Hyundai Kaji Mobil Hybrid di Bawah Rp 500 Juta, Stargazer Jadi Kandidat?

PT Hyundai Motors Indonesia Motor Indonesia (HMID) membuka peluang untuk ikut andil ke pasar mobil hybrid (HEV) terjangkau di Indonesia. Perusahaan saat ini masih memiliki sejumlah model bensin konvensional (ICE) yang bisa dikembangkan mengikuti kebutuhan pasar.
Hal itu disampaikan Head of Public Relations & Brand Interactive PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Rouli Sijabat, saat ditanya mengenai kemungkinan menghadirkan mobil hibrida dengan banderol di bawah Rp 500 jutaan.
"Mobil bensin konvensional sedang berjalan dan masih bisa berubah. Apa saja sekarang modelnya? Stargazer dan Creta, tinggal dua ya, yang mana kira-kira?" kata Rouli saat ditemui di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (20/9).
Ketika ditanya lebih lanjut apakah mobil 7-seater seperti Stargazer menjadi salah satu model yang berpotensi menjadi HEV, Rouli tidak memberikan jawaban secara langsung. Ia memilih tidak mengungkapkan model yang tengah dipertimbangkan Hyundai untuk pengembangan teknologi tersebut.
"Sesuai pasar saja, pasar mintanya ini ya kami siapkan. Untuk Stargazer kami menyesuaikan harga saja responsnya positif, itu baru dua kota di Jakarta dan Surabaya. Kami masih harus mengunjungi beberapa kota terkait Stargazer ICE dan harga yang lebih terjangkau, nanti masih ada beberapa kegiatan lagi, paling di GJAW 2026, tunggu saja kejutannya," jelasnya.
Hyundai sebelumnya telah menerapkan strategi serupa dengan menghadirkan varian hybrid dari beberapa model yang awalnya menggunakan mesin bensin, contohnya Santa Fe dan Palisade.
Rouli menyebut, prospek menghadirkan HEV dengan harga terjangkau masih bergantung pada kebutuhan pasar dan kesiapan ekosistem. Perusahaan terus melakukan studi produk dan belum memutuskan model yang akan mendapat teknologi hybrid.
"(Studi produk) Hyundai dari ICE (ke elektrifikasi) mobilnya sudah ada, biar lebih mudah. Staria juga begitu kan, awal mulanya diesel, tapi Hyundai melihat harga minyak dunia naik gara-gara perang. Staria sudah keluar di GIIAS 2026 kemarin listrik dan hybrid," lanjutnya.
Rouli mengatakan, penerapan teknologi elektrifikasi Hyundai saat ini memang masih menyasar segmen menengah ke atas. Untuk segmen lebih terjangkau, perusahaan masih mengkaji waktu dan strategi yang tepat agar kehadirannya tidak saling berbenturan dengan produk lain.
