Arsip Rusak, Penghambat Utama Data Vital Perusahaan?

Mahasiswi Universitas Ciputra Surabaya
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Alifah Aqil Khoirunissa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Musuh Arsip Datang Tanpa Suara
Rayap tak pernah mengetuk pintu saat masuk ke ruang arsip. Begitu pula jamur yang tumbuh perlahan di tumpukan dokumen yang disimpan di ruangan lembap. Musuh-musuh ini bekerja diam-diam, tapi dampaknya menghancurkan.
Di banyak kantor dan institusi, arsip sering hanya ditumpuk tanpa perhatian. Ditaruh di kardus, diletakkan di lantai, atau disimpan di ruangan tanpa sirkulasi udara. Padahal, semua itu jadi ladang empuk bagi rayap dan jamur.
Baca Juga Tahap-tahap solusi membasmi hama pada area arsip anda!
Tak butuh waktu lama sampai kertas mulai rapuh, tinta memudar, dan halaman saling menempel karena lembap. Saat butuh dokumen itu, yang tersisa hanya serpihan tak terbaca.
Ketika Kertas Rusak, Masalah Mulai Muncul
Kerusakan arsip bukan cuma soal penampilan fisik. Dampaknya bisa meluas ke berbagai aspek penting dalam operasional kantor dan lembaga.
Misalnya, dokumen legal yang tak bisa dibaca lagi bisa membatalkan proses hukum. Sertifikat, kontrak, atau dokumen keuangan yang rusak bisa membuat instansi kehilangan data penting. Untuk organisasi pemerintah, arsip yang hilang memperlambat pelayanan publik, bahkan menimbulkan potensi sengketa.
Lebih dari itu, banyak arsip menyimpan sejarah. Dokumen pendirian, surat keputusan, hingga naskah bersejarah—semuanya tidak akan bisa diganti jika rusak.
Dan semua itu bisa terjadi hanya karena satu hal: pengabaian.
Baca Juga Solusi Hama di Arsip Anda
Cegah Sekarang, Jangan Menyesal Nanti
Kabar baiknya, kamu bisa mencegah semua itu. Tidak butuh teknologi mahal, hanya butuh perhatian dan kedisiplinan. Berikut adalah tips-tips perlindungannya:
1. Simpan arsip di ruangan kering dengan ventilasi cukup
Pastikan suhu stabil dan tidak lembap. Gunakan lemari logam atau rak tertutup, hindari kardus atau rak kayu yang mudah lapuk dan disukai rayap.
2. Lakukan pengecekan rutin
Minimal setiap enam bulan, periksa kondisi arsip dan ruang penyimpanan. Jika ditemukan tanda jamur, segera keringkan. Jika ada jejak rayap, segera lakukan tindakan.
3. Jangan lupakan digitalisasi
Scan dokumen penting dan simpan dalam format digital untuk cadangan. Ini bukan hanya efisiensi, tapi investasi masa depan.
Dan untuk perlindungan ekstra, lakukan fumigasi atau penyemprotan antijamur secara berkala. Langkah ini sering terlewat, padahal sangat efektif.
Kesimpulan
Arsip memang diam. Tapi jika rusak, ia bisa membuat satu institusi lumpuh. Maka jangan tunggu semuanya hancur baru bertindak. Jagalah arsip sebaik kamu menjaga reputasi dan sejarah lembaga tempatmu bekerja.
Topik Yang Mungkin Anda Tertarik: Arsip Kena Hama: Ancaman Serius bagi Dokumen Penting
