Waspada Penipuan Bukti Transfer Palsu, Ini Cara Paling Efektif Menghindarinya!

A Certified Financial Planner
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Aline Wiratmaja tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di zaman serba digital ini, sebenarnya kita semakin dimudahkan untuk melakukan transaksi keuangan seperti transfer, melakukan pembayaran hingga mengecek saldo semua bisa dari genggaman smartphone. Tetapi ada saja pihak dengan motif jahat yang memanfaatkan celah untuk melakukan penipuan menggunakan bukti transfer palsu.
Kasus-kasus yang belakangan terjadi di media massa membuat saya berpikir, apa modus penipuan ini masih banyak mengintai orang-orang sekitar yang saya kenal. Saya pun iseng bikin polling di akun Instagram. Ternyata penipuan dengan bukti transfer palsu ini masih kerap mengintai toko online, UMKM maupun perseorangan yang menawarkan produk mereka secara online lewat sosial media.
Salah satunya, pengalaman temanku R yang memiliki usaha menjual tas branded. Ceritanya ada salah satu pembeli yang ingin membeli tas senilai Rp 67 Juta. Pembeli ini mengatakan sudah melakukan pembayaran ke rekening BCA dan mengirimkan screenshot bukti transfer dari BCA mobile. Beruntung, setelah temanku mengecek mutasi rekening di BCA mobile, tidak ada riwayat transaksi uang masuk senilai Rp 67 Juta. Hampir saja temanku tertipu dan kehilangan Rp 67 juta. Ia pun terselamatkan dari upaya penipuan modus bukti transfer palsu.
Dari pengalaman teman saya itu, pelajaran yang bisa diambil adalah jika kita dikasih screenshot bukti transfer dari mobile banking, kita harus selalu melakukan cek mutasi rekening. Baik nominal kecil atau besar, kita harus tetap waspada agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, khususnya terhindar dari modus penipuan bukti transfer palsu mobile banking. Bagi nasabah BCA, pengecekan mutasi rekening bisa dilakukan via aplikasi BCA mobile, myBCA atau KlikBCA.
TAK CUKUP MODAL PERCAYA, SELALU CEK & RICEK
Setiap menerima bukti transfer mobile banking, kita perlu memperhatikan detail-detail dari bukti transfer. Dibandingkan dengan bukti transfer mobile banking yang asli, biasanya bukti transfer palsu memiliki ciri berikut:
Font tidak jelas dan tidak seragam
Tata letak tulisan tidak rapi
Warna tulisan tipis atau berbeda
Cek juga detail lain yang bisa jadi ada kejanggalan, seperti:
Status transaksi
Tanggal & jam
Kesalahan penulisan (typo)
Fee (ada terduga penipu yang kurang update dengan fee transfer terbaru)
Tetapi seiring semakin canggih teknologi, aplikasi editing dan keterampilan pelaku, bukti transfer palsu semakin menyerupai yang asli. Meskipun bukti transfer yang diterima tidak memiliki kejanggalan, yang paling penting adalah berhati-hati dengan selalu cek mutasi rekening secara real time.
Berikut 2 langkah supaya kita terhindar dari modus penipuan bukti transfer palsu:
1. Selalu waspada
Jangan asal langsung percaya. Setiap menerima bukti transfer atau pembayaran dari mobile banking, kita jangan langsung berasumsi uangnya sudah masuk ke rekening. Cek bukti transfer dan selalu cek mutasi rekening.
2. Cek saldo dan mutasi rekening
Menurut saya pribadi, mengecek mutasi secara real time merupakan cara yang paling efektif untuk terhindar dari modus bukti transfer palsu. Selalu cek mutasi dan saldo rekening. Kalau di BCA, kita bisa cek lewat BCA mobile, myBCA atau KlikBCA. Buat yang belum menggunakan layanan perbankan ini, segera aktifkan sekarang juga!
Jika transferan belum masuk ke rekening, jangan ragu menunda transaksi dengan melakukan verifikasi terlebih dahulu. Jika kita tak yakin apakah transferan belum masuk karena memang pengirim belum transfer, atau karena ada gangguan, kita bisa menghubungi kontak resmi Halo BCA di 1500888. Ingat ya 1500888 TANPA awalan 021, +62 dll.
Lapor ke Halo BCA dan pihak berwajib
Jika menjadi korban penipuan, kita bisa langsung hubungi Halo BCA di 1500888 dan melapor ke pihak berwajib. Untuk mengetahui modus-modus penipuan perbankan yang sedang marak terjadi, cari tahu biar aman di www.bca.co.id/awasmodus
Informasi lanjut mengenai modus bukti transfer palsu, cek di sini
#AwasModus #CariTahuBiarAman #DatamuRahasiamu
