Dua Kali Gagal, Lulusan SMK Binaan AHM Ini Jadi Teknisi Terbaik Honda 2026

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Randy Dwiki Saputra, juara pertama kategori Teknisi Pit Reguler di AHM Technical Skill Contest (AHM TSC) 2026. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Randy Dwiki Saputra, juara pertama kategori Teknisi Pit Reguler di AHM Technical Skill Contest (AHM TSC) 2026. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Menjadi juara nasional bukan sesuatu yang diraih Randy Dwiki Saputra dalam semalam. Lulusan SMKN 1 Badegan Ponorogo binaan PT Astra Honda Motor (AHM) itu sempat dua kali gagal naik podium, sebelum akhirnya menjadi juara pertama kategori Teknisi Pit Reguler di AHM Technical Skill Contest (AHM TSC) 2026.

Randy mengaku dunia kompetisi sudah akrab dengannya sejak masih duduk di bangku SMK. Saat itu, ia aktif mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) mulai dari tingkat wilayah binaan, regional Jawa Timur, hingga berhasil melaju ke tingkat nasional.

Selepas lulus pada 2022, Randy tak meninggalkan dunia yang sudah ia tekuni sejak sekolah. Ia bergabung sebagai teknisi di AHASS Cun Motor Ponorogo dan mulai mengikuti kompetisi mekanik.

Randy Dwiki Saputra, juara pertama kategori Teknisi Pit Reguler di AHM Technical Skill Contest (AHM TSC) 2026. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

"Di situ saya mulai tertarik untuk mengikuti kontes pada bagian mekanik. Sebelumnya, ketika menjadi siswa merasa tertarik untuk mengikuti kontes-kontes berikutnya," kata dia kepada awak media dalam Awarding AHM TSC 2026 di Cikarang, Jawa Barat, Jumat (24/7).

Kesempatan pertama datang pada AHM TSC 2023 dan langsung membawanya lolos hingga babak nasional. Sayangnya, Randy harus puas finis di posisi kelima sehingga gagal membawa pulang trofi juara.

Setahun kemudian, hasil yang diraih justru lebih buruk dari sebelumnya. Randy hanya menempati peringkat ke-12 setelah mengaku terlalu percaya diri ketika menjalani setiap tahapan perlombaan.

Para pemenang Astra Honda Motor Technical Skill Competition (AHM TSC) dari beberapa kategori. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Ia mengatakan, kegagalan tersebut bukan disebabkan kurangnya penguasaan materi teknis. Justru, tantangan terbesar datang dari diri sendiri yang terkadang terlalu minder atau sebaliknya terlalu percaya diri hingga membuat beberapa prosedur terlewat.

"Tantangan terbesar itu mengalahkan diri sendiri. Kadang kita minder, kadang terlalu percaya diri. Nah itu yang menyebabkan sering ada yang terlupakan atau ada yang kelewatan," ujar Randy.

Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga sebelum kembali tampil pada AHM TSC 2026. Ia memilih memperbaiki mental bertanding, lebih tenang saat menganalisis masalah, dan tidak lagi terburu-buru ketika menjalankan setiap prosedur.

Acara penghargaan para finalis Astra Honda Motor Technical Skill Competition (AHM TSC). Foto: Dok. AHM

Usahanya pun berbuah manis pada kesempatan ketiga mengikuti kompetisi tersebut. Randy akhirnya keluar sebagai juara pertama kategori Teknisi Pit Reguler setelah mampu mengatasi tekanan yang sebelumnya menjadi kelemahan terbesar.

"Tahun ini saya sudah enggak terlalu over confident, juga enggak terlalu minder. Pikiran lebih tenang, penyelesaian masalah juga lebih tenang, enggak terburu-buru," pungkasnya.