Investasi Rp 80 Miliar, PT Bintang Chemical Indonesia Bangun Pabrik di Cikande

PT Bintang Chemical Indonesia mulai membangun fasilitas produksi baru di Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Pabrik tersebut memiliki nilai investasi yang tembus hingga Rp 80 miliar.
Fasilitas itu dibangun di atas lahan seluas 10.800 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 5.324 meter persegi. Perusahaan juga menyiapkan opsi penambahan lahan sekitar 4 ribu meter persegi untuk mendukung pengembangan fasilitas ke depan.
Managing Director PT Bintang Chemical Indonesia, Tio Kay Hok, mengatakan bahwa pembangunan fasilitas baru dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Langkah tersebut sekaligus untuk memenuhi permintaan pasar terhadap produk cat di Tanah Air.
"Pembangunan fasilitas baru ini merupakan bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan untuk memperluas kapasitas produksi dan memperkuat posisi kami di industri cat nasional. Secara global yang kami siapkan dari awal sampai akhir mungkin kurang lebih nilainya Rp 80 miliar," kata Tio di Cikande, Banten, Senin (28/9).
Fasilitas baru tersebut akan dilengkapi kantor pusat, research and innovation center, area produksi, infrastruktur pendukung, serta mesin dan peralatan produksi. Pembangunan ditargetkan rampung pada Juli 2027 dan mulai beroperasi pada Agustus 2027.
Adapun, produk yang nantinya diproduksi meliputi automotive refinish, cat kayu, cat dekoratif berbasis solvent, serta specialty coating. Segmen automotive refinish, terutama untuk kebutuhan perbaikan bodi kendaraan pascatabrakan, menjadi salah satu fokus utama.
"Pembangunan Cikande Plant ini kami harap output volume naik tiga kali lipat. Ketika sudah beroperasi penuh, kami dapat memproduksi kurang lebih 20 ribu metrix ton per tahun. Kami memproduksi seluruh varian cat untuk automotive refinish," lanjutnya.
Pemilihan Cikande sebagai lokasi pabrik mempertimbangkan akses terhadap infrastruktur kawasan industri, listrik, air, jalan tol, serta jalur distribusi. Lokasi tersebut juga dinilai dekat dengan rantai pasok bahan baku industri cat.
Target TKDN hingga 80 Persen
Selain meningkatkan kapasitas produksi, Bintang Chemical Indonesia menargetkan peningkatan penggunaan bahan baku dan sumber daya dalam negeri lewat fasilitas barunya.
Pada tahap awal operasional, perusahaan menargetkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 50-60 persen. Angka tersebut diproyeksikan meningkat secara bertahap sampai 80 persen.
"Di tahun 2016 kami melihat ada pangsa pasar yang luar biasa besar, yakni cat automotive refinish. Kami melihat pemain pangsa pasar ini didominasi merek impor, sedangkan pabrik cat lokal hanya bermain di segmen menengah ke bawah. Di sini lah muncul keinginan untuk membangun pabrik cat automotive refinish," jelas Tio.
Pembangunan pabrik Cikande diperkirakan menyerap sekitar 200-300 tenaga kerja selama masa konstruksi. Ketika beroperasi penuh, fasilitas tersebut diproyeksikan menyerap sekitar 400 tenaga kerja tetap.
Perusahaan akan memprioritaskan tenaga kerja dari Cikande dan wilayah Banten. Bintang Chemical Indonesia juga berencana bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga pelatihan vokasi untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal.
"Pembangunan ini tidak lain tujuannya untuk memajukan ekonomi dalam negeri. Itu sebabnya seluruh pembangunan pabrik, mulai dari konsultan engineering, arsitek, sampai kontrakator semuanya melibatkan putra dan putri terbaik bangsa," tutupnya.
