Konten dari Pengguna

Sejarah dalam Pencak Silat

ALIFIRANDY MIRZA P

ALIFIRANDY MIRZA P

Mahasiswa Teknik Industri Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP)

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ALIFIRANDY MIRZA P tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pencak Silat (Sumber: Saya ambil dari telephone genggam pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pencak Silat (Sumber: Saya ambil dari telephone genggam pribadi)

A. Pengertian pencak silat

Pencak silat adalah suatu seni tradisional yang berasal dari Kepulauan Nusantara (Indonesia), pencak silat mempunyai dua makna yaitu pencak yang artinya gerak yang memiliki aturan. Lalu silat yang artinya gerakan bela diri yang bersumber dari kerohanian. Seiring perkembangan zaman pencak silat digunakan untuk mengunggulkan kerohanian dan keindahan dari gerakan. Pencak silat yang berasal dari budaya bangsa Indonesia dalam membela dan mempertahankan eksistensi gerakan pencak silat.

Sejarah Pencak Silat

Dari sisi sejarah, pencak silat sudah ada sejak nenek moyang yang sudah turun menurun dari generasi ke generasi. Pada zaman nenek moyang pencak silat digunakan untuk membela diri. Kemudian pada zaman kerajaan, pencak silat digunakan untuk mempertahankan kekuasaan atau wilayah supaya tidak di ambil alih oleh kerajaan lain.

Pada masa kerajaan Kahuripan oleh raja yang bernama Prabu Airlangga, seni bela diri yang artinya maju selangkah dan memukul.

Di Kembangkan Pada Masa Penjajahan Jepang

Pada masa penjajahan Jepang, kegiatan pencak silat sebagai Bela diri yang berasal dari Indonesia yang harus terus di kembangkan.

Tujuannya untuk apa?

Tujuannya untuk melindungi diri dari serangan Tentara sekutu

Meskipun tujuan Jepang memperbolehkan Pencak silat yaitu untuk kepentingan sendiri, Tetap ada nilai positif yang dapat diambil oleh masyarakat Indonesia. Pencak silat hampir sama dengan olahraga renang. Karena pencak silat dan renang satu aktivitas yang diperlukan untuk bertahan hidup serta menghadapi tantangan alam. Bagi nenek moyang bangsa Indonesia, bela diri dan senjata mempunyai kaitan yang erat.

Tidak hanya itu, ditemukan pahatan Borobudur yang digambarkan posisi kuda kuda dalam pencak silat. Setiap daerah memiliki pendekar hebat kebanggaan kita, seperti Datuk Suri Diraja dari Sumatera Barat, Prabu Siliwangi di tanah Sunda, Gajah Mada yang merupakan mahapatih dari Kerajaan Majapahit

Berdirinya Pencak Silat di Indonesia

pada 8 Mei 1948, didirikan organisasi pencak silat Indonesia yang bernama Ikatan Pencak Silat Indonesia atau disingkat dengan IPSI

IPSI dipelopori oleh Ketua pusat Kebudayaan, Wongsonegoro. Pencak Silat sangat cepat berkembang dibeberapa daerah sehingga keberadaan pencak silat kini pun semakin terasa. Wongsonegoro mempimpin IPSI hingga tahun 1973 , kemudian digantikan oleh Brigjen Tjokropronolo. Dalam masa kepemimpinannya, beliau berhasil menyatukan sepuluh aliran pencak silat kedalam IPSI, sepuluh Perguruannya yaitu: Tapak Suci, Setia Hati Terate, Setia Hati, Prashadja Mataram, Perpi Harimurti, Perisai Putih, Putra Betawi, KPS Nusantara, Perisai Diri, PPSI

B. Peraturan Pencak Silat

Peraturan Umum

1. Dada, punggung, perut, tangan, tungkai, pinggang kiri-kanan merupakan bagian tubuh yang boleh diserang dan tidak diperbolehkan untuk menyerang area kemaluan dari lawan. 2 Menyerang dari bagian atas akan dicatat sebagai pelanggaran. Dan pelanggaran hanya boleh dua kali selebih itu peserta akan dinyatakan diskualifikasi

Peraturan Pertandingan

1. Pertandingan akan dilakukan tiga round/babak, disetiap round akan bermain dua menit dan jeda satu menit. 2 Peserta yang bertanding harus memenuhi pembelaan seperti: tangkisan, elakan, dan hindaran). 3 Setiap peserta yang bertanding harus melakukan serangan yang memiliki pola, mulai dari sikap awalan, pasangan, koordinasi gerakan sampai keposisi kembali ke sikap awalan

Peraturan Menang

1. Jika lawan tidak bisa melanjutkan pertandingan naik karena keputusan pelatih ataupun lawan menyatakan menyerah, maka akan dinyatakan menang. 2. Jika lawan melakukan tiga kali pelanggaran berat maka pesilat akan dinyatakan menang. 3. Jika lawan tidak hadir ataupun mengundurkan diri sebelum dimulai nya pertandingan, maka pesilat akan dinyatakan menang. 4. Menang dikarenakan pertandingan tidak seimbang

Peraturan larangan

1. Menyerang pada bagian yang tidak boleh diserang yaitu di bagian leher, kepala, kemaluan yang dapat mengakibatkan lawan cedera. 2. Usaha untuk mematahkan persendian yakni membenturkan kepala lawan dengan sengaja. 3. Menyerang lawan sebelum ada aba-aba “Menyerang” dari wasit. 4. Keluar dari gelanggang secara terus-menerus selama pertandingan. 5. Tidak memakai pola langkah

ALIFIRANDY MIRZA. P, Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi Telkom Purwokerto