Konten dari Pengguna

Cegah Demam Berdarah di Kelurahan Joglo, Mahasiswa UNDIP Ciptakan SWEEP Dengue

Alisya Misaori

Alisya Misaori

Mahasiswa Sastra Inggris, Universitas Diponegoro

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Alisya Misaori tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

29/ 07/ 2024 - Antusiasme Masyarakat terhadap Gerakan SWEEP Dengue
zoom-in-whitePerbesar
29/ 07/ 2024 - Antusiasme Masyarakat terhadap Gerakan SWEEP Dengue

SURAKARTA (7/8) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Alisya Misaori, yang merupakan mahasiswa Sastra Inggris dari Universitas Diponegoro membuat inovasi Gerakan Rumahku Bebas Genangan Air dengan tagline SWEEP Dengue, yaitu Stagnant Water Elimination and Prevention from Dengue sebagai upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kampanye merupakan aspek penting dalam memperkenalkan dan menyebarkan suatu gerakan untuk memajukan bangsa atau daerah tertentu. Dengan menggunakan kampanye dalam bahasa Inggris, terutama di bidang kesehatan, masyarakat akan mendapatkan dua keuntungan sekaligus, yaitu kemampuan berbahasa Inggris yang cukup dan akses yang lebih baik terhadap fasilitas kesehatan jika daerah mereka dikenal secara internasional karena dapat menarik perhatian dan mendatangkan bantuan atau kerjasama dari berbagai pihak.

Kelurahan Joglo merupakan kelurahan yang asri dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masalah kesehatan, terutama perihal pencegahan asap rokok, stunting, dan demam berdarah dengue. RW 05 merupakan salah satu wilayah di Kelurahan Joglo yang memiliki kepedulian yang cukup tinggi dalam bidang kesehatan karena mereka menggagas gerakan bebas asap rokok. Namun, daerah ini memiliki potensi terkena penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) yang cukup tinggi dikarenakan banyaknya genangan air yang ditemui di wadah-wadah yang kosong di beberapa rumah warga. Jumlah masyarakat yang terjangkit di wilayah RW 05 adalah 4 hingga 5 orang dengan 1 orang yang meninggal dunia.

30/ 07/ 2024 - Hari Kedua Pelaksanaan Gerakan SWEEP Dengue di RW 05

Dalam upaya mengatasi permasalahan demam berdarah dengue yang cukup serius ini, Alisya Misaori berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak Puskesmas agar program SWEEP Dengue dibersamai dengan kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) yang rutin dilakukan guna memaksimalkan gerakan ini. Pelaksanaan program ini berlangsung pada tanggal 29 Juli hingga 30 Juli 2024. Program ini difokuskan di RW 05 dengan menempelkan 250 sticker di setiap rumah warga, diikuti dengan pemberian pemahaman mengenai pentingnya mengurangi adanya genangan air yang tidak terpakai agar terhindar dari penyakit demam berdarah dengue tersebut.

SWEEP Dengue di RW 05, Kelurahan Joglo. Sumber: Tim II KKN Universitas Diponegoro

Ketua RW 05, Bapak Ahmad Yani, dalam kutipan singkatnya menyatakan bahwa beliau menganggap program ini dapat sangat berdampak bagi masyarakat Joglo, khususnya di RW 05, "Wilayah RW 05 memang merupakan wilayah yang cukup memprioritaskan masalah kesehatan. Seperti Gerakan Bebas Asap Rokok di Rumah di RW 05, Kelurahan Joglo, ini telah mendapatkan penghargaan dari pihak pemerintah. Dengan adanya Gerakan SWEEP Dengue dapat memaksimalkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan, terutama dalam pencegahan penyakit demam berdarah dengue."

Melalui program kampanye sticker bilingual dengan inovasi Gerakan Rumahku Bebas Genangan Air (SWEEP Dengue), diharapkan dapat memaksimalkan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) di Kelurahan Joglo. SWEEP Dengue diharapkan juga dapat mengurangi potensi munculnya nyamuk DBD di Kelurahan Joglo, khususnya di RW 05.

Penulis: Alisya Misaori (Sastra Inggris – Fakultas Ilmu dan Budaya)

Dosen Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Siswanto Imam Santoso, M.P

Lokasi: RW 05, RT 01-05, Kelurahan Joglo, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta

#UNDIP #kknundiptim2 #p2kknundip #lppmundip