Isuzu Traga Kuasai 50 Persen Pangsa Pasar, Jadi Andalan Kendaraan Niaga Nasional

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mencatat Isuzu Traga menguasai 50,3 persen pangsa pasar di segmennya sampai Agustus 2026. Angka tersebut membuat satu dari setiap dua kendaraan yang terjual di segmen itu bermerek Traga.
Business Solution IAMI, Anjar Rosjadi, menyebut Traga menjadi model dengan penguasaan pasar terbesar di jajaran produk Isuzu. ELF memegang 18,9 persen pangsa pasar, sedangkan GIGA berada di 18,3 persen pada periode yang sama.
“Pencapaian ini menunjukkan Isuzu mendapatkan kepercayaan yang sangat kuat dari pelanggan di berbagai segmen kendaraan komersial. Kendaraan komersial memiliki peran yang sangat penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi, mulai dari distribusi, logistik, hingga berbagai sektor usaha lainnya,” kata Anjar dalam Astra Media Day di Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (23/9).
Secara keseluruhan, Isuzu menggenggam 26,1 persen pangsa pasar kendaraan niaga nasional sampai Agustus 2026. Penjualan kendaraan niaga secara industri pada periode tersebut mencapai 71.759 unit atau tumbuh lebih dari 36,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni 52.430 unit.
“Kendaraan komersial seperti truk, pikap, maupun bus merupakan tulang punggung dalam sektor logistik, industri, serta distribusi ke seluruh wilayah Indonesia,” imbuhnya.
Traga juga menjadi produk Isuzu dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) paling tinggi, yakni 46,45 persen. Sedangkan ELF berada di 33,04 persen dan GIGA di 38,07 persen.
Seluruh model tersebut dirakit di pabrik Isuzu Karawang yang pada Juli lalu mencatat produksi ke 300 ribu unit sejak berdiri satu dekade silam. Isuzu juga telah mengekspor lebih dari 4 ribu unit ke 25 negara, memperkuat kontribusi manufaktur kendaraan komersial Indonesia terhadap pasar global.
Anjar menyebut, persaingan di segmen kendaraan niaga tidak berhenti pada kualitas produk. Faktor lain yang dinilai pelanggan adalah kemampuan kendaraan tetap beroperasi untuk menopang bisnis mereka.
“Persaingan kendaraan komersial saat ini tidak lagi hanya berbicara mengenai siapa yang memiliki produk dengan spesifikasi terbaik atau harga yang paling kompetitif. Pelanggan membutuhkan partner yang memahami bisnis mereka dan mampu membantu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kendaraan tetap beroperasi," sambungnya.
Menurut Anjar, perubahan kebutuhan konsumen menjadi bagian dari strategi Isuzu menghadapi persaingan di industri kendaraan komersial. Perusahan kini fokus memperkuat pasar di berbagai sektor, terutama untuk kebutuhan on-road dengan mengoptimalkan daya angkut dan jarak tempuh.
