Grup Otomotif Astra Kantongi Laba Bersih Rp 5,9 Triliun, Naik 9 Persen

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Astra International. Foto: Piotr Swat/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Astra International. Foto: Piotr Swat/Shutterstock

Bisnis otomotif grup Astra mencatat kinerja positif sepanjang semester I 2026. Laba bersih yang dikantongi mencapai Rp 5,9 triliun atau tumbuh 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Head of Corporate Relations Astra International, Tira Ardianti, mengatakan laba bersih tersebut meningkat dari Rp 5,4 triliun pada semester I 2025. Sektor otomotif menjadi salah satu dari tiga bisnis inti Astra yang secara keseluruhan berkontribusi sekitar 90 persen terhadap pendapatan konsolidasi perseroan.

“Tiga bisnis inti ini menyumbang sekitar 90 persen terhadap pendapatan secara konsolidasi. Sedangkan bisnis lain yang terdiri dari beberapa bisnis yang tidak masuk ke dalam tiga bisnis inti, kontribusinya sekitar 10 persen,” ucapnya dalam Astra Media Day di Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (23/9).

Kenaikan laba tersebut turut diikuti oleh pertumbuhan penjualan sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) yang berada di bawah naungan Grup Astra. Toyota, Daihatsu, dan Isuzu mencatatkan peningkatan penjualan hingga Agustus 2026 di tengah persaingan pasar yang semakin ramai.

Deretan seluruh produk Toyota. Foto: Dok. TAM

Toyota

PT Toyota Astra Motor (TAM) membukukan penjualan wholesales 175 ribu unit sepanjang Januari-Agustus 2026 atau tumbuh 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Catatan positif ini membuat Toyota bertengger di puncak penjualan mobil nasional.

Kinerja positif tersebut ditopang oleh model MPV, yaitu Kijang Innova, Zenix, Avanza, Veloz, Calya, Rush, dan Hilux. Lini elektrifikasinya turut berkontribusi dengan penjualan lebih dari 38 ribu unit pada Januari-Agustus 2026 alias naik 86 persen dari tahun 2025 di periode yang sama.

"Jika peningkatan ini terus berlanjut hingga akhir tahun, kami mengestimasi pasar otomotif nasional dapat mencapai angka yang sempat dicanangkan Gaikindo, yaitu sekitar 850 ribu unit," kata Marketing Director PT TAM, Bansar Maduma, dalam acara yang sama.

Stan Daihatsu di GIIAS 2026. Foto: Dok. Instagram @giias_id

Daihatsu

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menorehkan kenaikan penjualan lebih dari 97 ribu unit pada Januari-Agustus 2026 atau naik 9 persen dari periode yang sama tahun lalu. Hal ini membuat Daihatsu berada di peringkat kedua dalam penjualan mobil nasional dengan pangsa pasar 16,3 persen.

Penjualannya disokong oleh Gran Max Series sebesar 52 persen, LCGC 30 persen, Terios 10 Persen, dan model lain seperti Xenia, Rocky, Luxio, serta Sirion sebesar 8 persen.

"Daihatsu di tahun ini masih mencatatkan penjualan yang positif, meningkat 9 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Kunci utamanya adalah fokus pada core customer kami, yaitu first-car buyer dengan harga kendaraan hingga Rp 300 juta,” sambung Marketing Director & Corporate Function PT ADM, Rokky Irvayandi.

Head Office Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI). Foto: Dok. IAMI

Isuzu

Sementara itu, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) secara keseluruhan menggenggam 26,1 persen pangsa pasar kendaraan niaga nasional dalam periode Januari-Agustus 2026. Pasar kendaraan komersial selama periode itu tumbuh mencapai 71.759 unit atau meningkat 36,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni 52.430 unit.

Model Traga menjadi andalan kendaraan niaga nasional dengan kontribusi 50,3 persen. Angka tersebut membuat satu dari setiap dua kendaraan yang terjual di segmen tersebut bermerek Traga. Selanjutnya, ELF memegang 18,9 persen pangsa pasar, sedangkan GIGA berada di 18,3 persen pada periode yang sama.

"Kendaraan komersial seperti truk, pikap, maupun bus merupakan tulang punggung dalam sektor logistik, industri, serta distribusi ke seluruh wilayah Indonesia,” tambah Business Solution Director PT IAMI, Anjar Rosjadi.

Di sisi lain, data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil wholesales pada Januari–Agustus 2026 mencapai 599.491 unit.

Capaian ini tumbuh 20,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 499.315 unit. Sementara itu, penjualan ritel mencapai 594.984 unit atau naik 13,9 persen dari 522.160 unit.