Konten dari Pengguna

Sinergi Vokasi dengan Dunia Kerja sebagai Katalisator Hilirisasi Industri

Allamuddin AF

Allamuddin AF

Mahasiswa Pascasarjana UGM

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Allamuddin AF tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kondisi pendidikan serta pelatihan vokasi di Indonesia saat ini telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan dan semakin mendapatkan porsi lebih untuk menjadi salah satu fokus pendidikan khususnya perannya dalam membentuk SDM yang berdaya saing. Mengapa vokasi memiliki peran penting dalam pembangunan SDM ialah karena ia merupakan jenis pendidikan yang memiliki 3 value yang melekat menurut Kiki Yuliati (Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemdikbudristek, 2022), yakni

vokasi memiliki value pendidikan (untuk mencerdaskan kehidupan bangsa), value sosial (untuk memajukan kesejahteraan umum), dan value ekonomi (selaras dengan arah pembangunan ekonomi bangsa).

Salah satu signifikansi terbesar dalam konteks vokasi di Indonesia adalah peningkatan perhatian dan awareness baik sisi pemerintah maupun masyarakat yang tercermin melalui beberapa hal: Pertama, rekognisi masyarakat terhadap vokasi yang ditunjukkan dari tingginya minat mengikuti pelatihan vokasi baik dalam bentuk bootcamp, kursus dan pelatihan, balai latihan kerja, MOOCs maupun bentuk pelatihan lainnya, minat masuk SMK, minat terhadap pendidikan tinggi vokasi (pada politeknik, maupun jenjang diploma); Kedua, regulasi mengenai pendidikan vokasi yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menggarap vokasi, dengan hadirnya Inpres Revitalisasi SMK, lalu Perpres Revitalisasi Vokasi, Strategi Nasional (Stranas) Vokasi, TKNV, TKDV, dan lain sebagainya; Ketiga, adanya peningkatan anggaran untuk program-program prioritas bertemakan vokasi, seperti kartu prakerja, SMK Pusat Keunggulan, Kampus Merdeka Vokasi, Matching Fund, Competitive Fund, maupun program lainnya.

Simulator Pesawat Buatan SMK Cakra Nusantara (Dok Pribadi Penulis)

Pendidikan maupun pelatihan vokasi menjadi sangat penting karena ia menjadi support system bagi perekonomian Indonesia yang sedang proses untuk bangkit pasca pandemi serta tumbuh menjadi salah satu perekonomian terkuat global. Sebagaimana yang kita tahu perekonomian bangsa ini yang hingga triwulan ke-4 tahun 2023, ekonomi nasional secara kumulatif mampu tumbuh 5,04% sehingga wajar bila di Tahun 2024 optimisme untuk mencapai 5,2% dibangun melalui penetapan target oleh pemerintah. Capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia ini juga lebih tinggi bila diukur dengan rata-rata global dan Indonesia masuk kategori negara dengan pertumbuhan ekonomi cukup cepat di level global, Namun, Indonesia ke depan masih perlu untuk terus mengupayakan peningkatan produktivitas untuk adanya capaian ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan,

untuk itulah vokasi dan hilirisasi menjadi 2 kata kunci untuk Indonesia mencapai kemandirian ekonomi dan peningkatan daya saing SDM-nya di kancah gobal.

Hilirisasi sumber daya alam dan pembangunan sumber daya manusia menjadi fondasi penting dalam mewujudkan peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang signifikan dan sustain dan dalam beberapa tahun ke depan kepemimpinan baru negara ini harus menjadi fokus. Beberapa kemanfaatan konkrit dari pembangunan yang berorientasi pada 2 kunci ini (hilirisasi SDA dan SDM vokasi) dapat dirasakan Indonesia seperti meningkatnya produktivitas nasional, pemerataan pembangunan ekonomi, peningkatan kualitas SDM, dan meningkatnya kontribusi Indonesia di kancah global.

Siswa SMK praktik otomotif di bengkel Teaching Factory Sekolah (sumber: Majalah Vokasi, Kemdikbudristek, 2022)

Bagaimana hilirisasi SDA dan tersedianya SDM vokasi handal dapat didapatkan pada momen yang sama untuk menjadi solusi dari tantangan yang dihadapi bangsa ini? Yakni melalui berbagai metode untuk melekatkan dunia kerja atau industri dengan dunia pendidikan, dunia pendidikan hari ini tidak bisa dipisahkan dari entitas usaha atau industri, setidak-tidaknya terdapat 4 poin penting perlunya ada kolaborasi intens antara dunia kerja dengan satuan pendidikan:

  1. Relevansi keterampilan: adanya kolaborasi intens antara entitas dunia usaha dengan pendidikan akan menjadi jembatan dan membangun sinergitas pemetaan dan perumusan yang lebih baik antara keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja hari ini maupun masa yang akan datang dengan apa yang disiapkan oleh lembaga pendidikan, sehingga pendidikan dapat secara tepat mempersiapkan peserta didik dengan keterampilan yang relevan dan meminimalisir skills gap.

