Ketahui 4 Tahapan Rekrutmen Karyawan Baru di Perusahaan

Rumah Kepemimpinan adalah institusi milik bangsa yang mengelola dana Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf dari masyarakat dalam rangka mempersiapkan calon-calon pemimpin masa depan.
Tulisan dari Rumah Kepemimpinan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Proses rekrutmen karyawan merupakan kunci utama untuk menciptakan SDM yang profesional di sebuah perusahaan. Sedangkan wawancara kerja merupakan sesi penting pada tahapan rekrutmen tersebut.
Maka dari itu, penting bagi para pencari kerja untuk memahami setiap tahapan rekrutmen perusahaan. Terutama pada proses wawancara yang sangat menentukan agar bisa diterima bergabung sebagai karyawan baru.
Nah, disini Eka Febrial akan membedah tahapan rekrutmen terutama proses wawancara dari sudut pandang Pewawancara.
Eka Febrial merupakan alumni Rumah Kepemimpinan sekaligus menjabat sebagai Senior Manager People and Organization di perusahaan multinasional.
4 Tahapan Rekrutmen Karyawan di Perusahaan
Berdasarkan pengalamannya, Eka Febrial mengemukakan 4 tahap proses rekrutmen di sebuah perusahaan:
1. Sourcing
Pada tahap ini, perusahaan merilis informasi lowongan kerja, dan anda bisa mengirimkan Resume (Riwayat Hidup).
2. Screening
Pada tahap ini pihak perusahaan melakukan seleksi lamaran kerja yang diterima perusahaan. Dimana secara umum, pihak perusahaan akan melakukan beberapa proses sebagai berikut:
CV Screening: seleksi awal dengan cara membaca resume yang paling cocok dengan kualifikasi.
Psychological Screening: tes psikologi meliputi tes tingkat kecerdasan (IQ Test), tes potensi karakter (DISC Test), dan tingkat ketepatan / akurasi (Kraeplein/Pauli Test).
FGD Session: tes yang fokus pada kemampuan problem solving, tingkat inisiatif, dan keterampilan kepemimpinan dari para kandidat terhadap sebuah permasalahan yang diberikan.
Medical Check: memastikan kondisi kesehatan kandidat. Apakah ada penyakit atau kondisi tertentu yang nantinya menghambat produktivitas bekerja atau tidak.
3. Selecting
Tahap selanjutnya yaitu proses wawancara (interview), dimana perusahaan memilih yang terbaik dari kandidat yang sudah tersaring dari seleksi sebelumnya.
Setiap perusahaan memiliki proses wawancara yang berbeda-beda. Ada yang single-stage dan ada yang multi-stage.
Jika menggunakan proses multi-stage interview, maka akan ada tiga tahapan wawancara:
Wawancara HR: proses wawancara dengan bagian SDM. Hal ini untuk memastikan kecocokan kualifikasi, pengalaman kerja, dan hal-hal yang berkaitan dengan karakter atau prilaku dari kandidat.
Wawancara User: proses wawancara dengan pimpinan bidang perusahaan yang dilamar. Wawancara ini meliputi hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan yang dilamar dan kompetensi teknis tertentu.
Tes Kepemimpinan: Hanya berlaku untuk posisi tertentu di sebuah perusahaan dimana tahap uji kepemimpinan biasanya terdiri dari situational and pressure interview.
Sebenarnya apa yang perusahaan cari dalam proses wawancara?
Dalam proses wawancara, perusahaan akan memilih kandidat yang paling sesuai dengan kriteria pekerjaan yang dibutuhkan.
Beberapa aspek yang biasanya dipertimbangkan yaitu meliputi kompetensi, karakter, kualifikasi akademik, pengalaman profesional, kesesuaian dengan kultur perusahaan, ketentuan atau persyaratan tertentu, dan ekspektasi kandidat.
Menurut Eka, penting sekali untuk memahami kualifikasi pekerjaan yang diminta perusahaan. Kemudian eksplorasi diri dan ketahui profil anda yang sesuai dengan kualifikasi pekerjaan tersebut.
Maka dari itu, anda disarankan untuk melakukan simulasi tanya jawab dengan teman menggunakan pertanyaan-pertanyaan umum yang sering ditanyakan saat wawancara kerja di perusahaan.
Contoh Pertanyaan Wawancara Kerja
Pada proses wawancara biasanya menggunakan metode STARE.
Metode STARE adalah cara menjawab setiap pertanyaan dengan lengkap yang di dalamnya terkandung informasi terkait Situation (situasi), Task (tugas), Action (tindakan), Result (hasil), dan Evalution (evaluasi).
Berikut contoh pertanyaan yang mungkin ditanyakan saat wawancara:
Situation/Task: Coba ceritakan pengalaman anda saat menghadapi permasalahan yang penting dalam hidup, bagaimana anda menghadapinya?
Action: Tindakan apa yang anda ambil saat itu?
Result: Bagaimana hasil dari tindakan anda tersebut?
Evalution: Jika anda kembali lagi ke masa itu, perbaikan apa yang akan anda lakukan agar hasilnya lebih efektif?
Interview is two-way matching!
Di satu sisi, perusahaan mencari kandidat yang cocok dengan kebutuhan mereka. Di sisi lain, anda tentu perlu tahu juga, apa yang sebenarnya anda inginkan dari perusahaan tersebut?
Pewawancara kemungkinan besar akan menanyakan tentang hal tersebut. Pastikan anda mencari tahu keahlian anda yang sesuai dengan spesifikasi pekerjaan tersebut.
Selain itu, ada beberapa hal penting yang bisa anda tanyakan ketika proses wawancara kerja, meliputi:
Apakah target jangka panjang yang sedang diupayakan perusahaan ini?
Secara umum, bagaimana kultur kerja yang dibangun di perusahaan ini?
Apa yang perusahaan targetkan kepada saya pada 3/6/12 bulan pertama?
Sebaliknya, anda perlu catat beberapa hal berikut yang tidak direkomendasikan untuk ditanyakan saat wawancara kerja:
Tidak menanyakan apapun.
Menanyakan hal-hal yang seharusnya sudah anda ketahui atau bisa anda akses melalui website perusahaan tersebut.
Menanyakan kompensasi dan tunjangan.
Latar belakang pribadi dari pewawancara.
4. Hiring
Pada tahap ini, kandidat dinyatakan terpilih akan menerima surat panggilan kerja dan anda akan diminta untuk menandatangani kontrak kerja.
Selain itu, anda yang terpilih bisa mendiskusikan terkait penawaran yang diberikan oleh perusahaan. Termasuk masalah gaji (remunerasi) dan sebagainya.
Setiap perusahaan tentu memiliki sistem rekrutmen yang berbeda-beda. Namun, tahapan diatas merupakan gambaran besar yang sangat menentukan anda bisa diterima atau tidak di perusahaan tersebut.
