5 Penyakit Nissan Lawas dan Biaya Perbaikannya, Wajib Tahu Sebelum Beli

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nissan Grand Livina Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Nissan Grand Livina Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparan

Mobil Nissan lawas masih jadi pilihan sebagian orang karena modelnya beragam dan harganya relatif terjangkau. Namun perlu diperhatikan perihal kondisi sejumlah komponen lantaran usia pemakian yang terbilang uzur.

Feri Hanzah, pemilik bengkel spesialis Nissan dan Datsun Hanz Auto Service di Ciracas, Jakarta Timur memberi kiat kepada calon pembeli sebelum meminang kendaraan bekas Nissan yang usianya terlampau cukup tua.

Nissan Grand Livina bekas di Mobil88. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan

1. Grand Livina

Livina keluaran 2007 hingga 2012 cukup sering mengalami knocking atau ngelitik saat menggunakan bahan bakar dengan oktan yang kurang sesuai. Penumpukan kerak di ruang bakar, kondisi busi, serta kerja Exhaust Gas Recirculation (EGR) turut memengaruhi proses pembakaran dan bisa membuat gejala ngelitik semakin mudah muncul.

"Ngelitik yang nggak terlalu berat bisa bersihin ruang bakar dan EGR harganya Rp 350 ribuan, itu dengan catatan businya bagus ya. Busi berpengaruh juga, pembakaran kurang bagus bikin ngelitik. Kalau businya enggak bagus kami sarankan untuk ganti, sekitar Rp 125 ribu per satu busi yang OEM," ujar Feri saat ditemui kumparan, Senin (14/9).

Nissan Serena C24. Foto: Dok. Wikimedia Commons

2. Serena C24

Bagian kaki-kaki Serena C24 yang berbahan karet dapat mengalami penurunan elastisitas. Sementara kebocoran power steering juga cukup sering ditemukan, terutama bagian rack steer, selang high pressure, dan pompa power steering.

"Karet-karet arm paling Rp 700 ribuan. Bocor rack steer bisa diservis pake seal orisinal sekitar Rp 1,8 sampai 1,9 jutaan. Selang high pressure pakai OEM yang bagus hampir mirip orisinal harganya Rp 1,9 jutaan. Bocor pompa bisa di overhaul paling habis sekitar Rp 1 jutaan," rincinya.

Nissan X-Trail bekas Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

3. X-Trail T31

X-Trail T31 memiliki beberapa bagian yang perlu diperhatikan seiring usia pemakaian. Kaki-kaki dan transmisi CVT menjadi dua komponen yang cukup sering mengalami masalah pada model tersebut.

"Kalau X-Trail T31 sih penyakitnya masih hampir sama kayak Serena ini ya. Dia di kaki-kaki juga, habis itu biasanya CVT. Kalau dibenerin mahal, antara Rp 15 sampai Rp 20 jutaan. Itu pun diganti copotan CVT dari Singapura, biasanya kami ambil bahan," terangnya.

Nissan March bekas. Foto: Dok. WTCM2

4. March

March memiliki beberapa komponen yang perlu diperhatikan seiring usia pemakaian, seperti bagian shockbreaker dan rack steer. Sistem pengereman, terutama master rem, ikut menjadi bagian yang cukup sering bermasalah.

"March juga sering master remnya jebol, jadi minyak rem di tabung habis terus. Master rem bagian atas itu pakai OEM saja itu mulai dari Rp 1,2 jutaan sudah bisa, sudah termasuk jasa,"imbuhnya.

Nissan Evalia. Foto: Dok. Cars Directory

5. Evalia

Evalia memiliki karakter yang mirip dengan Livina bermesin 1.500 cc, termasuk gejala knocking alias ngelitik. Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena penumpukan kerak di ruang bakar dapat memengaruhi proses pembakaran mesin.

"Evalia penyakitnya sama seperti Livina, ngelitik (knocking). Mesinnya 1.500 cc dan bodinya besar. Dia itu versi ekonomis dari Serena C24. Biayanya sama ya seperti Livina Rp 350 ribuan untuk bersihin ruang bakar,"sebutnya.

Feri mengatakan, perawatan rutin menjadi kunci menjaga Nissan lawas tetap nyaman digunakan seiring bertambahnya usia kendaraan. Pemilik mobil bisa melakukan pengecekan dan servis berkala pada komponen yang rawan bermasalah agar kerusakan tidak semakin parah dan biaya perbaikannya tetap terkendali.