1 dari 5 Mobil Toyota yang Terjual Tahun Ini Berbasis Elektrifikasi

Penjualan kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus tumbuh, seiring semakin banyaknya merek dan pilihan teknologi terbaru. Toyota menjadi salah satu merek yang mencatat pertumbuhan signifikan di segmen kendaraan elektrifikasi.
Pada Januari-Juni 2026, Toyota membukukan penjualan sekitar 28 ribu unit kendaraan elektrifikasi, naik 65 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Jumlah tersebut menyumbang sekitar 21 persen dari total penjualan Toyota.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Hiroyuki Oide, mengatakan bahwa capaian itu menunjukkan penerimaan masyarakat Tanah Air terhadap kendaraan elektrifikasi semakin tinggi.
"Secara komposisi, kontribusi penjualan elektrifikasi kami saat ini sudah mencapai 21 persen dari total penjualan Toyota. Setiap satu dari lima kendaraan Toyota yang terjual di semester I/2026 sudah menggunakan teknologi elektrifikasi," ujarnya.
Oide bilang, pertumbuhan ini merupakan bentuk implementasi positif dari strategi Multi-Pathway perusahaan. Cara tersebut sejalan dengan perkembangan pasar kendaraan elektrifikasi secara nasional.
Pada 2022, penjualan kendaraan elektrifikasi di Indonesia baru sekitar 20 ribu unit atau hanya berkontribusi sekitar 2 persen dari total penjualan kendaraan. Sementara pada Januari-Juni 2026, penjualan kendaraan elektrifikasi telah mencapai sekitar 117 ribu unit atau tumbuh hampir 27 persen.
"Pertumbuhannya tentu didukung banyak aspek, seperti insentif pemerintah, penerimaan masyarakat yang meningkat, serta kehadiran banyak brand baru, beberapa bahkan datang dengan fokus yang spefisik pada satu teknologi," lanjut Oide.
Elektrifikasi Dorong Penjualan Toyota
Kendaraan elektrifikasi kini berperan besar dalam penjualan Toyota secara keseluruhan. Perusahaan mencatat total penjualan 133 ribu unit sepanjang Januari-Juni 2026 dengan pangsa pasar 30,7 persen. Dari jumlah tersebut, sekitar 28 ribu unit merupakan kendaraan elektrifikasi.
Catatan positif itu ikut merambat dalam penjualan Toyota secara global. Pada Januari-Mei 2026, perusahaan membukukan penjualan sekitar 4,1 juta unit. Dari total penjualan itu, sekitar 2,2 juta unit atau 53 persen merupakan kendaraan elektrifikasi.
Capaian ini membuat Toyota masih kokoh sebagai produsen otomotif dengan penjualan terbanyak di dunia selama enam tahun berturut-turut.
Strategi Multi-Pathway
Beragamnya opsi teknologi kendaraan di pasar menjadi salah satu alasan Toyota tidak mengganti strategi Multi-Pathway. Pendekatan ini dipilih sebab kebutuhan konsumen Indonesia berbeda-beda dan tidak bisa dipenuhi hanya oleh satu jenis teknologi.
Marketing Director PT TAM, Bansar Maduma, menuturkan bahwa respons positif masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi menjadi sinyal bagi Toyota untuk terus memperluas pilihan teknologi yang tersedia.
"Elektrifikasi bukan satu ukuran untuk semua. Informasi ini juga kami dapatkan dari jaringan Toyota yang tersebar di Indonesia. Mereka bilang Indonesia bukan hanya Jawa, apa yang sesuai ke Jawa belum tentu bisa diaplikasikan ke wilayah lain," terangnya.
Menurut Bansar, setiap teknologi punya keunggulan masing-masing sehingga Toyota memilih menyediakan beragam pilihan sesuai kebutuhan konsumen.
Ia bilang strategi itu tidak hanya berhenti pada produk. Perusahaan juga menyiapkan layanan pendukung agar teknologi yang ditawarkan bisa digunakan sesuai kebutuhan masyarakat.
"Karena pada akhirnya yang paling penting bukan teknologinya, tetapi bagaimana teknologi, produk dan pelayanan yang diberikan benar-benar relevan dan bisa memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia," tutup Bansar.
