Konten dari Pengguna

KKN UNDIP Menciptakan Terobosan Pupuk Organik Cair dari Sabut Kelapa di Joglo

Alisya Misaori

Alisya Misaori

Mahasiswa Sastra Inggris, Universitas Diponegoro

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Alisya Misaori tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

17/08/2024 - Penyerahan Pupuk Organik Cair COCOFERT ke KWT Sumber Berkah Joglo
zoom-in-whitePerbesar
17/08/2024 - Penyerahan Pupuk Organik Cair COCOFERT ke KWT Sumber Berkah Joglo

SURAKARTA (17/8) - Sabut kelapa yang biasanya hanya menjadi tumpukan limbah, kini beralih menjadi solusi pertanian yang inovatif. Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berhasil mengolah sabut kelapa menjadi pupuk cair organik melalui proses fermentasi. Pupuk cair ini kaya akan unsur hara yang dibutuhkan tanaman, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Dengan penggunaan pupuk organik, diharapkan produktivitas pertanian di Kelurahan Joglo dapat meningkat secara signifikan.

Program pembuatan pupuk cair organik dari sabut kelapa tidak hanya sekadar proyek, tetapi juga upaya untuk memberdayakan masyarakat desa. Dengan transfer ilmu dan keterampilan, diharapkan masyarakat dapat memproduksi pupuk organik sendiri secara mandiri. Langkah kecil ini diharapkan dapat memberikan dampak besar bagi peningkatan kesejahteraan petani dan kelestarian lingkungan.

Dengan langkah-langkah sederhana, sabut kelapa yang selama ini dianggap limbah dapat disulap menjadi pupuk cair berkualitas tinggi. Nutrisi yang terkandung di dalamnya mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman dan kualitas hasil panen. Inovasi ini membuktikan bahwa kita bisa memanfaatkan sumber daya alam secara optimal.

Pupuk Organik Cair COCOFERT terobosan Tim KKN Universitas Diponegoro di Joglo

Dengan memanfaatkan potensi lokal, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berhasil mengubah limbah sabut kelapa menjadi pupuk organik cair yang kaya nutrisi, yaitu Pupuk Organik Cair COCOFERT. COCOFERT ini merupakan akronim dari Coconut Fertilizer. Produk buatan Tim KKN Universitas ini merupakan solusi ramah lingkungan ini tidak hanya menyuburkan tanah, tetapi juga mengurangi penggunaan pupuk kimia dan mendukung pertanian berkelanjutan.

Pupuk organik cair COCOFERT ini difokuskan pada dua KWT (Kelompok Wanita Tani) yang sudah berjalan di Kelurahan Joglo, yaitu KWT Asri dan KWT Sumber Berkah. Kedua KWT ini merupakan kelompok pertanian di Kelurahan Joglo yang paling menonjol karena selalu memiliki inovasi olahan dari hasil pertaniannya.

17/08/2024 - Penyerahan Pupuk Organik Cair COCOFERT di KWT Asri, Kelurahan Joglo

Salah satu pengurus KWT Asri, Ibu Nurlaelah, dalam kutipan singkatnya menyatakan bahwa beliau menganggap program ini dapat menjadi terobosan unggulan di KWT Asri karena dapat memanfaatkan dan mengurangi limbah sabut kelapa yang ada di Kelurahan Joglo, "Saya selaku pengurus KWT Asri mengucapkan banyak terima kasih untuk KKN Universitas Diponegoro karena telah memberikan terobosan unik di KWT Asri dan semoga produk ini dapat dimanfaatkan secara maksimal di KWT Asri kedepannya. "

Melalui pembuatan produk POC (Pupuk Organik Cair) COCOFERT dari sabut kelapa ini, diharapkan dapat terus diproduksi oleh Kelurahan Joglo kedepannya agar membantu mengurangi limbah sabut kelapa dari banyaknya pedagang es kelapa yang ada di kelurahan tersebut. Selain itu, produk ini diharapkan dapat membantu memberbaiki nutrisi tanaman yang ada di KWT Asri dan KWT Sumber Berkah di Kelurahan Joglo.

Penulis: Tim KKN Universitas Diponegoro Kelurahan Joglo

Dosen Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Siswanto Imam Santoso, M.P

Lokasi: KWT Sumber Berkah dan KWT Asri, Kelurahan Joglo, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta

#UNDIP #kknundiptim2 #p2kknundip #lppmundip