Kebiasaan yang Bikin Cat Mobil Cepat Kusam

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bodi mobil yang pakai Paint Protection Film (PPF) Maxdecal. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bodi mobil yang pakai Paint Protection Film (PPF) Maxdecal. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Menjaga kondisi cat mobil tetap mengilap bukan hanya soal rutin mencuci kendaraan. Cara mencuci hingga kebiasaan membiarkan kotoran terlalu lama menempel juga bisa memengaruhi kondisi permukaan cat pada mobil.

Arfan Maulana, Kepala Bengkel Scuto Paint Condet, mengatakan bahwa sejumlah kebiasaan yang dianggap sepele justru dapat membuat cat mobil lebih cepat kusam. Karena itu, pemilik perlu memperhatikan cara merawat mobil, terutama setelah terkena hujan atau kotoran.

Berikut ini rangkuman kami saat mewawancarainya:

Ilustrasi mencuci mobil di bawah sinar matahari. Foto: Dok. Istimewa

1. Mengabaikan Kualitas Air saat Mencuci

Kualitas air menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika mencuci mobil di rumah. Air dengan kualitas yang kurang baik dapat meninggalkan kandungan tertentu pada permukaan cat dan jika terus terjadi bisa menimbulkan masalah lain.

"Kualitas air sangat berpengaruh. Kalau memang nyuci di rumah sekiranya kualitas air kurang bagus, nggak ada salahnya keluarin uang sedikit buat cari tempat cuci yang bergaransi lah ya," terang Arfan.

Ia mencontohkan pemilik mobil yang tinggal di Jakarta Utara. Beberapa daerah di sana airnya sudah tercemar oleh air laut. Hal ini membuat mobil yang dicuci menggunakan air tersebut akan kusam pada bagian cat dan menimbulkan korosi.

Ilustrasi mencuci mobil. Foto: Dok. Istimewa

2. Salah Cara Mencuci Mobil

Peralatan yang digunakan untuk mencuci mobil memang penting, tetapi cara pengerjaannya juga tidak kalah berpengaruh. Kesalahan saat mencuci justru bisa membuat kotoran bergesekan langsung dengan permukaan cat dan membuat warnanya kusam.

"Cara nyuci bukan sekadar alatnya bagus, caranya pun harus benar. Cara yang benar pastikan disiram dulu semuanya sampai bersih, pakai sabun khusus mobil, mulai bersihin pakai lap mikrofiber dari atas baru ke bawah," jelasnya.

Arfan juga masih menemukan pemilik mobil yang menggunakan sabun yang tidak diperuntukkan bagi kendaraan. Shampo rambut hingga sabun cuci piring kerap digunakan karena dianggap lebih praktis. Kandungan di dalamnya belum tentu sesuai untuk permukaan cat mobil, bahkan bisa berpotensi menyebabkan baret halus.

Lalu lintas di kawasan Sudirman, Jakarta tersendat akibat diguyur hujan deras pada Senin pagi (12/1). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

3. Mobil Kehujanan Tidak Langsung Disiram Air

Air hujan juga perlu mendapat perhatian, terutama jika mobil sudah terkena hujan cukup deras. Setelah hujan, pemilik tidak selalu harus langsung mencuci mobil menggunakan sabun, tetapi setidaknya membilas permukaannya dengan air bersih.

"Kalau kehujanan minimal itu disiram air saja, nggak usah dicuci boleh, hujan kan mengandung asam nempel di mobil. Misalnya didiamkan terus berkerak, lama-lama bercak, jamuran, dan susah dihilangkannya," tuturnya.

Ilustrasi kotoran burung pada body mobil. Foto: Vehicle Scenes

4. Terlalu Lama Mendiamkan Kotoran di mobil

Kotoran yang menempel di bodi mobil sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama. Semakin lama berada di permukaan cat, semakin besar kemungkinan kotoran tersebut sulit dibersihkan dan memengaruhi kondisi lapisan cat.

"Kotoran kelamaan nempel di mobil bisa bikin kusam. Misalnya, kena kotoran burung gitu, wah parah itu. Kalau baru kena dilap bisa, tapi kalau sudah tiga hari mulai susah hilang, masuk satu minggu bagian catnya akan kemakan," ujarnya.

Ilustrasi mobil parkir di bawah pohon. Foto: Dok. Zameen

5. Sering Parkir di Bawah Pohon

Memarkir mobil di bawah pohon memang bisa membuat kendaraan terasa lebih teduh, terutama ketika cuaca sedang panas. Akan tetapi, getah pohon yang menetes ke bodi mobil justru dapat menjadi masalah jika tidak segera ditangani.

"Getah pohon itu nggak bisa langsung dilap. Biasanya yang kena getah langsung masuk bengkel salon mobil untuk poles dan nggak bisa gitu aja dipoles. Ada cara penanganannya khususnya lagi, ngilangin getahnya dulu bercak getahnya, baru dipoles, obatnya pun khusus," ungkapnya.

Berbagai kebiasaan tersebut sebenarnya bisa dihindari jika pemilik lebih memperhatikan cara merawat mobil sehari-hari. Menjaga cat tetap mengilap bukan berarti harus sering dipoles, tetapi cukup dimulai dari cara mencuci dan memperlakukan mobil dengan benar.