Konten dari Pengguna

Wisata Malioboro Yogyakarta Selama Pandemi COVID-19

Aloysia Dwi Astuti

Aloysia Dwi Astuti

Aloysia Dwi atau biasa disapa aloy merupakan seorang mahasiswi Universitas Pamulang fakultas ekonomi dan bisinis. Yang Sedang mengerjakan tugas akhir untuk mendapatkan sebuah gelar.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aloysia Dwi Astuti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap sudut Yogyakarta mempunyai banyak kenangan salah satunya yang terkenal ialah Maliobro. Kawasan Malioboro ini menjadi salah satu tempat yang paling wajib untuk dikunjungi ketika berada di Yogya.

Suasana Malioboro Pada Malam Hari Sebelum Pandemi COVID-19. Foto : Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Malioboro Pada Malam Hari Sebelum Pandemi COVID-19. Foto : Pribadi

Ada beberapa pedagang yang menjual dagangannya seperti penjual baju batik, angkringan, bakpia, dan masih banyak lagi. Dan biasanya para pengunjung akan berfoto di bawah plakat tulisan Jalan Malioboro atau di Titik Nol Kilometer. Selain itu, ada juga kendaraan berupa andong dan becak yang menawarkan para wisatawan untuk berkeliling dan menikmati sekitaran Malioboro. Harga yang ditawarkan pun beraneka ragam, untuk andong kisaran Rp50.000 sampai Rp 150.000 sedangkan untuk becak kisaran Rp 15.000 sampai Rp 30.000.

Malioboro terkenal dengan wisata malam hari, sebab pada malam hari Malioboro lebih terlihat hidup dibandingkan pada saat siang hari. Saat malam hari suasana Malioboro begitu ramai dengan adanya berbagai hiburan seperti adanya musik angklung yang membuat para wisatwan berkumpul untuk melihat musik tersebut.

Pada saat pandemi COVID-19 seperti sekarang ini Malioboro mengalami perubahan seperti menurunnya para pengunjung wisatawan, hiburan angklung tidak ada lagi di Malioboro, pada pukul 18.00-21.00 WIB kendaraan dilarang melewati area jalan Malioboro kecuali bus trans jogja, becak, dan andong. Dan ada beberapa rute menuju Malioboro yang biasanya memiliki 2 arah menjadi 1 arah.

Kondisi Malioboro Selama Pandemi COVID-19. Foto : Pribadi

Untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, para pengunjung harus memindai kode unik atau barcode yang ditempel di tiap-tiap pintu masuk kawasan Malioboro melalui aplikasi Google Lens. Selanjutnya pengunjung akan masuk ke halaman situs sowanjogja.id untuk mengisi nomor WhatsApp dan mengunggah sertifikat vaksinasi Covid-19. Dan di setiap sudut kawasan Malioboro sudah di sediakan tempat untuk mencuci tangan, hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19.