Konten dari Pengguna

Dari Nama hingga Budaya: Penilaian Pengunjung terhadap Entho Cothot Temanggung

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Alika Nur Rhahma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Entho Cothot camilan Khas Temanggung. Foto: Dokumentasi Pribadi, Mei 2026.
zoom-in-whitePerbesar
Entho Cothot camilan Khas Temanggung. Foto: Dokumentasi Pribadi, Mei 2026.

Indonesia memiliki banyak jenis kuliner tradisional yang mempunyai cerita dan identitas masing-masing sesuai dengan budaya daerahnya. Entho Cothot merupakan salah satunya, camilan ini berasal dari Temanggung, Jawa Tengah. Dari berbahan dasar singkong dengan isian gula yang lumer saat digigit.

Tepat pada 22 Mei 2026, mahasiswa/i Program Studi Pariwisata Budi Luhur University menggelar pameran gastronomi sebagai bagian dari tugas Ujian Tengah Semester (UTS) mata kuliah Gastronomi. Dalam kegiatan tersebut, setiap mahasiswa/i memperkenalkan dan mempresentasikan makanan khas dari daerah masing-masing. Melalui penjelasan yang disampaikan, pengunjung dapat mengenal lebih dekat keunikan kuliner tradisional dari berbagai daerah di Indonesia sekaligus memahami budaya yang melatarbelakanginya.

Dosen dan Peserta Pameran Gastronomi Budi Luhur University berfoto bersama setelah memperkenalkan kuliner khas dari berbagai daerah masing-masing. Foto: Dokumentasi Pribadi, Mei 2026.

Entho Cothot menarik perhatian pengunjung dalam pameran gastronomi ini. Banyak pengunjung datang karena penasaran dengan namanya yang terdengar unik dan sulit diucapkan. Rasa penasaran tersebut semakin besar ketika mereka melihat bentuk Entho Cothot yang sekilas mirip dengan misro ataupun gemblong yang lebih familiar di masyarakat.

Saat berinteraksi dengan pengunjung, saya tidak hanya menjelaskan perbedaan Entho Cothot dengan camilan serupa, tetapi juga menceritakan sejarah singkat terbentuknya kuliner khas Temanggung tersebut. Nama Entho Cothot berasal dari sensasi gula cair yang keluar atau "mecotot" saat jajanan ini digigit. Meskipun tampak serupa dengan misro, Entho Cothot memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan tersebut terletak pada tekstur, bahan campuran, serta penyebutan namanya yang berbeda di setiap daerah. Entho Cothot dibuat dari singkong parut yang dicampur dengan sedikit tepung terigu, sedangkan misro menggunakan singkong parut yang dicampur dengan kelapa parut. Perbedaan bahan ini menghasilkan tekstur dan cita rasa yang khas pada masing-masing makanan. Melalui penjelasan tersebut, pengunjung dapat memahami bahwa Entho Cothot bukan sekadar camilan tradisional, tetapi juga bagian dari warisan kuliner yang memiliki cerita dan identitas budaya tersendiri.

Melalui pameran ini, banyak pengunjung yang akhirnya mengenal Entho Cothot, tidak hanya sebagai camilan tradisional, tetapi juga sebagai bagian dari kekayaan kuliner Temanggung. Dari sebuah nama yang terdengar asing, Entho Cothot berhasil membuka ruang percakapan mengenai keragaman kuliner daerah yang patut terus diperkenalkan dan dilestarikan.