Konten dari Pengguna

Public Speaking: Mengapa Masih Banyak Mahasiswa Takut Berbicara di Depan Umum?

Alika Oktaviana Andini

Alika Oktaviana Andini

Mahasiswi Universitas Pamulang, Manajemen S1

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Alika Oktaviana Andini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Dokumentasi pribadi (dibuat dengan ChatGPT Images), 2026.
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Dokumentasi pribadi (dibuat dengan ChatGPT Images), 2026.

By: Alika Oktaviana Andini (Mahasiswi UNPAM, Prodi S1 Manajemen)

Kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking menjadi salah satu keterampilan yang penting bagi mahasiswa. Dalam kegiatan perkuliahan, mahasiswa sering kali dituntut untuk melakukan presentasi, menyampaikan pendapat, mengikuti diskusi, hingga berbicara dalam kegiatan organisasi. Namun, pada kenyataannya masih banyak mahasiswa yang merasa gugup, kurang percaya diri, bahkan takut ketika harus berbicara di depan banyak orang.

Permasalahan tersebut sering terlihat dalam kegiatan perkuliahan. Ketika dosen meminta mahasiswa melakukan presentasi, sebagian mahasiswa masih membaca seluruh materi dari slide, berbicara dengan suara yang terlalu kecil, atau kesulitan menjelaskan materi menggunakan bahasa sendiri. Ada pula mahasiswa yang sebenarnya memahami materi, tetapi menjadi tidak percaya diri ketika harus menyampaikannya di depan kelas.

Rasa gugup ketika berbicara di depan umum sebenarnya merupakan hal yang cukup umum. Kekhawatiran melakukan kesalahan, lupa terhadap materi, mendapat pertanyaan yang sulit, atau merasa diperhatikan oleh banyak orang dapat membuat seseorang menjadi cemas. Jika tidak dilatih, kondisi tersebut dapat membuat mahasiswa semakin menghindari kesempatan untuk berbicara di depan umum.

Padahal, public speaking bukan hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara, tetapi juga bagaimana seseorang mampu menyampaikan informasi dan gagasan secara jelas kepada orang lain. Penelitian mengenai mahasiswa menunjukkan bahwa efikasi diri dan keterampilan komunikasi memiliki hubungan yang signifikan dengan kemampuan public speaking.

Lalu, bagaimana cara mahasiswa meningkatkan kemampuan public speaking?

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memperbanyak latihan. Mahasiswa tidak harus langsung berbicara di hadapan banyak orang. Latihan dapat dimulai dari berbicara di depan cermin, merekam suara atau video saat melakukan presentasi, kemudian mengevaluasi cara berbicara, ekspresi, intonasi, dan bahasa tubuh. Setelah terbiasa, latihan dapat dilakukan bersama teman atau kelompok kecil.

Selain latihan, mahasiswa juga perlu memahami materi yang akan disampaikan. Penguasaan materi dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap teks atau slide presentasi. Dengan memahami materi, mahasiswa akan lebih mudah menjelaskan suatu topik menggunakan bahasa sendiri dan lebih siap ketika mendapatkan pertanyaan dari audiens.

Penggunaan media presentasi juga dapat membantu mahasiswa dalam menyusun materi secara lebih sistematis. Penelitian tentang penggunaan media presentasi pada mahasiswa menunjukkan bahwa PowerPoint dapat membantu menyusun materi, menarik perhatian, dan mendukung rasa percaya diri ketika melakukan presentasi.

Namun, kemampuan public speaking tidak dapat berkembang hanya dengan memahami teori. Mahasiswa perlu mendapatkan kesempatan untuk praktik secara langsung. Pelatihan yang menggabungkan penyampaian materi, demonstrasi, simulasi, praktik, dan umpan balik terbukti dapat membantu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap teknik vokal, bahasa tubuh, struktur presentasi, serta kepercayaan diri.

Lingkungan perkuliahan juga memiliki peran penting. Dosen dan teman sekelas dapat menciptakan suasana yang mendukung agar mahasiswa tidak takut melakukan kesalahan ketika belajar berbicara. Kesalahan dalam presentasi seharusnya dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi, bukan alasan untuk membuat seseorang berhenti mencoba.

Di era digital, kemampuan public speaking semakin relevan. Mahasiswa tidak hanya berbicara secara langsung di ruang kelas, tetapi juga dapat menyampaikan ide melalui webinar, video, podcast, media sosial, maupun kegiatan organisasi. Kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas menjadi salah satu keterampilan yang dapat mendukung kegiatan akademik sekaligus persiapan memasuki dunia kerja.

Pada akhirnya, public speaking bukanlah kemampuan yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang sejak awal pandai berbicara. Kemampuan tersebut dapat dikembangkan melalui latihan, pengalaman, penguasaan materi, dan keberanian untuk terus mencoba. Semakin sering mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berbicara, semakin besar pula peluang mereka untuk menjadi komunikator yang lebih percaya diri dan efektif.

Oleh karena itu, mahasiswa sebaiknya tidak menjadikan rasa gugup sebagai alasan untuk menghindari kesempatan berbicara di depan umum. Justru melalui kesempatan tersebut, kemampuan public speaking dapat terus dilatih dan dikembangkan. Dengan kemampuan komunikasi yang baik, mahasiswa akan lebih siap menyampaikan gagasan, mengikuti kegiatan akademik, berorganisasi, dan menghadapi tuntutan dunia profesional.