Atasi Sampah, KKN Nusa Putra Buat Rocket Stove di Palasari Girang

Mahasiswi Desain Komunikasi Visual Universitas Nusa Putra.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Allura Zahra Arifah Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan


SUKABUMI — Berangkat dari kepedulian terhadap kondisi kebersihan dan kesehatan lingkungan pemukiman warga, tim mahasiswa KKN Terpadu Kelompok 20A Universitas Nusa Putra berhasil merealisasikan inovasi teknologi tepat guna berupa tungku Rocket Stove di Desa Palasari Girang, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. Mengusung tema "Aksi Tematik: Inovasi Berani, Mengabdi Sepenuh Hati," program ini difokuskan sebagai solusi konkrit dalam mengatasi permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga yang selama ini masih menjadi tantangan bagi warga setempat.
Inovasi Rocket Stove dirancang khusus sebagai alat pemusnah sampah domestik yang efisien, cepat, dan minim asap. Secara teknis, tungku ini memanfaatkan prinsip sirkulasi udara L-shape (saluran L) yang menciptakan pembakaran bersuhu tinggi (high-temperature combustion). Desain sirkulasi tersebut memungkinkan sampah kering dapat terbakar sempurna, sehingga mereduksi jumlah asap pekat serta emisi karbon yang biasanya mencemari udara di area pemukiman.
"Berdasarkan hasil observasi dan pemetaan awal di lapangan, kami menemukan bahwa Desa Palasari Girang masih menghadapi kendala keterbatasan akses tempat pembuangan akhir (TPA) serta fasilitas pengelolaan sampah yang memadai. Akibatnya, sebagian warga terbiasa menumpuk atau membakar sampah secara konvensional yang memicu polusi asap," ujar perwakilan Kelompok 20A KKN Universitas Nusa Putra. "Hadirnya Rocket Stove ini menjadi opsi praktis agar warga dapat memusnahkan limbah non-organik dan sampah kering secara mandiri, higienis, dan ramah lingkungan," tambahnya.
Pelaksanaan program pengabdian ini dijalankan secara bertahap dan terstruktur selama masa KKN. Prosesnya diawali dengan survei kelayakan lokasi dan analisis kebutuhan warga, dilanjutkan dengan tahap perancangan serta pembuatan prototype Rocket Stove. Setelah alat berdiri, mahasiswa menggelar sosialisasi cara kerja alat, dilanjutkan dengan pelatihan pemeliharaan tungku bagi tokoh masyarakat dan warga lokal, hingga tahap pemantauan serta evaluasi efektivitas penggunaan alat secara berkala.
Tidak hanya berfokus pada pilar lingkungan, kehadiran mahasiswa KKN Kelompok 20A di Desa Palasari Girang juga ikut berkontribusi di bidang pendidikan, mahasiswa aktif mendampingi kegiatan belajar-mengajar di PAUD, SD, hingga SMP, termasuk memberikan edukasi terkait pencegahan cyberbullying dan literasi digital. Di sektor kesehatan dan sosial, tim KKN turut membantu pelayanan di Posyandu balita dan lansia, serta bergotong royong membersihkan fasilitas umum bersama warga.
Pihak pemerintah desa beserta masyarakat Palasari Girang menyambut hangat hadirnya rangkaian program ini. Kolaborasi aktif yang terjalin antara akademisi dan masyarakat diharapkan mampu menjaga keberlanjutan pemaanfaatan serta perawatan Rocket Stove, demi mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, ramah lingkungan, dan mandiri dalam pengelolaan sampah.
Aksi nyata berbasis penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi ini menjadi bukti nyata komitmen Kelompok 20A Universitas Nusa Putra dalam mengimplementasikan pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di Kabupaten Sukabumi.
