Konten dari Pengguna

Apakah benar Indonesia Diuntungkan dengan Sistem 5x11 di Badminton?

BBK 6 Unair Mriyunan

BBK 6 Unair Mriyunan

Mahasiswa Sains Data Universitas Airlangga

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari BBK 6 Unair Mriyunan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada bulan April 2021, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengusulkan perubahan sistem skor bulu tangkis dari 3x21 menjadi 5x11. Meskipun pada tahun 2018 usulan serupa yang diajukan oleh Federasi Badminton Dunia BWF ditolak oleh PBSI karena beberapa alasan.

Dilansir dari Kompas.com, perwakilan PBSI Bambang Roedyanto mengatakan bahwa sistem skor 5x11 bisa memberikan dampak positif bagi para pelaku bulu tangkis, baik pemain, pelatih juga seluruh pihak yang ada di dalamnya. Ia juga menambahkan bahwa sistem skor ini akan membuat pertandingan lebih seru dari awal. Menurutnya, format sistem skor ini cocok bagi masa depan bulu tangkis. Ia juga menyebut bahwa China sudah mencoba sistem skor 5x11 di kejuaraan nasional mereka dan berhasil menghasilkan statistik yang baik.

Namun, apakah argumen yang diberikan benar dan apakah Indonesia akan diuntungkan dengan sistem skor 5x11? Seorang Analytics Senior Associate di Maverick Indonesia, Juan Liong, melakukan analisis data terhadap hampir 15.000 pertandingan bulu tangkis BWF di semua sektor dari Januari 2018 hingga Maret 2021, untuk mengetahui bagaimana jika sistem ini diterapkan lebih awal dan untuk menyelidiki argumen yang diberikan.

Chart persentase perubahan kemenangan berdasarkan kewarganegaraan. Foto: Dokumen pribadi penulis

Persentase positif dalam chart menunjukkan persentase kekalahan ketika menggunakan sistem 3x11 yang berubah menjadi kemenangan menggunakan sistem 5x11 dan sebaliknya. Hasil analisisnya menunjukkan bahwa 15% kemenangan yang diperoleh Indonesia akan menjadi kekalahan jika menggunakan sistem 5x11. Sementara India menjadi yang paling diuntungkan dengan perubahan kekalahan menjadi kemenangan sebesar 26%. Kemudian, China menjadi negara yang paling dirugikan dengan persentase kemenangan ketika menggunakan sistem 3x11 yang berubah menjadi kekalahan ketika menggunakan sistem 5x11 dengan persentase mencapai 39%.

Juan Liong juga menemukan bahwa sebagian besar pertandingan (71,2%) tidak akan berubah dengan perubahan sistem, hanya 11,3% yang akan berubah, dan sisanya tidak dapat dipastikan.

Chart Proporsi Perubahan Kemenangan. Foto: Dokumen pribadi penulis

Meskipun PBSI mengusulkan sistem skor 5x11 dengan alasan akan menguntungkan. Namun, analisis data menunjukkan bahwa hal itu dapat merugikan beberapa negara, termasuk Indonesia. Akan tetapi, perlu diingat bahwa analisis data ini hanya mengolah data di masa lalu dan diproyeksikan jika menggunakan sistem 5x11. Tentunya, hasil akhir dari penerapan sistem skor 5x11 masih belum diketahui secara pasti.