Konten dari Pengguna

Pendidikan Pancasila Dan Kasus Krisis Identitas Serta Moral Anak Bangsa

Aliyah Khairunnisa Goeritno

Aliyah Khairunnisa Goeritno

Mahasiswa Seni Kuliner Universitas Negeri Jakarta

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aliyah Khairunnisa Goeritno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Gemini AI
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Gemini AI

Pancasila adalah sebuah dasar negara yang filosofis. Sebagai dasar negara, Pancasila memiliki nilai filosofis dalam bentuk suatu pandangan hidup, dengan prinsip dan pedoman dasar yang mencakup setiap aspek kehidupan bangsa dan negara. Bangsa yang kokoh memiliki dasar yang kokoh dan ideologi yang kuat. Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang mencerminkan nilai-nilai filosofis atas identitas dan moral bangsa Indonesia. Pancasila juga menjadi penuntun bangsa indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila memiliki nilai-nilai yang krusial dalam kehidupan manusia, seperti nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai permusyawaratan dan kerakyatan, dan nilai keadilan. Hal ini dikarenakan nilai-nilai tersebut merupakan nilai-nilai yang membentuk dan memperkokoh identitas dan moral bangsa Indonesia. Tanpanya, identitas dan moral bangsa ini tidak akan terbentuk dan menjadi bangsa yang kokoh seperti saat ini.

Sumber: Gemini AI
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Gemini AI

Pendidikan Pancasila merupakan hal yang penting bagi kemajuan bangsa. Pendidikan Pancasila merupakan Pendidikan mengenai jati diri kita sebagai bangsa Indonesia. Selain itu juga membahas mengenai moral dan etika kita sebagai bangsa Indonesia. Sebagai anak bangsa, pendidikan Pancasila harus dipelajari dengan teliti dan detail oleh generasi muda, terutama mengenai makna filosofis yang terkandung didalam Pancasila. Seperti makna mengenai hubungan kita dengan Tuhan YME serta hubungan kita dengan manusia. Dalam hal ini, pendidikan Pancasila bukanlah pelajaran yang materinya hanya menghafal sila-sila pancasila saja, tetapi juga merupakan pendidikan karakter mengenai bagaimana sikap kita sebagai bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.

Di zaman yang penuh dengan pengaruh bangsa asing ini, para generasi muda harus memperkuat identitas dan moral dirinya sebagai bangsa Indonesia dengan mendalami nilai-nilai Pancasila. Identitas dan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia merupakan hal yang harus dimiliki dan dipegang teguh setiap warga negara Indonesia. Identitas kita sebagai bangsa Indonesia merupakan hal yang autentik dan khas, tidak ada negara lain yang memiliki identitas yang autentik selayaknya Indonesia. Selain itu, nilai moral kemanusiaan yang lahir bersamaan dengan negeri ini juga harus dikaji lebih dalam. Karena didalamnya terdapat nilai-nilai yang menekankan penghormatan terhadap martabat manusia yang bahkan banyak yang belum diterapkan secara maksimal oleh negara-negara maju.

Maka dari itu, setiap warga negara Indonesia, terutama generasi muda, harus memperkuat identitas dan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Karena tanpanya, bangsa ini akan mudah dihancurkan oleh pengaruh asing di kemudian hari. Oleh karena itu, penting bagi bangsa Indonesia untuk memahami nilai-nilai filosofis Pancasila serta mengamalkan nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Karena dengannya, bangsa kita dapat berdiri kokoh ditengah gempuran pengaruh bangsa asing yang merusak peradaban.

Namun, banyak diantara generasi muda saat ini tidak mendapatkan pendidikan Pancasila yang baik sehingga masih banyak yang belum mampu memahami dengan baik apa saja nilai-nilai yang dikandung didalamnya. Selain itu, banyak juga yang menganggap pendidikan Pancasila bukanlah pelajaran yang penting. Karenanya, kini banyak sekali generasi muda yang terbawa arus pengaruh bangsa asing. Dan, yang patut disayangkan adalah banyak diantara pengaruh-pengaruh tersebut adalah pengaruh yang negatif.

Sumber: Gemini AI

Seperti yang terjadi dalam beberapa kasus yang terjadi beberapa waktu yang lalu, bahwa generasi muda saat ini mengalami krisis identitas dan moral. Sebagai contoh dari kasus ini adalah insiden peledakan bom yang dilakukan siswa SMAN 72 Jakarta di sekolahnya yang terjadi pada hari Jum'at (7/11/2025). Selain itu juga terdapat siswa SMPN 19 Tangsel yang melakukan perundungan terhadap siswa lain hingga siswa tersebut kehilangan nyawa. Kasus-kasus kekerasan ini merupakan salah satu indikator bahwa generasi muda saat ini sedang mengalami krisis identitas dan moral yang harus segera ditangani dengan baik.

Selain kedua kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah, dalam kehidupan sehari-hari pun sering terjadi hal-hal yang mencerminkan krisis identitas dan moral. Kini banyak sekali generasi muda yang takut sekali tertinggal tren terkini atau lebih dikenal dengan istilah FOMO (Fear of Missing Out). Sayangnya, banyak diantara tren tersebut bukanlah tren yang positif dan cenderung merusak. Yang mengerikan dari menjamurnya fenomena FOMO ini adalah banyak sekali generasi muda yang lebih peduli pada tren-tren terkini daripada perkembangan ilmu pengetahuan. Hal seperti ini merupakan akar dari kehancuran sebuah bangsa. Karena selain merusak tatanan pendidikan, tren-tren yang negatif ini juga merusak jati diri dan moral anak bangsa. Generasi muda kini banyak yang mengalami krisis jati diri. Dan dari krisis jati diri ini, banyak diantaranya yang berujung juga pada krisis moral. Sehingga membuahkan kekerasan, baik secara verbal maupun non-verbal, yang kini banyak terjadi di lingkungan pendidikan seperti sekolah.

Hal seperti ini seharusnya tidak terjadi di sebuah negara yang menjunjung tinggi peradaban dan martabat manusia seperti Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi warga negara Indonesia, terutama generasi muda, untuk mengkaji nilai-nilai Pancasila dengan lebih dalam. Karena pemahaman yang maksimal mengenai nilai-nilai Pancasila merupakan suatu hal yang penting bagi kehidupan dan kemajuan bangsa dan negara ini.

Selain itu, kita juga harus meningkatkan kualitas dari pendidikan Pancasila kita agar generasi muda yang masih duduk dibangku sekolah dapat meresapi makna dari nilai-nilai Pancasila tersebut dengan baik. Dan dengan demikian, diharapkan dapat membentuk karakter generasi penerus bangsa yang maju dan juga mampu mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia ini.