Seberapa Bersih Air Anda? Mahasiswa UNDIP Ajarkan Uji Sederhana Kelayakan Air

TIM II KKN Universitas Diponegoro, Desa Kwayangan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Alifia Nofiriana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kwayangan Pekalongan (03/08/2024) - Air merupakan sumber daya alam yang memenuhi hajat hidup orang banyak dan memiliki peran penting dalam kehidupan sehari – hari khusunya penggunaan air bersih yang layak konsumsi. Air bersih begitu penting bagi kehidupan karena air bersih merupakan syarat untuk mengukur kualitas hidup manusia, namun tahukah kalian bahwa air yang terlihat bersih, bening dan tidak berbau belum tentu aman dan layak untuk dikonsumsi? Maka dari itu pengetahuan mengenai kualitas air terutama air konsumsi merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan. Kurangnya kesadaran mengenai pentingnya kualitas air dapat berujung pada resiko kesehatan yang serius. Masyarakat perlu mengetahui apakah air yang mereka konsumsi sehari – hari sudah layak ataukah belum layak untuk dikonsumsi. Desa Kwayangan menurut Kepala Desa, Bapak H. Abdul Basyar, sudah menggunakan PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) untuk kebutuhan mencuci, mandi dan konsumsi. Namun masih terdapat masyarakat yang menggunakan air sumur gali dan PDAM yang belum tentu apakah air tersebut sudah layak konsumsi atau belum.
Oleh karena itu Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro memberikan edukasi dan pendampingan melalui program kerja monodisiplin dengan tema “Pemanfaatan Air Teh untuk Uji Sederhana Kualitas Air Layak Konsumsi” yang dapat dilakukan secara mudah dan praktis. Kegiatan dimulai dengan edukasi mengenai air bersih beserta pembagian booklet yang berisi mengenai informasi penjabaran air bersih layak konsumsi dan langkah sederhana uji kualitas air konsumsi menggunakan media teh, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan dan penjelasan mengenai pengujian kualitas air secara sederhana kepada ibu – ibu PKK RW 03 Desa Kwayangan.
Analisis secara sederhana dapat dilakukan sendiri di rumah untuk menguji kandungan logam berat dalam air, yaitu sebagai berikut:
1. Menyiapkan wadah gelas plastik transparan.
2. Memasukkan 1 gelas air uji (Air kran, air sumur dll).
3. Menambahkan 1 gelas air teh tanpa gula ke dalam wadah tersebut, lalu aduk hingga tercampur.
4. Perbandingan antara air sampel dengan air teh yaitu 1 : 1.
5. Diamkan kurang lebih selama 24 jam dan amati perubahannya.
6. Apabila air terdapat lendir, air berwarna lebih gelap dari sebelumnya dan terdapat lapisan minyak pada permukaan air, maka air tersebut mengandung kandungan logam yang tinggi dan tidak layak dikonsumsi. Apabila air tidak mengalami perubahan maka air layak untuk dikonsumsi.
Air yang terkontaminasi oleh bakteri, virus, parasit atau bahan kimia berbahaya dapat menjadi sumber utama penyakit – penyakit pencernaan seperti diare, kolera, disentri, dan tifus. Dengan memastikan air yang kita gunakan sehari – hari bersih dan aman, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, namun juga seluruh anggota keluarga, terutama anak – anak yang lebih rentan terhadap penyakit akibat air tercemar. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Kwayangan dapat lebih peduli akan kesehatan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebutuhan air bersih layak konsumsi dan masyarakat dapat mengetahui serta menerapkan cara uji sederhana kelayakan air konsumsi di rumah masing – masing.
