Konten dari Pengguna

Sustainable Fashion: Gaya Hidup Berkelanjutan Melalui Fashion

alifah refianaya drajat

alifah refianaya drajat

Mahasiswi Program Studi Kimia Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

·waktu baca 4 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari alifah refianaya drajat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fashion design,. (sumber: iStock. https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTEEXP_S36NrYBXrWJBzXicE5hbHb_p5fAruw&s)
zoom-in-whitePerbesar
Fashion design,. (sumber: iStock. https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTEEXP_S36NrYBXrWJBzXicE5hbHb_p5fAruw&s)

Tren fashion di dunia telah mengalami perjalanan panjang. Dari tahun ke tahun tren fashion semakin berkembang mengikuti era yang terjadi saat ini dan terus menciptakan arus kreativitas dan membawa konsep baru ke dunia fashion design.

Tren fashion seringkali didorong oleh selebriti dan influencer. Penampilan dan gaya mereka di depan media publik serta kolaborasi dengan merek fashion ternama berkontribusi pada tren yang menjadi acuan bagi pengikut mereka.

Fakta dibalik Berkembangnya Fast Fashion terhadap Penurunan Kualitas Lingkungan

Dampak fast fashion terhadap lingkungan. (Sumber: shutterstock. https://www.shutterstock.com/id/editorial/image-editorial/discarded-secondhand-clothes-cover-beach-coastal-fishing-13047839a)

Industri fashion menjadi salah satu kontributor utama dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2022. Menurut Direktorat Statistik Industri berdasarkan data Survei Tahunan Perusahaan Industri Manufaktur (STOIM) 2020 menunjukkan bahwa sektor industri ini menyumbang sekitat 7,31% dari total industri manufaktur, berada di bawah industri makanan.

Namun, dibalik kontribusi ekonomi yang begitu signifikan, terdapat sisi gelap dari sektor ini. Produksi fast fashion menekankan pada sistem produksi massal, siklus mode yang singkat, serta harga yang terjangkau, sehingga terjadi pengonsumsian pakaian berlebihan dan budaya pemborosan yang mengancam menurunnya kualitas lingkungan. Berdasarkan data Kementrian Perindustrian tahun 2020, menunjukkan bahwa limbah tekstil adalah pencemar air kedua terburuk di dunia setelah limbah industri, “Menurut data kami, dari total 200 miliar potong pakaian yang diproduksi setiap tahun, 85% diantaranya berakhir di tempat sampah," katanya. Sekitar 33 juta ton pakaian yang diproduksi, sebanyak satu juta diantaranya menjadi limbah tekstil tiap tahun. Bahan produksi pakaian seperti polyester akan memberikan pengaruh buruk bagi kualitas sumber air. Hal ini disebabkan oleh kandungan microfiber dalam polyester yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat terurai, sehingga dapat menambah kadar plastik apabila dibuang di sungai atau laut. Selain itu, industri fast fashion juga menjadi penyumbang terbesar emisi gas karbon hingga mencapai 10% dari total global. Angka ini menunjukkan angka yang lebih besar dibanding industri penerbangan yang hanya berkontribusi sebanyak 2% terhadap emisi karbon.

Sustainable Fashion: Fashion Berkelanjutan untuk Menjaga Ekosistem Lingkungan

Melonjaknya limbah tekstil yang dihasilkan industri fashion mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya sustainable fashion. Sustainable fashion menjadi solusi dari fast fashion untuk menciptakan fashion berkelanjutan bergaya ramah lingkungan. Sustainable fashion berfokus pada pembuatan produk dengan proses yang tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekaligus membuat produk dengan harga terjangkau dan mengembalikan keseimbangan ekosistem lingkungan. Terdapat beberapa brand di Indonesia yang telah melakukan produksi sustainable fashion, diantaranya: Sejauh Mata Memandang, Imaji Studio, dan Kana Goods.

Adapun ciri-ciri dari sustainable fashion sebagai upaya dalam menjaga kelestarian lingkungan:

1. Animal free, sustainable fashion menekankan pada bahan organik seperti sutra, wol, katun, dan lainnya dalam penggunaan bahan tanpa melibatkan hewan dalam produksinya.

2. Penggunaan pewarna alami, sustainable fashion menggunakan pewarna alami yang berasal dari serat buah dan bersertifikasi OEKO-TEX Standard 100

3. Hasil daur ulang, pemanfaatan kembali bahan baku maupun material tersisa menjadi proses utama dalam proses pembuatan sustainable fashion, dengan hasil fashion yang tetap dapat digunakan dengan baik.

4. Hemat sumber daya, sustainable fashion sangat mencermati pemakaian sumber daya selama proses produksinya, yaitu air dan listrik.

Tentunya, penerapan sustainable fashion menghadirkan berbagai dampak positif, diantaranya:

1. Mengurangi limbah/sampah pakaian, sampah pakaian yang memiliki kualitas rendah dengan biaya ekonomis cenderung menimbulkan berbagai masalah lingkungan. Berbeda dengan sustainable fashion yang memanfaatkan hasil daur ulang sehingga membantu mendukung penurunan limbah pakaian.

2. Mengurangi gas emisi rumah kaca dan CO2, penggunaan bahan biodegradable atau bahan yang secara alami dapat terurai oleh mikroorganisme seperti bakteri atau jamur dalam pembuatan sustainable fashion dapat mendorong pengurangan gas emisi rumah kaca dan CO2.

3. Meminimalisir penggunaan air, dalam industri fast fashion umumnya mengonsumsi air lebih banyak untuk mencuci, membuat, mencelup, dan finishing pakaian. Namun, dengan sustainable fashion, penggunaan air menjadi lebih minim ketika proses produksi karena menggunakan bahan organik seperti linen, rami, dan lainnya.

Tantangan dalam Mewujudkan Sustainable Fashion: Hambatan dan Solusi

Dalam penerapannya, sustainable fashion tentu memiliki banyak tantangan didalamnya. Pola hidup masyarakat yang sudah terlanjur nyaman dengan berbagai produk konvensional, pola konsumsi serba praktis, dan kurangnya kesadaran dari konsumen nyatanya menjadi tantangan utama. Namun, upaya tetap perlu dilakukan dengan mengedukasi berbagai dampak positif dari sustainable fashion. Selain itu, harga barang yang relatif mahal terlebih lagi dengan segmentasi ekonomi konsumen di Indonesia dari kelas menengah ke bawah tentunya menjadi tantangan besar. Namun dengan kontribusi dan kesinambungan dari berbagai pihak di dalamnya, berbagai tindakan sederhana akan berperan dalam mengarahkan masyarakat bergerak menuju gaya hidup berkelanjutan melalui fashion.