10 Tahun, AHM Catat Ekspor 2,2 Juta Unit Motor

Sepeda motor Honda buatan Indonesia tak hanya mengisi jalanan di dalam negeri, tetapi juga telah dikirim ke berbagai negara. Dalam satu dekade terakhir, PT Astra Honda Motor (AHM) mencatat ekspor sepeda motor produksinya telah mencapai sekitar 2,2 juta unit.
General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbudin, mengungkapkan bahwa capaian tersebut menunjukkan produk yang dibuat di pabrik Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pasar dengan karakter konsumen yang berbeda-beda.
"Ekspor kami dalam 10 tahun terakhir sudah mencapai 2,2 juta. Kami bangga produk anak bangsa bisa diterima di negara lain. Artinya produk yang dibuat di Indonesia mampu menembus dan memenuhi standar industri di negara tujuan," ujar pria yang akrab disapa Muhib, dalam sesi diskusi kumparan On The Road bersama AHM, Minggu (6/9).
Sejumlah model yang diproduksi AHM telah menjadi bagian dari ekspor selama periode tersebut, mulai dari Honda BeAT, Sonic, CB150 Streetfire, sampai CBR150. Ada pula model Click (nama Vario di negara lain) varian 150 dan 160 yang ikut dipasarkan di luar negeri.
AHM sendiri memiliki enam fasilitas produksi di Indonesia yang menjalankan standar produksi sesuai ketentuan global Honda. Proses tersebut menjadi salah satu fondasi sebelum model tertentu dipilih untuk dipasarkan negara-negara tujuan ekspor.
"AHM bagian dari Honda Corporation, jadi kita punya standar tertentu agar produk yang dibuat di Indonesia sama dengan Honda di negara lain. Dengan menjaga proses dan kualitas produk, otomatis mampu memenuhi permintaan dan standar di negara tujuan ekspor," kata Muhib.
Kemampuan menembus pasar luar negeri ikut ditopang oleh rantai industri yang berada di belakang proses produksi sepeda motor. Ia bilang, saat ini perusahaan telah bekerja sama dengan 153 perusahaan pemasok yang memproduksi berbagai komponen, mulai dari baut, rantai, hingga bagian lainnya.
Menurutnya, sebagian besar komponen pada sepeda motor Honda yang dibuat di Indonesia juga telah berasal dari industri lokal. Pada beberapa model, tingkat penggunaan komponen yang diproduksi di dalam negeri disebut telah mencapai kisaran 95 hingga 98 persen.
"Sepeda motor belum bisa sampai ke konsumen kalau enggak didukung industri di hilir. Betapa besar dan masifnya industri ini. Kalau ngomongin kontribusi, setiap perusahaan dari hulu-hilir memberikan kontribusi yang luar biasa ke negara," lanjut dia.
Besarnya tingkat kandungan lokal membuat industri sepeda motor memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar proses perakitan kendaraan. Secara keseluruhan, Muhib menuturkan ekosistem industri sepeda motor dari hulu ke hilir melibatkan sekitar seribu perusahaan dengan total sekitar 671 ribu tenaga kerja.
Keberadaan pasar yang sehat menjadi penting karena sebagian besar masyarakat menggunakan sepeda motor untuk menunjang kegiatan produktif dan ekonomi sehari-hari. Ketika permintaan kendaraan terganggu, dampaknya dapat menjalar ke rantai industri dan tenaga kerja di belakangnya.
