Konten dari Pengguna

Teori Kognitif Jean Piaget serta Implikasinya dalam Pembelajaran

Alifa Zakiya Azmi

Alifa Zakiya Azmi

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Alifa Zakiya Azmi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Foto Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Foto Pribadi

Jean Piaget mengungkapkan teorinya mengenai perkembangan kognitif. Teorinya mewakili kontruktivisme. Teori ini adalah mengenai pandangan mengenai kognisi yang menekankan tentang peran aktif pelajar dalam membangun pemahaman tentang realitas secara mandiri. Para pelajar aktif membangun pengetahuan dengan menyesuaikan diri dan menyediakan informasi baru. Piaget beranggapan dan percaya jika semua anak dilahirkan dengan kecenderungan untuk berinteraksi dengan lingkungan dan memahaminya.

Menurut Piaget seorang anak mengalami empat tahapan kemajuan dalam kecerdasan atau kemampuan kognisinya. Empat tahapan tersebut ialah:

  1. Tahap sensorimotor (bayi lahir hingga usia 2 tahun). Tahapan ini adalah tahapan awal, saat anak kecil mulai mempelajari dan menjelajahi dunia. Ia beranggapan jika bayi memiliki perilaku bawaan, yaitu refleks.

  2. Tahap praoperasional (Usia 2 hingga 7 tahun). Saat tahapan ini, anak-anak memiliki kecakapan yang luas untuk memikirkan segala sesuatu. Pada tahapan ini anak-anak berkembang dengan kecepatan yang luar biasa.

  3. Tahap operasional konkret (Usia 7 hingga 11 tahun). Tahapan ini, adalah tahapan di mana anak-anak sudah mulai berpikir logis, namun kemampuan ini hanya digunakan pada kondisi yang sudah dikenali.

  4. Tahap operasional formal (Usia 11 hingga dewasa). Anak-anak pada tahapan ini dufaj dapat menghadapi hipotesis abstrak, bernalar secara logis, dan membayangkan situasi-situasi yang belum terjadi, seperti masa depan.

Pemikiran-pemikiran Piaget dapat diimplikasikan dalam pembelajaran, di antaranya:

  1. Menggunakan pendekata konstruktivis. Menurut Piaget, anak-anak akan belajar lebih baik jika dihadapkan dengan masalah dan mencari solusinya sendiri.

  2. Fasilitasi anak dalam belajar. Guru perlu menciptakan keadaan di mana anak-anak akan belajar dengan tindakan langsung. Guru diminta untuk mendampingi dengan cara mendengarkan, mengamati, dan mengajukan pertanyaan.

  3. Pertimbangkan pengetahuan dan tingkat pemikiran anak. Anak-anak memiliki banyak pemikiran tenfsng dunia, dan berbeda dari pandangan orang dewasa. Guru berperan sebagai pendamping, yang akan memahami dan merespon pemikiran-pemikiran tersebut.

Teori Piaget sangat bermanfaat untuk dikaji dan dipelajari secara mendalam. Penting bagi para guru untuk memahami dan mengaplikasikan teori-teori Piaget. Gutu berperan sebagai pendamping yang siap untuk memahami, memberi pemahaman, dan mengarahkan anak didiknya.