Farizon Rakit Mobil Niaga Listrik di Purwakarta, Nilai Investasi Rp 50 Miliar

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Farizon V8E Cargo Van dirakit lokal di PT Handal Indonesia Motor, Purwakarta, Jawa Barat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Farizon V8E Cargo Van dirakit lokal di PT Handal Indonesia Motor, Purwakarta, Jawa Barat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Merek kendaraan listrik komersial, Farizon, memperkuat bisnisnya di Indonesia lewat produksi lokal. Tahap awal lokalisasi ini dilakukan melalui fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM).

Untuk mendukung proses tersebut, investasi yang disiapkan mencapai sekitar Rp 40-50 miliar. Director PT Arista Manufacturing Indonesia, Christoforus Ronny, mengatakan dana tersebut digunakan untuk menyiapkan kebutuhan produksi.

"Kisarannya ya, plus minus itu Rp 40-50 miliar. Itu buat satu model, tapi kan penambahan model lain kan ada yang sama juga, paling tambahannya enggak banyak," kata dia saat ditemui di Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (13/8).

Proses quality control (QC) Farizon V8E Cargo Van di PT Handal Indonesia Motor, Purwakarta, Jawa Barat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Peralatan yang disiapkan mencakup filing machine, coupler, jig, alat pengencangan axle, hingga berbagai peralatan khusus. Perlengkapan ini disiapkan untuk mendukung proses perakitan V8E di fasilitas tersebut.

Pada tahapan awal, PT HIM telah merakit Farizon V8E Cargo Van. Kapasitas produksinya masih dipatok sekitar 80 unit per bulan sambil melihat perkembangan pasar kendaraan niaga energi baru di Tanah Air.

"V8E awal ini sebulan kira-kira ya sekitar 80 unit. Kami melihat juga kondisi pasarnya seperti apa. Kalau kapasitas produksi untuk semua produk ya sekitar seribu unit, tergantung tipe produk yang akan datang," tambahnya.

Farizon F3E Foto: Dok. Farizon

Langkah lokalisasi ini juga dibarengi persiapan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Ronny memperkirakan Farizon V8E berpotensi memiliki TKDN sekitar 40 persen, sementara proses pengajuan sertifikasinya masih dipersiapkan.

Setelah V8E, Farizon akan menambah model lain yang dirakit di Indonesia. Ronny menuturkan model pikap alias F3E akan mulai dirakit lokal bulan Juli mendatang. Sementara Super Van masih dalam tahap kajian untuk dirakit di dalam negeri.

"Bulan depan itu sudah F3E (ikut dirakit lokal). Kalau Super Van itu 16 seats, masih kami pelajari untuk diadopsi ke proses produksi, jadi kami Completely Built Up (CBU) dulu," tutupnya.