  2. Pengalaman riil: Selain itu melalui kerjasama erat antara pendidikan dengan entitas dunia usaha akan memperbanyak pembelajaran dengan konteks nyata sesuai yang akan dihadapi peserta didik pasca pendidikannya melalui berbagai pengalaman praktis dari magang, industrial visit, project based learning, teaching factory, praktisi mengajar, yang bahkan hari ini pendidikan akademis pun secara tidak sadar menjadi semi-vokasi karena didorong adanya pembelajaran di luar kampus melalui kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Berbagai hal ini akan membantu lulusan memahami konteks kerja yang riil untuk mengaplikasikan pengetahuan yang didapat ke kondisi nyata sesuai tantangan dan tuntutan dunia kerja.

  3. Inovasi dan Riset: Selain kolaborasi dalam pembelajaran, pendidikan juga sangat memiliki potensi untuk menjadi bagian dalam R&D perusahaan, pengalaman panjang dengan sentuhan efiesiensi dan optimalisasi dari value ekonomi oleh Industri akan bertemu dengan kedalaman pengetahuan dan sumber daya yang ahli di bidang tertentu yang kombinasi ini akan mengakselerasi terciptanya kreasi baru, ide-ide inovatif, sehingga riset dapat dilakukan untuk memecahkan masalah riil yang ada dan bila hasil riset telah siap dihilirisasi maka kajian technological, manufacturing hingga market readiness level akan siap lebih awal karena adanya kolaborasi pengetahuan antara industri dan pendidikan.

  4. Aktualisasi Karir Lulusan: Keterpaparan siswa dengan industri atau dunia kerja sejak awal bahkan jauh sebelum lulus akan melatih dan membantu siswa dalam merancang karir mereka dengan lebih baik. Siswa menjadi lebih awal dan lenbih banyak mendapat informasi untuk menapaki keberlangsungan karirnya agar lebih terarah dan tentunya memberikan kesejahteraan baginya maupun keluarganya sehingga mampu meningkatkan kualitas taraf hidupnya.

Ringkasnya, perekonomian Indonesia telah memiliki capaian cukup baik dan menunjukkan tingkat pertumbuhan yang sehat karena peran sektor industri dan entitas dunia usaha di Indonesia yang juga bergerak aktif, namun capaian ini yakinlah akan makin terakselerasi dengan meningkatnya kontribusi industri ke dunia pendidikan untuk membuahkan semakin banyak kolaborasi peningkatan kualitas SDM Vokasi yang menunjang hilirisasi SDA sehingga berbagai tantangan yang dihadapi oleh di Indonesia seperti bonus demografi mampu terselesaikan dengan baik.

Secara keseluruhan, kondisi mengenai vokasi baik pelatihan maupun pendidikan hari ini telah menunjukkan perbaikan yang signifikan. Peningkatan investasi dan kontribusi dari dunia usaha dunia industri, perhatian pemerintah, dan peningkatan kolaborasi dengan sektor industri telah memberikan dampak positif dan harus terus ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.

Pendidikan Vokasi Bidang Multimedia - SMK Jurusan Multimedia (sumber: Majalah Vokasi Kemdikbudristek, 2022)

Sehingga kepada pemerintahan baru nantinya sangat penting untuk menjadikan vokasi sebagai prioritas, karena prospek peningkatan kualitas SDM via vokasi di Indonesia ternyata sangat penting untuk mendukung pembangunan ekonomi dan hilirisasi industri.

Tujuan pendayagunaan dan transformasi SDM vokasi untuk hilirisasi SDA ini semata-mata untuk meningkatkan kemandirian ekonomi bangsa yang muaranya pada kedaulatan pangan, kedaulatan energi, hingga kedaulatan teknologi dan mengurangi ketergantungan pada barang impor, serta menyediakan lapangan kerja untuk ratusan juta angkatan kerja Indonesia yang siap berkontribusi pada pembangunan nasional, serta secara simultan meningkatkan nilai tambah ekonomi barang dan jasa domestik.

Namun perlu menjadi rambu-rambu juga bahwa semua tersebut harus dicapai dengan menyinergikan semangat ekonomi hijau melalui memperhatikan tanggung jawab dan dampak terhadap lingkungan.

Referensi:

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Transformasi Tata Kelola dan Penguatan Peran Pendidikan Tinggi Vokasi. Disampaikan pada RDPU Panja Perguruan Tinggi Komisi X DPR RI. Jakarta, Kiki Yuliati, 2022, p. 16.

“Di Tengah Tantangan Global, Pertumbuhan Ekonomi 2023 Indonesia Capai 5,05 Persen.” Sekretariat Kabinet, 6 February 2024, https://setkab.go.id/di-tengah-tantangan-global-pertumbuhan-ekonomi-2023-indonesia-capai-505-persen/. Accessed 15 February 2024.

“Ekonomi Indonesia: Tumbuh Tangguh di 2023, Bagaimana di 2024? - Media Keuangan.” Media Keuangan, 2 January 2024, https://mediakeuangan.kemenkeu.go.id/article/show/ekonomi-indonesia-tumbuh-tangguh-di-2023-bagaimana-di-2024. Accessed 15 February 2024.