juga acara live action di beberapa tempat yang telah disediakan oleh panitia. Acara ini disediakan panitia untuk mengakomodasi perusahaan atau delegasi suatu negara yang ingin meluncurkan produk, mempromosikan produk yang dibawa, atau mempromosikan negara.
Daftar perusahaan-perusahan Indonesia yang mengikuti ITAP 2022 (sumber foto: penulis/pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Daftar perusahaan-perusahan Indonesia yang mengikuti ITAP 2022 (sumber foto: penulis/pribadi)
ITAP 2022 mengundang perusahaan-perusahaan lebih dari 20 negara berbeda. ITAP 2022 dihadiri lebih dari 70 negara dan wilayah di dunia dengan target lebih dari 18.000 pengunjung. ITAP 2022 juga mengundang perusahaan-perusahaan dari Indonesia. Ada 7 perusahaan asal Indonesia yang menjadi delegasi pada acara tersebut.
ADVERTISEMENT
Perusahaan-perusahaan tersebut adalah CV AMX UAV Technologies, FROGS Indonesia, PT Aria Agri Indonesia, PT Bentara Tabang Nusantara (BETA), PT Oneject Indonesia, PT Stechoq Robotika Indonesia, dan PT Terra Drone Indonesia. Perusahaan-perusahaan ini memamerkan produk mereka dalam satu area yang sama, yaitu area paviliun Indonesia. Paviliun Indonesia dikoordinasikan oleh Kemenperin (Kementerian Perindustrian). Pada ITAP tahun ini, Indonesia mengusung tema industri drone dan alat-alat kesehatan.
Momen ketika para delegasi Indonesia menjadi pembicara dalam Country-Focused Segments pada panggung live action (sumber foto: tim media Stechoq)
zoom-in-whitePerbesar
Momen ketika para delegasi Indonesia menjadi pembicara dalam Country-Focused Segments pada panggung live action (sumber foto: tim media Stechoq)
Sejak hari pertama, paviliun Indonesia tidak pernah sepi dari pengunjung pameran. Selalu ada pengunjung yang menghampiri dan menanyakan tentang produk-produk yang dibawa. Tak jarang, beberapa dari mereka ingin mengadakan sebuah kerjasama dengan perusahaan-perusahaan Indonesia tersebut. Bahkan, ada juga perwakilan dari perusahaan luar negeri ataupun negara lain yang ingin bekerja sama dan memperluas cabang perusahaannya di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Antusiasme pengunjung pameran dan perwakilan perusahaan luar negeri semakin meningkat. Hal ini terjadi setelah delegasi Indonesia yang diwakili Febie Yuriza, Ketua II ASPAKI (Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia), Dian Rusdiana, Ketua Umum ASTTA (Asosiasi Sistem dan Teknologi Tanpa Awak), dan Muh Fajrian Iskandar, perwakilan PT Stechoq Robotika Indonesia membicarakan tentang kapabilitas industri alat-alat kesehatan dan drone di Indonesia dalam Country-Focused Segments pada panggung live action. Sebelum perwakilan Indonesia melakukan diskusi mengenai hal tersebut, ada sebuah sambutan yang diwakili oleh Bapak H.E. Suryo Pratomo, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia di Singapura dan Bapak Solehan, Koordinator Program Ditjen ILMATE, Kemenperin.
Pada acara ini, Indonesia mengusung tema pembicaraan mengenai forum bisnis dan investasi. Tujuan dari pengangkatan tema bagi Indonesia dalam acara tersebut adalah untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan luar negeri dan menarik para investor untuk berinvestasi di sektor manufaktur Indonesia. Sehingga, hal tersebut dapat meningkatkan perkembangan teknologi dan perekonomian di Indonesia.
Sesi foto bersama Bapak H.E. Suryo Pratomo dan rombongan KBRI Singapura ditemani oleh delegasi perusahaan-perusahaan Indonesia di Paviliun Indonesia (sumber foto: pribadi/penulis)
zoom-in-whitePerbesar
Sesi foto bersama Bapak H.E. Suryo Pratomo dan rombongan KBRI Singapura ditemani oleh delegasi perusahaan-perusahaan Indonesia di Paviliun Indonesia (sumber foto: pribadi/penulis)
Setelah menjadi pembicara dan melakukan sambutan pada acara live action, Bapak H.E. Suryo Pratomo beserta rombongan KBRI Singapura mengunjungi paviliun Indonesia dan mengadakan foto bersama di sana. Di sana, Bapak H.E. Suryo Pratomo mengatakan bahwa ITAP telah membantu Indonesia dalam meningkatkan daya saing sektor industri melalui inovasi dan teknologi sejak tahun 2020. Beliau juga mengatakan bahwa delegasi Indonesia akan sukses membawakan wajah industri 4.0 Indonesia pada acara tahun ini.
