Peran Penting Guru dalam Mengembangkan Kemampuan Kognitif Siswa

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Alifa Zakiya Azmi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkembangan kognitif merupakan kemampuan anak dalam berpikir lebih kompleks serta kemampuan melakukan penalaran dan pemecahan masalah. Dengan berkembangnya kemampuan kognitif seorang anak, maka ia akan menguasai pengetahuan umum secara lebih luas.
Seorang guru, sangat penting untuk memiliki pengetahuan mendalam mengenai kemampuan kognitif. Guru hendaknya memahami makna kemampuan kognitif, mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan kognitif, dan mengerti caranya menghadapi perbedaan karakteristik siswa.
Mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan kognitif menjadi penting karena dapat mengantisipasi hambatan pada proses perkembangan anak. Proses perkembangan tersebut dapat dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu:
Hereditas atau pewarisan sifat. Pewarisan sifat yang diturunkan orang tua kepada anaknya merupakan fasilitas kepada anak yang baru lahir untuk menyesuaikan diri dan dapat mengatur waktu jalannya perkembangan pada tahun-tahun yang akan datang.
Pengalaman-pengalaman dengan hereditas fisik. Hal ini merupakan dasar perkembangan struktur kognitif.
Transmisi sosial. Kegiatan ini digunakan untuk mempresentadikan pengaruh budaya terhadap pola pikir anak.
Ekuilibrasi. Menurut Jean Piaget ekuilibrasi adalah mengorganisasi pengalaman dan mencapai adaptasi maksimal. Alasan yang memperkuat hal ini adalah ketika anak secara aktif berinteraksi dengan lingkungannya.
Tak hanya faktor-faktor di atas saja yang perlu diperhatikan seorang guru. Guru juga harus mengerti bagaimana cara menyikapi siswa yang karakteristiknya berbeda-beda.
Guru dapat memilih metode pembelajaran yang sudah disesuaikan untuk semua siswa. Selain itu, guru sangat dilarang keras untuk bersifat tidak adil. Hendaknya, sebagai seorang guru menyayangi dan memberikan perlakuan yang adil kepada seluruh siswanya.
Memberikan motivasi kepada siswa juga dapat menjadi salah satu hal yang dapat dilakukan seorang guru. Tak hanya itu, guru harus dapat bersosialisasi dan berinteraksi secara aktif dan baik kepada siswanya.
Meskipun guru dilarang untuk bersifat tidak adil, tapi penting bagi guru untuk memberikan perhatian lebih kepada siswanya yang kurang mahir. Hal ini diperlukan agar siswa tersebut tidak merasa tertinggal dan rendah diri. Memperhatikan siswa yang kurang mahir bukan berarti tidak memberikan perhatian kepada siswa yang lain. Penting bagi guru untuk memberikan porsi perhatian yang tepat kepada siswa sesuai kondisi.
