Awas! Pakai Onderdil KW Bisa Bikin Rusak ECU Mobil Nissan

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Koil Nissan. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Koil Nissan. Foto: Dok. Istimewa

Onderdil mobil resmi pabrikan umumnya memiliki harga lebih tinggi dari komponen alternatif yang beredar di pasaran. Selisih harganya membuat sebagian pemilik mobil memilih menggunakan barang palsu (KW) daripada orisinal. Pilihan tersebut ternyata menyimpan risiko pada bagian-bagian tertentu, termasuk pada mobil Nissan.

Feri Hanzah, pemilik bengkel spesialis Nissan dan Datsun Hanz Auto Service, mengatakan bahwa tidak semua komponen mobil aman diganti dengan barang tiruan. Untuk mobil Nissan, koil menjadi salah satu bagian yang menyimpan risiko besar.

“Saya berbicara Nissan ya, yang sering terjadi itu pemakaian koil KW. Selama dipakai sebenarnya nggak ada masalah, tapi ada pemakaian yang sampai akhirnya bikin Electronic Control Unit (ECU) rusak,” kata Feri saat ditemui kumparan di Ciracas, Jakarta Timur, Senin (14/9).

Nissan March dan Serena C24 di Hanz Auto Service, Ciracas, Jakarta Timur. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Koil bekerja dalam sistem pengapian untuk membantu menghasilkan tegangan tinggi yang dibutuhkan busi. Karena terhubung dengan sistem kelistrikan dan pengapian kendaraan, kualitas komponen menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Menurut Feri, kerusakan tersebut baru terlihat setelah sistem pengapian pada mobil mengalami masalah. Setelah dilakukan pemeriksaan secara bertahap, sumber gangguan ternyata berasal dari bagian IC pengapian yang berada di dalam ECU.

“Waktu kami lihat kasusnya, pengapiannya hilang. Setelah kami urut ternyata pengapian yang ada di ECU-nya rusak, penyebabnya karena pakai koil KW. Barang KW itu agak tricky juga, bisa merusak komponen lain," sambungnya.

Feri menyebut persoalan serupa juga perlu diperhatikan pada sejumlah sensor kendaraan. Komponen tersebut mengirimkan data ke ECU sehingga penggunaan barang yang kualitasnya tidak sesuai dapat memengaruhi sistem lain.

Proses servis Nissan March di Hanz Auto Service, Ciracas, Jakarta Timur. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Bagi pemilik mobil yang memiliki dana terbatas, Feri menyarankan penggunaan komponen orisinal bekas atau copotan dalam kondisi yang masih layak. Pilihan tersebut dinilai lebih aman untuk komponen tertentu dibandingkan menggunakan barang tiruan yang kualitasnya tidak dapat dipastikan.

"Mayoritas konsumen di sini, setelah saya kasih tahu harga OEM kadang pasti milih OEM daripada genuine parts. Memang ada kasus yang pakai KW nggak ada masalah. Ada kasus yang mending pakai barang orisinal baru atau copotan," lanjutnya.

Feri sendiri memiliki pengalaman panjang menangani mobil Nissan. Ia pernah menjadi mekanik senior Nissan sejak tahun 2010 hingga 2021 sebelum melanjutkan pengalamannya di bengkel spesialis Nissan di Pamulang, Tangerang Selatan.

Pengalaman tersebut membuat Feri semakin banyak menangani berbagai persoalan pada mobil Nissan, termasuk sistem pengapian dan kelistrikan. Pengetahuan itu kemudian ia terapkan saat membuka Hanz Auto Service di Ciracas, Jakarta Timur.