China Perketat Aturan Mobil Baru: Kursi Zero Gravity-Layar Besar Bakal Dilarang

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kursi XPeng X9 dibekali fitur zero gravity. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kursi XPeng X9 dibekali fitur zero gravity. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Pemerintah China menyiapkan aturan untuk mengerem deretan fitur canggih di mobil keluaran terbaru. Kursi berteknologi zero gravity, layar berukuran besar, sampai lampu jadi sasaran utama.

Dari laporan Car News China, rancangan aturan tersebut dibuka ke publik oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT). Isinya mencakup keselamatan kendaraan, cara pengoperasian, serta tampilan antarmuka bagi pengguna.

Bagian pertama menyoroti kursi dengan fungsi tidak biasa. Kursi zero gravity alias rebahan, kursi berputar, sampai kursi yang bisa dilipat rata masuk dalam daftar yang diawasi.

Produsen mobil diminta menjalani uji benturan, anti-jepit, serta uji ketahanan yang lebih ketat untuk perangkat semacam itu. Batasan tempat dan waktu pemakaian wajib ditetapkan demi menjaga keselamatan penumpang.

Ilustrasi pengemudi yang terdistraksi layar sentuh pada mobil modern. Foto: Dok. Vibilagare

Seluruh fungsi kursi bergerak diusulkan berhenti bekerja selama mobil melaju. Aturan itu menutup peluang penumpang merebahkan kursi di tengah perjalanan.

Bagian berikutnya menyasar layar di dalam kabin. Layar hiburan di tengah dasbor, layar berpermukaan lebar, serta layar proyeksi di kaca depan yang ikut jadi sorotan.

Produsen mobil diminta menghitung tingkat gangguan yang ditimbulkan perangkat tersebut terhadap pengemudi. Ketahanan layar saat tabrakan dan saat menghadapi cuaca ekstrem turut masuk dalam penilaian.

Layar lipat dan layar bergaya desain kompleks lainnya diusulkan dilarang sepenuhnya. Aturan tersebut memukul merek yang gencar memajang teknologi mutakhir, seperti Xiaomi dan HIMA garapan Huawei.

Desain lampu depan mobil listrik Wuling BinguoEV. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Lampu kendaraan jadi sorotan selanjutnya, terutama perangkat yang bisa menampilkan tulisan buatan pengemudi. Sejumlah mobil listrik China kini dibekali lampu LED matriks yang sanggup memproyeksikan gambar dan teks ke jalan.

Kekhawatiran muncul soal kemungkinan pengemudi menayangkan isi pesan yang tidak sepatutnya di jalan raya. MIIT meminta produsen mobil menyaring isi pesan sekaligus mengawasi tulisan yang dibuat pengemudi.

Penyaringan semacam itu bukan hal baru di negara tersebut. Banyak ponsel pintar yang dijual di China sudah lebih dulu menyaring kata kunci sensitif pada nama titik akses Wi-Fi maupun sambungan Bluetooth.

Ilustrasi gagang pintu elektrik/pop-up/lipat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Adapun, usulan pelarangan gagang pintu tersembunyi kembali ditegaskan dalam rancangan terbaru ini. Rancangan itu pertama kali terbit pada akhir 2025 setelah rentetan kecelakaan Xiaomi SU7.

Setiap gagang pintu dituntut membawa sambungan mekanis cadangan beserta ruang gerak yang cukup bagi tangan. MIIT bahkan sudah menerbitkan gambar rancangan gagang pintu yang dinilai ideal, lengkap dengan pilihan bentuk untuk bagian luar dan dalam kabin.