Konten dari Pengguna

Paduan Singkat Memahami Al-Quran, Hadist Qudsi & Hadist Namawi

Aliffa Sekar Arrumbi

Aliffa Sekar Arrumbi

Saya seorang mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Fakultas Dakwah & Ilmu Komunikasi

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aliffa Sekar Arrumbi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Pribadi

Bagi umat Muslim, Al-Qur’an, hadis qudsi, dan hadis nabawi merupakan istilah yang sering didengar dalam kehidupan sehari-hari. Meski demikian, tidak semua orang memahami perbedaan mendasar di antara ketiganya.

Ilmu hadist merupakan salah satu cabang ilmu dalam studi islam yang memiliki peran sangat penting dalam memahami ajaran agama secara menyeluruh. Selain sebagai sumber ajaran islam, hadis juga menjadi pedoman kedua yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan umat islam. Hadis mencakup segala perkataan, perbuatan, dan ketetapan yang berfungsi sebagai penjelas, penafsir, dan pelengkap terhadap ayat- ayat Al-Quran yang bersifat umum.

1. Penjelasan tentang Al-Qur'an, Hadist Qudsi, Hadist Nabawi :

A. Al-Qur'an

Dari segi bahasa, terdapat berbagai pendapat para ahli mengenai pengertian al- Qur'an. Sebagian berpendapat, penulisan lafal al-Qur'an dibubuhi huruf hamzah. Pendapat lain mengatakan penulisannya tanpa dibubuhi huruf hamzah. Secara bahasa Qur'an pada mulanya dari kata qara', qira'atan, qur 'anan. Secara istilah Alquran adalah firman Allah, bukan sabda Nabi, bukan perkataan manusia, dan bukan pula perkataan Malaikat, Al-Quran mengandung mukjizat seluruh kandungannya, sekalipun sekecil huruf, dan titiknya pun yang dapat mengalahkan lawan-lawannya. Alquran juga diturunkan kepada Nabi Muhammad secara mutawatir.

B. Hadist Qudsi

Secara bahasa hadits qudsi berasal dari kata qadusa, yaqdusu, qudsan, artinya suci atau bersih. Secara istilah segala sesuatu yang diberitakan Allah Swt Kepada Nabi saw. Selain al-Qur'an yang redaksinya disusun oleh Nabi saw. Disebut hadits karena redaksinya disusun sendiri oleh Nabi saw. Dan disebut qudsi karena hadits ini suci dan bersih dan datangnya dari dzat yang mahasuci. Hadits qudsi sering disebut dengan hadits ilahiyah karena hadits ini datang dari Allah SWT.

2. Perbedaan Al-Quran & Hadist Qudsi

- Al-Quran mukjizat Rasul sedangkan hadis bukan mukjizat sekalipun Hadist Qudsi.

- Al-Quran seluruhnya diriwayatkan secara Mutawatir, sedangkan hadis tidak banyak diriwayatkan secara Mutawatir. Mayoritas hadis diriwayatkan secara ahad (individu, artinya tidak sebanyak periwayat mutawatir)

- Membaca Al-Quran dinilai sebagai ibadah setiap satu huruf pahalanya 10 kebaikan, sedangkan membaca Hadist sekalipun Qudsi tidak dinilai ibadah, kecuali disertai dengan niat yang baru.

- Kebenaran ayat-ayat Alquran bersifat qath'i al-wurud (pasti atau mutlak kebenarannya), sedangkan kebenaran hadis kebanyakan bersifat zhanni al-wurûd (relatif kebenarannya), kecuali yang mutawatir.

3. Perbedaan & Persamaan Hadist Qudsi & Hadist Nabawi

A. Perbedaan Hadist Qudsi & Hadist Nabawi

- Pada Hadist Nabawi, Rasul menjadi sandaran sumber pemberitaan, sedangkan pada.hadis qudsi, Nabi memberitakan apa yang disandarkan kepada Allah dengan menggunakan redaksinya sendiri.

- Pada Hadist Qudsi, Nabi hanya memberitakan perkataan atau qawli, sedangkan pada hadis nabawi pemberitaannya meliputi perkataan (quwli), perbuatan (fi'li), dan persetujuan (taqriri).

- Hadist Nabawi lafal dan maknanya dari Nabi menurut sebagian pendapat, sedangkan hadis qudsi maknanya dari Allah redaksinya disusun oleh Nabi

- Hadits Nabi, berakhir sanadnya kepada Rasul saw., sedang Hadits Qudsi berlanjut sanadnya hingga kepada Allah SWT.

B. Persamaan Hadist Qudsi & Hadist Nabawi

Persamaan hadis qudsi dan hadis nabawi adalah sama-sama berkaitan dengan ajaran Islam, lafaznya disampaikan oleh Nabi Muhammad saw., bukan termasuk mukjizat seperti Al-Qur’an, membacanya tidak bernilai ibadah khusus, serta boleh disentuh oleh orang yang sedang berhadas.

Refleksi :

- Memahami bahwa dan hadis merupakan sumber utama ajaran Islam yang saling melengkapi.

- Menjadi lebih paham perbedaan antara Al- Qur'an dan hadis, terutama dari segi sumber dan bentuk penyampaiannya.

- Menyadari pentingnya berhati-hati dalam memahami dan mengamalkan hadis agar tidak terjadi kesalahan.

Aksi:

- Lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan hadis dengan memastikan kebenarannya.

- Mengamalkan ajaran yang disampaikan oleh dalam kehidupan sehari-hari.

- Berdiskusi dengan teman atau guru untuk memperdalam pemahaman tentang ilmu hadis.

Penulis : Aliffa Sekar Arrumbi

Dosen Pengampu : Dr. Hamidullah Mahmud, L.c, M. A