ADVERTISEMENT
Kunjungan rombongan KBRI Singapura berhasil mempengaruhi peningkatan jumlah pengunjung paviliun Indonesia. Adanya peningkatan ini menunjukkan bahwa Indonesia selalu menjadi perhatian pada setiap acara internasional yang diikuti. Tak hanya itu, banyak perwakilan dari perusahaan dan kementerian suatu negara yang mencari perwakilan dari Kemenperin (Kementerian Perindustrian) ataupun perwakilan dari perusahaan-perusahaan yang ikut menjadi delegasi Indonesia.
Momen ketika Muh Fajrian Iskandar, perwakilan perusahaan PT Stechoq Robotika Indonesia menjelaskan produk yang dibawa (sumber foto: pribadi/penulis)
zoom-in-whitePerbesar
Momen ketika Muh Fajrian Iskandar, perwakilan perusahaan PT Stechoq Robotika Indonesia menjelaskan produk yang dibawa (sumber foto: pribadi/penulis)
Masyarakat internasional selalu ingin mengetahui hal-hal baru yang terjadi di Indonesia. Hal ini tercermin dari respons pengunjung pameran ketika para delegasi Indonesia menjelaskan deskripsi produk yang dibawa. Salah satunya adalah ketika Muh Fajrian Iskandar, perwakilan perusahaan PT Stechoq Robotika Indonesia dan Alif Rizky Maulana, mahasiswa peserta studi independen bersertifikat asal Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur yang mengikuti program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) milik Kemendikbud di PT Stechoq Robotika Indonesia menjelaskan tentang produk alat kesehatan yang dibawa, yaitu ventilator R-03.
Foto ventilator R-03 bersama Bapak H.E. Suryo Pratomo, Bapak Solehan, perwakilan PT Stechoq Robotika Indonesia, dan perwakilan Kemenperin lainnya (sumber foto: pribadi/penulis)
zoom-in-whitePerbesar
Foto ventilator R-03 bersama Bapak H.E. Suryo Pratomo, Bapak Solehan, perwakilan PT Stechoq Robotika Indonesia, dan perwakilan Kemenperin lainnya (sumber foto: pribadi/penulis)
Produk ventilator R-03 adalah hasil kerjasama dari PT Swayasa Prakarsa, PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri (YPTI), PT Stechoq Robotika Indonesia, dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Produk ini telah mendapatkan sertifikasi distribusi alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan telah mendapatkan izin etik untuk uji klinis dari Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito. Produk ventilator ini adalah produk asli buatan Indonesia. Hal ini membuat pengunjung-pengunjung pameran kagum terhadap perkembangan sektor industri Indonesia.
Momen ketika Alif Rizky Maulana, mahasiswa peserta studi independen bersertifikat asal Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur di PT Stechoq Robotika Indonesia menjelaskan produk yang dibawa (sumber foto: tim media Stechoq)
zoom-in-whitePerbesar
Momen ketika Alif Rizky Maulana, mahasiswa peserta studi independen bersertifikat asal Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur di PT Stechoq Robotika Indonesia menjelaskan produk yang dibawa (sumber foto: tim media Stechoq)
Berdasarkan hal-hal di atas, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu negara maju dalam sektor industri manufaktur di lingkungan internasional. Hal ini karena indonesia telah dan selalu menjadi perhatian masyarakat internasional dalam acara internasional. Tingginya minat dan antusiasme pengunjung serta para perwakilan perusahaan luar negeri terhadap delegasi Indonesia dalam acara ITAP 2022 menjadi bukti bahwa Indonesia mempunyai potensi untuk mengembangkan inovasi dan teknologi dalam sektor industri manufaktur.
ADVERTISEMENT
Potensi tersebut dapat dicapai melalui kerjasama dan kolaborasi yang terjalin antar perusahaan luar negeri ataupun antar pemerintah negara lain. Adanya transfer teknologi yang terjadi, investasi asing yang masuk, dan dukungan dari pemerintah dalam mengembangkan bisnis industri manufaktur menjadi penunjang potensi yang dimiliki Indonesia. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi salah satu negara maju dalam industri manufaktur di dunia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020